Ngeluyur ke Pantai Banyu Meneng Malang


Pantai Banyu menengAkhir-akhir ini aku jarang sekali posting di mari. yah dikarenakan kesibukan pekerjaan nyata, juga ada kesibukan lainnya yang membuatku tidak bisa fokus untuk bikin artikel yang bermanfaat, atau sekedar coret-coret tentang curhatan ala bapak-bapak dua anak. eah…wkwkwkw

Dipostingan kapan hari, tentang kejengkelanku harus nunggu jemputan sampai 3 jam di tengah malam, itu adalah awal yang menyebalkan untuk memulai suatu liburan. Baca lebih lanjut

Happy Milad Manda


Touring pantai Banyu meneng

Plesiran @Banyu Meneng Malang

Sebenarnya tujuan aku liburan kemarin bukan lain hanya untuk mengambil gambar ini saja.

Ya walaupun diawal sangat menyebalkan tapi akhirnya rasa itu hilang ketika sudah mandi di laut. Mungkin rasa asin air laut, menetralkan kejengkelan dalam hati.

Memang menyenangkan liburan bersama teman-teman. Tapi jika sudah mempunyai anak dan istri, rasanya tidak begitu menyenangkan ketika mereka tidak ikut berlibur bersamaku.

Seperti ada yang kurang gitu, bahagiaku tidak sempurna, wkwkwkw Baca lebih lanjut

Jam Karet Tengah Malam


Menunggu 3 jam itu keterlaluan lama loh“Menunggu sampai 3 jam di siang bolong sih masih bisa di maafkan. Ini malam loh, nungguin jemputan mulai jam 12 malam tadi sampai jam 3 pagi, jemputan masih tak kunjung datang. Kampret banget dah.

Sumpah, itu kebangetan sekali. Apalagi tadi malam habis turun hujan, kebayang ngak tuh dinginnya sisa-sisa hujan beserta dinginnya pagi buta di pinggir jalanan. Itu nusuk banget sampai relung hati.

Menunggu dengan sabar, hingga warung kopi pinggir jalannya sudah tutup karena tidak sabar menunggu gelas yang aku pakai minum kopi tak kunjung aku kembalikan. Kopi yang panas sebelumnya, kini membeku seiring semilirnya arus jalanan.

Menunggu itu membosankan, apalagi yang ditunggu tak memberi kepastian akan datang. 

Mobilnya masih isi solar

Kampret, ngisi solar dimana bang, di Jonggol. Udahlah, jangan alasan melulu, jelasinlah dengan sebenar-benarnya, ada masalah teknis apa. Begitu entengnya saat di telpon dengan nada cekakakan. Apa tidak ada rasa kasihan melihat teman nunggu di pinggir jalan dengan dingin yang mencekam selama 3 jam.

Udahlah, ini perjalanan yang cukup menyebalkan di awal perjalanan, semoga terbayar rasa frustasi di tempat tujuan entar.


Pertigaan Purwodadi, 3.32 pagi
Masih menunggu di jalanan malam

Kangen Mereka Yang Telah Pergi


Dua hari terasa begitu berat, menghadapi tamu yang luar biasa parah “nyocotnya“, juga terpaksa harus kerja lembur yang biasanya aku selalu kabur saat diminta lembur.

Badan begitu terasa capek, apalagi perihal hati yang mungkin sudah lelah untuk bersabar dari omelan yang kadang tak kumengerti. Yah mungkin alasan itu sangat tepat untuk absen tidak blogwalking dan posting artikel maupun bikin draf di komputer. Baca lebih lanjut

Malam Yang Tak Menyenangkan


Source image by Stocksnap.io

Mungkin malam tak seindah yang terbayang, tanpa bintang, tanpa bulan dan tanpa angan, hanya sekumpulan mendung yang tak kunjung hujan.

Gelap yang menyerupa kesunyian, hening seakan menyeramkan, begitulah malam-malam penghias kesendirian.

Mungkin lebih baik jika turun hujan, biarpun dingin menyeruak ke lapisan kulit terdalam, se-enggaknya, ada gemericik air hujan yang menenangkan, pun juga dingin yang menyelimuti hati yang kesepian.

Sungguh!, Akan lebih baik jika turun hujan!, Sebagai obat rindu yang tak teredam oleh ego kemunafikan. Penuh sesak selayak kepulan awan hitam yang menutupi cahaya bintang.

Biarlah turun hujan, sebagai penggantinya jerit tangis hati yang lama terpendam dalam, oleh keegoisan malam yang tak menyenangkan.

*** 

Ainur irawan

Dimalam tanpa bintang, penuh keegoisan.

Buanglah Sampah Pada Temannya


Aku kaget melihat tempat sampah di ruangan admin di perusahaan. Antara kaget dan ketawa hampir aku lakukan bersamaan. Bukan karena model tempat sampahnya yang unik, bentuknya tetep sama seperti tempat sampah yang ada di bawah mejaku. Isinya juga sama, kebanyakan sobekan kertas maupun bungkus plastik dari snack yang kita makan.

Bedanya, terdapat tulisan anti mainstream untuk sebuah tulisan anjuran. Biasanya, terdapat tulisan “Buanglah sampah pada tempatnya atau Kebersihan sebagian dari pada iman. Baca lebih lanjut