Alasan Mengapa Saya Tidak Bermain Game Clash of Clan (COC), Meskipun Merupakan Game Terpopuler


Alasan mengapa Saya Tidak bermain COC

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Sudah bukan rahasia lagi bahwa game COC (Clash of Clan) menjadi game terpopuler saat ini. Baik anak muda, orang dewasa maupun anak-anak sudah banyak yang memainkan game tersebut. Tak terkecuali anak seusia kelas 4 Sekolah Dasar dan Bapak-bapak beranak 3 juga tidak kalah untuk memainkannya

Menurut Saya kepopuleran Game Clash of clan ini bukan karena dia gratis saja, tetapi karena memiliki perpaduan antara game online dan media sosial. Seperti yang dijelaskan di reopan(dot)com dengan artikel yang berjudul “Mengapa game coc disukai banyak orang“.

Pada Umumnya game ini adalah game perang biasa layaknya game age of empire di PC namun disisi lain game ini juga membuat orang yang bermain bisa berinteraksi dengan banyak orang diseluruh dunia dalam satu clan,  dengan cara yang tidak biasa itu tidak heran jika game ini semakin bertambah penggunanya tiap harinya.

Sudah sering sekali pertanyaan yang dilontarkan kesaya “ Kamu tidak ikut main COC, Semua teman-teman satu line sudah pada ikutan menjadi satu Clan loh

Ada juga yang memakai cerita pendek seperti ini “Dulu saya juga tidak suka main game ini, tapi setelah dikirimi teman tanpa sepengetahuan saya, Akhirnya saya mencoba untuk main, karena penasaran saya minta diajarin dan mulai menyukainya apalagi sangat asik karena bisa berinteraksi dengan banyak orang yang tidak dikenal sebelumnya dalam satu Clan

Banyak dari teman, tetangga bahkan saudara menanyakan hal yang sama tentang game COC ini. Tapi untuk menyenangkan hati mereka yang menawarkan ke Saya, Saya tidak mentah mentah menolak begitu saja.

Saya lebih sering mendengarkan kisah seru dari mereka tentang game ini, tak jarang pula saya bertanya kepada mereka tentang game ini, tentang kegunaan pasukannya, strategi dalam penyerangan dan syarat syarat tentang WAR dalam game tersebut.

Walaupun begitu saya masih tidak tertarik untuk memainkan game tersebut, Banyak alasan bagi saya untuk tidak memainkan game tersebut.

Tapi dari kebanyakan teman yang bertanya , saya lebih suka menjawab dengan satu jawaban. Yakni saya menjelaskan bahwa kartu yang saya pakai three AON (Always On), yang mengisyaratkan bahwa saya tidak terlalu mementingkan konektifitas, yang penting Android saya bisa buat BBM, WA dan Facebook itu sudah cukup. Dan enaknya lagi saya tidak harus beli Kuota tiap bulannya karena kuota saya tergantung pemakaian.

Dari alasan tersebut saya menjelaskan kepada teman saya jika HP saya dibuat memainkan game online, Kemungkinan kuota saya akan lebih cepat habis dari biasanya.

Pasalnya game tersebut mengharuskan pengguna sesering mungkin membuka aplikasi tersebut. Dan saya menyakinkan kepada mereka dari pada uang habis untuk beli kuota mending dibuat yang lebih berguna seperti Susu anak atau ditabung buat masa depan anak.

Faktanya, bukan alasan itu yang membuat saya tidak memainkan game COC tersebut. Faktanya juga sama terkadang sebulan saya menghabiskan 2GB. Mungkin disaat itu saya lebih sering streaming youtube atau download lagu atau film. Dan terkadang istri juga sering memakai Youtube dari HP saya untuk mencari resep di “DAPUR UMAMI

Seperti yang dijelaskan di jalantikus(dot)com dengan judul artikel “Jangan Install Clash of Clans Jika Tidak Mau Kena 5 Hal Buruk Ini“, 5 hal buruk itu disebutkan antara lain Hidup tidak tenang, Bergantung dengan listrik, Boros, Antisosial, dan Penyakitan.

Dampak Buruk bermain Clash of Clan

Saya sangat setuju dengan ulasan Hidup tidak tenang dan Bergantung dengan listrik, Pasalnya saya menyadari sendiri pengguna game ini akan mengalami hal tersebut.

Memang saya bukan pengguna game tersebut, tapi secara logika ketika si pengguna memainkan Game tersebut berkali kali pastinya akan menghabiskan baterai dalam waktu singkat. Otomatis sangat bergantung pada listrik maupun memakai Power bank dalam memainkan game ini.

