Golongan Darah O adalah Type Golongan Orang Baik


donor darah

Dikutip via Google

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu

Abaikan kalau judulnya terlihat Rasis, Sebenarnya tidak ada hubungannya antara golongan darah A atau B atau AB dan O yang bisa menjelaskan/menggolongkan bahwa orang baik bisa ditentukan dari golongan darahnya. Saya mengutip judul tersebut karena saya mengklaim diri saya adalah orang yang baik menurut Saya pribadi (hehehehe). Kalau tidak percaya bahwa saya orang baik bisa ditanyakan kepada orang tua saya ataupun kepada istri Saya hehehe.

Terlepas dari Candaan Saya yang tidak begitu penting, Yang beranggapan kalau saya orang baik karena Berdarah O. Saya akan share pengalaman pertama saya Mendonorkan darah saya. Dan begitu bangganya setelah tahu bahwa saya termasuk orang yang bergolongan darah O.

Sebelum lanjut cerita Tak lengkap kalau tidak menjelaskan detail dan manfaaat donor darah. Apakah anda sudah tahu manfaat apa saja yang didapat dari kita mendonorkan darah kita?

Mungkin anda berfikir bahwa dengan seringnya kita mendonorkan darah, darah kita akan berkurang nah itu sangat salah besar, dan apa saja manfaat bagi kesehatan jika kita mendonorkan darah tersebut? mungkin sedikit pengetahuan dibawah ini nantinya bisa membuka mata dan hati kita untuk melakukan suatu pekerjaan mulia ini yakni sebagai Seorang Pendonor Darah,

Pengertian Darah Secara Ilmiah

Kita mulai dari pengertian DARAH itu sendiri, Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian yaitu cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsur darah padat yang disebut Sel Darah. Darah yang dipompakan oleh jantung dengan cepat ke seluruh tubuh melalui beribu-ribu pembuluh darah,mengerjakan hal-hal yang penting untuk memelihara kehidupan dan kesehatan tubuh kita. Darah membawa bahan pokok yang diperlukan kehidupan yaitu oksigen, air dan makanan kepada semua sel-sel tubuh.

Darah membawa sel-sel tubuh untuk bernapas dengan membaa oksogen dari paru-paru dan mengambil zat asam arang ( CO2) dari sel-sel ke paru-paru untuk dikeluarkan.

Darah membawa zat-zat makanan dari usus ke sel-sel dan membawa sisa hasil pembakaran ke tempat pembuangan. Darah juga membawa air ke jaringan-jaringan dan menyalurkan panas hasil gerakan otot-otot darah sebagai pengatur suhu badan. Selain itu darah mengandung sel-sel darah putih dan anti body yang akan berfungsi sebagai barisan pertahanan melawan infeksi dan penyakit-penyakit lainnya.

Macam-Macam Golongan Darah

Darah itu sendiri telah dibedakan menjadi 4 macam golongan darah oleh Dr. Lanstiner yaitu golongan A, B, AB dan O. Setiap orang pasti termasuk salah satu golongan darah itu dan tidak akan pernah berubah sepanjang hidupnya.

Penyebaran golongn darah saat ini sangat bervariasi dan berbeda untuk masing-masing bangsa atau ras. Distribusi atau penyebaran golongan darah di Indonesia adalah sebagai berikut : golongan A = 24%, B = 25%, AB = 6% dan O = 45%.

Golongan darah ini ditentukan sesuai dengan sifat-sifat yang diwarisi sel-sel darah merah dan substance (zat) yang terdapat dalam serum sejak lahir.

Selain keempat golongan darah seperti tersebut, pada tahun 1940 Dr. Lanstiner juga menemukan golongan darah baru yaitu adanya rhesus faktor positif dan rhesus faktor negatif pada sel darah merah (erythrocyt) pada masing-masing orang.

Kebanyakan orang Asia mempunyai rhesus faktor positif (85%) dan rhesus faktor negatif (15%). Sedangkan orang-orang Eropa/Barat kira-kira rhesus faktor negatif (85%) dan rhesus faktor positif (15%).

