Cita – Cita Yang Terlupakan


Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Cita cita yang Terlupakan

Dikutip Via Google

Sempat kaget dan berpikir lama setelah seseorang menanyai saya tentang cita-cita. Bukan karena saya tidak bisa menjawabnya, tapi saya a bingung sendiri sebenarnya apa sih cita-cita saya. Mungkin akan beda jika yang ditanya saya saat berumur  8 tahun, pasti akan saya jawab dengan mudah dan lantang, “saya ingin jadi guru, saya ingin jadi dokter, saya ingin jadi pilot, dan sebagainya”.

Tanpa harus berpikir lama karena saya tau saya masih kecil dan bisa tumbuh seperti yang saya inginkan. Tapi disaat saya ditanya dengan umur saya yang tak lagi memuda, jelas saya bingung harus jawab apa. Sebab semua kemungkinan itu seperti hampa dan tidak terpikirkan, mengingat saya sudah bisa dikatakan dewasa, dalam artian sudah berkepala dua. Emang saya bisa jadi apalagi selain yang saya lakukan sekarang.

Dengan jawaban sedikit ragu saya menjawab pertanyaan seseorang pada saya tentang cita-cita.  Saya juga tahu cita-cita yang dimaksud mungkin bukan seperti cita-cita yang dikatakan anak-anak kecil pada umumnya, tapi cita-cita disini justru lebih mengarah ketujuan kedepan atau Planning hidup saya selanjutnya. Saya yang sejak semula kehilangan arah tidak tahu harus jawab apa, sebab yang saya tahu cita-cita saya hanya ada di masa lalu, Masa yang penuh impian dan imajinasi yang tak terbatas.

Hidup Berawal Dari mimpi

Bagaimana tidak, dimulai dari SD saya sangat terobsesi ingin jadi guru, karena saya sadar Allah memberikan kelebihan keuletan dan kecerdasan yang lebih kepada saya. Kebanyakan teman-teman saya pintar karena buku dan belajar, Jauh berbeda dengan saya, saya lebih suka komik dari pada buku pelajaran. Tapi Alhamdulillah saya selalu peringkat 5 besar mulai dari kelas 3 s/d 6. Bahkan saya juga pernah juara pertama walau cuma 3 kali dalam satu tahun ajaran.

Tapi cita-cita saya berubah disaat tingkat SMP, saya sangat ingin menjadi pemain sepakbola professional dan kemudian hancur setelah harus rehat 2 tahun karena penyakit tipes.

Di tingkat SMK saya sudah membuang cita-cita saya, yang saya inginkan hanyalah lulus dari sekolah dan bekerja untuk membantu orang tua yang sudah terlalu lelah menghidupi saya yang selalu merepotkan ini. Dan saya putuskan cita-cita saya adalah cita-cita orang tua saya. Dan dengan bangga saya jawab pertanyaan seseorang tersebut bahwa cita-cita saya tinggal 1, yaitu memberangkatkan Haji kedua orang tua saya.

Justru setelah saya menceritakan pada Bapak saya malah dibantah. Dia menghargai niat saya tersebut tapi alangkah baiknya hidup harus ada tujuan, bukan untuk orang lain melainkan demi diri sendiri. Karena hidup tanpa adanya tujuan tidak akan ada gairah hidup, yang sama artinya dengan mati.

images

Dengan adanya tujuan itulah membuat hidup kita lebih baik, tak mungkin orang berkeinginan untuk menjadi lebih buruk. Kalaupun cita-cita atau arah hidup berubah itu adalah hal yang wajar. Tidak mungkin kita terus terhanyut terus menerus dalam mimpi masa kecil yang bahagia dengan segala cita-cita yang ada.

Nah untuk di tahun 2016 ini saya mulai mencoba meluruskan apa yang sebenarnya jadi keinginan saya. Disamping saya sudah menjadi seorang bapak satu anak yang semoga saja di ramadhan 1437 saya di karuniai anak lagi. Tentunya Cita-cita saya sudah pasti adalah masa depan anak saya yang lebih baik.

Disamping itu saya juga sangat ingin merenovasi rumah saya yang keadaannya memang harus ada perbaikan total. semoga hal tersebut bisa direalisasikan dalam beberapa tahun kedepan.

Dengan berbagai cita-cita baru saya semoga itu jadi titik acuan saya untuk lebih giat lagi dalam bekerja untuk mencapai tujuan saya tersebut, tapi tak lepas dari itu saya ikhlas dan berserah diri kepada Allah akan takdir yang akan membawa saya kedepan seperti apa..

cita-cita-terbesar

Terkadang apa yang kita inginkan tak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tidak ada yang salah dengan cita-cita, cita-cita akan selalu ada dan berubah-ubah selama keinginan masih ada. Dan saya sadar, saya masih punya banyak cita-cita, selagi saya masih mempunyai keinginan tak ada salahnya untuk berharap dan menggapainya.

Don’t despair and never loose hope, coz Allah is always by yourside. Insya Allah you’ll find your way” (Maher Zain: Insya Allah)

Semoga Bermanfaat.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

 

*Note : Repost Catatan lama yang pernah saya tulis di buku

Iklan

3 pemikiran pada “Cita – Cita Yang Terlupakan

  1. Ping balik: Memaknai Hari Sumpah Pemuda DI Era Globalisasi | Pennadiri

  2. Ping balik: Impian Masa Depan | Pennadiri

  3. Ping balik: Cita-Citaku Hanya Ada DiMasa Lalu | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s