Bagi pemula yang penasaran game ini, pastinya akan membuat hidupnya tidak tenang. Karena takut accountnya diserang atau dirampok pengguna lain

Untuk Antisosial dan Penyakitan, menurut saya itu tergantung penggunanya, walau dalam game ini pengguna harus selalu online biar tidak diserang, terkadang pengguna yang bijaksana tetap melakukan interaksi dengan orang lain dan tetap selalu menjaga kebugaran tubuhnya.

antisosial

nah untuk alasan Boros inilah yang menjadikan alasan saya tidak memainkan game ini, baik boros akan penggunaan baterai, boros kuota maupun boros ketika kita tidak sabar dalam bermain game ini dan melakukan cara pintas dengan membeli gems secara tunai.

Jadi alasan karena kuota hanyalah sebagai cara penolakan secara halus untuk menolak ajakan teman dan saudara yang mengajak untuk bermain game Clash of Clan tersebut.

Faktor Yang Membuat Saya Tidak Bermain Game COC

Banyak faktor yang membuat saya enggan untuk memainkan game COC ini, Berikut beberapa alasannya:

Rasa Kecanduan

addict

Dikutip Via Google

Sebelum ada COC saya juga sering memainkan Game online seperti Top eleven, Football Manager, Market Land. Berbeda dengan game COC, game yang saya sebutkan diatas saya mainkan di PC disela sela saya bekerja.

Dan tak pernag sekalipun saya menginstal aplikasi game tersebut di Android saya karena pada saat itu saya tidak punya Android.

Disamping itu saya tidak ingin kecanduan game apalagi game itu game online, bagi saya buang buang waktu dan tak menghasilkan apa apa, kalau hanya mainnya sekedar iseng sih tidak masalah. Hitung hitung menghilangkan penat dan stress saat bekerja.
Tidak Menghasilkan apa-apa

Iya saya tahu, untuk game online biasanya bisa menghasilkan dari jual account, gems dan sebagainya. Tapi apa sebanding dengan waktu yang terbuang dan uang yang dikeluarkan untuk memainkan game tersebut sampai menjadi besar.

Dan apakah dengan menjual account, Pengguna rela kehilangan teman teman yang ada di satu clan. Kakak saya aja merasa dilema mau menjual account apa tidak, sebab disamping banyak teman teman baru yang dikenal di game tersebut. Juga untuk memulai game baru itu loh yang memberatkan.

Kecuali kalau memang bermain game tersebut sudah dari awal bertujuan untuk bisa berjualan Gems maupun account, pastinya tidak masalah dengan pertemanan di clan dan rasa iba game yang sudah dibesarkan harus dijual.

Istri Saya

istri Sholihah

Dikutip Via Google

Ini adalah faktor penting mengapa saya tidak menginginkan bermain game tersebut. Istri saya adalah type wanita pencemburu, baik terhadap orang atau wanita yang memberi perhatian kepada saya atau sebaliknya, bahkan pengalih perhatian seperti buku, komik,Game android atau sesuatu hal yang membuat saya menghilangkan perhatian ke istri saya.

Istri saya kalau sudah cemburu terhadap sesuatu, biasanya langsung mengatakan seperti ini “Lanjutkan saja, Entar sekalian di ajak tidur juga itu buku,Komik,Hp di luar”.

Padahal hanya sebuah Novel atau komik, Seandainya saya main Game COC ini apa perhatian saya ke Istri tambah semakin berkurang. Jelas semakin berkurang karena faktanya kebanyakan orang yang bermain game ini biasanya menyendiri biar tidak ada yang ganggu, atau bersama sama dengan jamaah COC juga biar saling share trik dan strategi masing masing.

Kalau saya bermain game itu, bukan suruh tidur diluar kali, mungkin HP saya yang dibuang biar tidak mainin HP saja.

Suami Takut Istri” Sebenarnya Konten tersebut kurang tepat, Bukannya takut sama istri, tapi lebih menghindari konflik saja. Sebab tidak semua istri menyetujui suami bermain game tersebut.

Baca juga : Memahami Konflik dan Cara Meredam Konflik dalam Rumah Tangga

images (1)
Dan satu hal yang pasti, Istri saya wanita yang istimewa dengan sangat memperhatikan kualitas suaminya. Dia tidak mau berbagi perhatian selain dia dan anaknya, baik itu buku, game terlebih lagi wanita lain.

Anak Saya

Sama seperti ibunya yang merupakan anak yang pintar mencari perhatian. Jika saya sibuk dengan sesuatu seperti saya pernah melihat drama korea “Roof Top Prince”. Karena anak saya merasa tidak diperhatikan, dari tadi mainan puzzle sendiri. Ditengan serunya lihat Drakor, Anak saya melompat kepangkuan saya yang sedang asik melihat film di Laptop.

Baca Juga : Si Peniru Kebaikan

Selang beberapa menit diam dipangkuan sembari ikut melihat Film tersebut, Dia mulai bertanya tanya tentang film apa yah, Itu ngapain yah, dan sebagainya. Dan saya jawab seperlunya.
Mungkin dia masih merasa belum puas dengan jawabab singkat saya, mulailah tangannya bergerilya meraba raba tombol keyboard dan touchpad hingga membuat film menjadi minimaze, pause bahkan keluar. