Pengen Pintar inilah Metode Belajar Yang Efektif dan Efesien


Metode Belajar Yang Efektif dan EfesienBentar lagi akan diadakan Ujian Akhir Nasional, Jadi ingat masa sekolah dulu. Berangkat pagi pulangnya sore, malamnya belajar sampai larut malam, tidur sebentar sudah di bangunin lagi, berangkat sekolah lagi dan terus berlanjut seperti itu ketika menjelang UAN, seraya memeras otak, banting tulang hanya untuk mendambakan nilai bagus dan sebuah kelulusan.

Apa dengan belajar tak kenal waktu seperti itu bisa mendapatkan hasil yang maksimal saat UAN berlangsung?

Bisa jadi sebelum UAN kita sudah sakit duluan karena terlalu memaksakan diri….

Atau apa dengan begitu ada jaminan semua pelajaran yang kita pelajari bisa “nyantol” dalam otak?

Kurasa TIDAK, Sistem belajar yang berlebihan dan terkesan dipaksakan itu sangatlah tidak baik, lebih baik bacalah, pelajarilah secukupnya, tidur dengan sewajarnya, jangan terlalu larut malam saat belajar. Sebab apapun yang kita hafal di saat badan kurang fit, kurang tidur, otakpun ikut blank dan yang terjadi semua pelajaran hilang begitu aja.

Terus bagaimana sistem belajar yang efektif dan efesien?

Sistem belajar yang baik adalah seperti pada umumnya kita belajar dan istirahat sewajarnya selayaknya kita belajar bukan untuk menghadapi ujian, tapi JUST LEARN.

kiat-belajar yang baik

  1. Berangkat sekolah sampai pulang sekolah kita sudah mendapatkan banyak pelajaran disana
  2. Waktu sore sampai waktu isya’ di gunakanlah untuk rileks, refreshing, atau melakukan hal-hal yang berguna (sholat, mengaji, bermain, bersikan rumah,dsb).
  3. Belajar secukupnya kurang lebih 2 jam saja (19.00-21.00), Kalau ada PR ya kerjakan saja, Mengerjakan PR itu sama saja dengan belajar(PRACTICE).
  4. Tidur (istirahat total).

Apa dengan sistem itu kita sudah bisa menghadapi UAN dengan tenang?

Tentu saja tidak, Ada 4 tahapan menurut saya yang membuat cara belajar lebih tepat dan efisien yang bisa membuat kita lebih siap dalam menghadapi UAN, 4 tahapan tersebut adalah:

Metode Belajar Yang Efektif dan Efesien

LEARN, PRACTICE, APPLY, REPEAT”

  1. LEARN adalah fase belajar (membaca, menghafal, mempelajari, memahamiarti atau rumus, dsb).
  2. PRACTICE adalah fase praktek (mencoba mengerjakan soal latihan).
  3. APPLY adalah fase membuat praktek dan teori yang kita pelajari  menjadi bagian dari pemikiran kita.
  4. REPEAT adalah fase belajar dari kesalahan dan mengulang lagi prosesnya dari awal.

Kebanyakan orang hanya melakukan fase LEARN…LEARN….LEARN. Mereka tidak sama sekali melakukan PRACTICE, APPLY apalagi REPEAT. Dengan kata lain mereka hanyalah “ TEORITIS “. Mereka memang belajar, membaca, menghafal, mempelajari dan memahami. Secara teori mereka dapat dengan mudah menyelesaikan soal. Lebih tepatnya soal melengkapi cerita… hahhahahahah

learn Method

Nah jika anda adalah salah satu orang yang bertingkah laku demikian, cobalah untuk SADAR bahwa dengan hanya LEARN, kesuksesan tidak akan jatuh dengan sendirinya, Anda butuh Action dengan melakukan Latihan-latihan mengerjakan soal. Secara logika, mana ada sih belajar matematika cuma menghafal rumus, Saya yakin pasti anda akan bingung bagaimana mengerjakannya.

Practice method

Contoh lain dalam masa lalu saya dulu, Saya sekolah SMK jurusan Komputer jaringan, Selama kelas 1 Saya cuma belajar teori merakit komputer dan installasi sistem. Dan jujur, Saya paham dan sangat mengerti bagaimana urutan merakit sebuah komputer dan installasi sitemnya. Tapi cuma sebatas “TEORY“, secara REAL Saya benar-benar kesulitan. Maka sebab itu di semua sekolah SMK pasti ada yang namanya “ MAGANG/Praktek kerja Industri “. Siswa sangat perlu adanya praktek langsung turun ke lapangan untuk bisa me-realkan teori yang mereka dapat dari sekolahan.

Terus kapan fase APPLY di laksanakan?

Setiap hari, setelah kita belajar dan mempraktekan/ latian. Jadikan latian-latian itu sebagai pengalaman dan simulasi menghadapi ujian dalam sehari-hari.

APLLY method

Sebagai contoh: kita belajar fisika, secara teori rumus mencari jarak adalah:

S=V.S
S = Jarak dengan satuan km       V = Kecepatan dengan satuan km/jam       T = Waktu tempuh dengan satuan Jam

Dalam belajar, kita membaca dan meghafal serta mempelajari rumus tersebut, setelah itu cobalah untuk mengerjakan soal. Terus jadikan ini sebuah pengalaman, jangan hanya menghafal tapi pahami kenapa bisa terjadi rumus seperti itu, Saya kasih contoh, tanpa harus melihat rumus ” V ” adalah sebuah lambang dari kecepatan dengan satuan “KM\jam” kenapa demikian, karena untuk mencari jarak tempuh, kecepatan di kali dengan waktu tempuh, Berarti:

KM= KM/jam x Jam

Karena yang kita cari adalah jarak yang satuannya “KM“, kita coret aja yang satuannya “JAM” pada rumus diatas, Satuan “JAM” di bagi dengan satuan “/JAM“, hasilnya yang tersisa tinggal satuan “KM” aja, Ketemu dech.

Jadi jika anda melakukan LEARN + PRACTICE aja, kesuksesan hanya kan datang pada saat  latian aja. Tapi jika di jadikan pemikiran sehari-hari anda persis seperti pemikiran disaat latian. Maka kesuksesan bisa anda raih setiap saat, bukan hanya saat latian saja.

Apa dengan LEARN, PRACTICE dan APPLY sudah cukup?

Belum, Taukah Anda? alasan mengapa setiap sekolah melakukan TRYOUT lebih dari 2 kali atau lebih?

repeat method

Ya benar, Untuk sebuah pengalaman dan stimulasi dalam ujian yang sebenarnya. Untuk bisa lebih tenang dalam menghadapi ujian yang sebenarnya di perlukan pengalaman yang banyak. Disitulah REPEAT sangat di perlukan, kita bisa  mempelajari mana yang salah dan belajar dari kesalahan. Cobalah untuk lebih SADAR bahwa sebuah konsep atau teori dapat disalah-artikan oleh banyak orang termasuk Anda. Anda butuh proses REPEAT untuk me-RIVIEW kembali pemikiran Anda dan mempelajari kembali teori lebih dalam.

Dengan proses REPEAT, dimana Anda mempelajari teori dan mencobanya dilatian, terkadang pengalaman dapat merubah pengertian anda dalam memandang teori tersebut. Yang tadinya anda pikir makna teori tersebut adalah “A” lalu pada saat anda coba di latian-latian dan mendapatkan pengalaman. Dan ternyata makna teori tersebut adalah “B” yang mana tidak dapat anda sadari jika anda tidak mempraktekannya di latian dan belajar dari pengalaman.

Oleh karena itu, fase REPEAT adalah me-RIVIEW kembali semua pengalaman yang telah menjadi pemikiran Anda dan mengulang prosesnya kembali dari proses LEARN, namun proses LEARN yang lebih ADVANCED karena teori yang Anda pelajari kini memiliki makna yang lebih dalam yang anda dapatkan dari pengalaman Anda.

Pengen Pintar inilah Metode Belajar Yang Efektif dan Efesien

Jadi jika ingin sukses dalam Belajar ingat prosesnya : “LEARN, PRACTICE, APPLY dan REPEAT lalu dari REPEAT ulang kembali prosesnya kembali ke LEARN.

Kegagalan adalah Keberhasilan yang tertunda

Semoga bermanfaat.

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Pengen Pintar inilah Metode Belajar Yang Efektif dan Efesien

  1. Ping balik: Melangkah Di Sekolah Pertama | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s