Seorang penderita yang akan menerima transfusi, sebaiknya mendapatkan darah yang cocok dengan golongannya. Untuk itu harus telah melalui pemeriksaan lebih dahulu di laboratorium seara teliti.

Apabila darah dari golongan yang berbeda atau bertentangan ditransfusikan kepada penderita, maka sel darah akan hancur dalam bereaksi dengan zat yang terdapat dalam serum donor atau sebaliknya. Reaksi tersebut sangat berbahaya bagi penderita.

Terus siapa saja Siapa saja Calon Donor Darah?

Persyaratan Donor Darah

Pastinya Saya, kamu, kalian semua tapi dengan memenuhi Syarat dibawah ini :

  • Laki-laki/wanita berusia 18-60 tahun
  • Sehat jasmani dan rohani menurut pemeriksaan dokter
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Kadar hemoglobin minimal 12,5 g/dl
  • Tekanan darahsistolik 100 – 180 mm Hg dan Diastolik 50 – 100 mg Hg
  • Tidak menderita penyakit berisiko tinggi seperti HIV/AIDS, Hepatitis, Sifilis, Jantung, Hati, Paru, Ginjal, Kencing manis, kejang, kanker atau penyakit kulit kronis.
  • Bagi wanita yang sedang haid,hamil atau menyusui tidak diperkenankan mendonorkan darahnya.

Sebelum di ambil darah harus melalui beberapa tahapan, mengisi formulir terlebih dahulu. Dalam mengisi formulir harus dengan jujur, kalau memang pernah menderita sakit seperti apa yang menjadi pertanyaan agar di jawab dengan sebenarnya.

Setelah mengisi formulir di dilanjutkan periksa darah, untuk menentukan golongan darah agar diketahui golongan darah apa seperti, O, AB dst. Nantinya untuk memudahkan pengelompokan kantong darah yang di ambil dari pendonor.

Berikutnya di periksa oleh dokter, untuk mengetahui tensi, apakah bisa di ambil darah. Jika tensi darah tinggi atau rendah tidak akan di perbolehkan Donor. Untuk menjaga kesehatan pendonor sendiri.

Tahapan selanjutnya, pengambilan darah yang di lakukan oleh para relawan. Berbaring ditempat yang sudah tersedia lengan di julurkan lalu di ambil darah. Setelah proses pengambilan darah, pastinya kita akan mendapatkan makanan ringan dan obat penambah darah dari dokter.

Jadi tenang saja, kita tidak akan mengalami kerugian dalam mendonorkan darah kita. Disamping kita sudah membantu menyelamatkan nyawa seseorang dengan darah kita, kita pun akan merasa lebih segar dengan beberapa manfaat dari donor darah. Adapun manfaat donor darah bagi kesehatan para pendonor yaitu:

Manfaat Donor Darah

  1. Menjaga kesehatan jantung

Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

  1. Meningkatkan produksi sel darah merah

Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

  1. Membantu penurunan berat tubuh

Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

  1. Mendapatkan kesehatan psikologis

Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

  1. Mendeteksi penyakit serius

Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru.

Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun.

Jujur setelah Saya melakukan donor darah tersebut Saya merasa senang dan lega. Ya disamping Saya mengetahui manfaat dan dengan sukarela menjadi penyelamat bagi orang yang membutuhkan tranfusi darah.

Tapi ada satu hal yang Saya sangat senang, hal tersebut adalah karena golongan darahku “O”. Bukan karena golongan O adalah golongan orang baik atau Bukan berarti saya senang karena dengan golongan darah “O” bisa menjadi pendonor untuk orang yang mengalami kekurangan darah dari golongan A,B atau O.

Tapi lebih tepatnya orang yang paling Saya sayangi juga dari golongan darah “O”. karena hanya golongan darah “O” saja yang bisa menyelamatkan golongan darah “O” itu sendiri dengan kata lain Saya bisa membantu mendonorkan darahku sendiri ke istrik tersayang jika dia membutuhkan.

Semoga bermanfaat

Referensi :

http://palmersda.wordpress.com/2010/08/14/donor-darah-selamatkan-jiwa/

http://alabik.com/manfaat-donor-darah-bagi-kesehatan.html

 

Iklan

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s