Mulutmu Harimaumu


Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

mulutmu-harimaumuPelajaran kehidupan tidak semata mata berasal dari buku atau guru, tanpa kita sadari kebanyakan kita belajar dari sebuah pengalaman diri sendiri atau melihat dan mendengarkan dari pengalaman orang lain.

Memang benar kata pepatah kalau tidak ada batasan waktu untuk belajar. sampai tua-pun kita masih tidak bisa dikatakan pintar dan tak butuh ilmu lagi, karena dengan berjalannya waktu kerasnya kehidupan akan semakin berat kalau tidak berpengangan dengan ilmu.

Nah didalam bekerjapun kita bisa petik pelajaran kehidupan yang mungkin tidak bisa kita peroleh di waktu sekolah dulu. kemarin sedang asik-asiknya mengobrol masalah pekerjaan (biasanya bekerja sambil mengobrol), tau-taunya rekan kerja saya berbicara tentang pengalaman pribadinya. saya ini tipe orang yang suka mendengarkan orang bercerita, intinya dia bercerita tentang tetangganya dulu. bahwa tetangganya dulu sering menghina teman saya dengan kata-kata “kau tak akan pernah jadi orang kalau malas-malasan dan suka keluyuran malam”.

Nah rekan kerja saya ini memang katanya dulu dia anaknya buandel, suka mencuri mangga tetangganya dsb. Nah si tetangga ini punya anak sebaya rekan saya, anaknya ini pendiam. Nah saking seringnya si tetangga ini menghina rekan saya, alhasil si temanku ini menjadi orang biasa pada umumnya yang bekerja di sebuah perusahaan, sedangkan anak si tetangga ini malah jadi ugal-ugalan, sering tiap malem ikut balap sepeda motor, mabuk dll.

Baca juga : Kebeurukan Orang Lain adalah Cerminan Dirimu

Karma itu ada

Dari sini saya mengkaji dan mengingat dari pengalaman hidup saya sebelumnnya bahwa saya juga pernah melihat dan mendengar sendiri bagaimana tetangga saya menghina seseorang di desa saya, orang tersebut sering terlihat boncengan dengan pacarnya. sebenernya orang tersebut itu menjemput pacarnya di sebuah perusahaan dekat desa saya. karena dekat mungkin orang ini mengajak pacarnya untuk sungkem ke keluarganya.

Nah si tetangga saya ini menghina dibelakangnya sambil berkata “Anak perawannya orang diboncengi terus, entar hamil itu lama lama”. Nah kebetulan si tetangga saya ini punya anak perempuan.

Alhasil karena terkena karma dari ucapannya, si orang yang dihina ini menikah dengan pacarnya dengan sah sedangkan anak si tetangga saya ini menikah karena hamil duluan dengan pacarnya dan bersuamikan suami bayaran (anak laki-laki yang di janjikan sesuatu kalau mau menikahi anaknya).

Allah Dzat Yang membolak balikan hati

Dari sini kita bisa petik pelajaran bahwa hati hati dengan mulut kita. kita tidak bisa memutuskan anak ini jelek hanya karena segelintir kejelekan di mata kita. karena Allah SWT adalah Dzat yang membolak balikan hati.

Kita tidak tau takdir apa yang didepan kita. belum tentu yang dimasa kecilnya atau remajanya sangat nakal bisa menjadi preman atau sampah masyarakat . justru bisa jadi dia sadar atas dirinya sendiri dan menjadi orang yang lebih baik dari yang kita bayangkan.

Mohon maaf kalau artikel ini sedikit seperti ngerasani (gosip)/ membicarakan keburukan orang lain. Sungguh saya tidak bermaksud membuka aib seseorang hanya saja saya ingin menshare pengalaman hidup saya agar bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Semoga Allah selalu menunjukkan jalan lurus untuk kita untuk mendapatkan ridho-NYA…

Amin..

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu

 

Iklan

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s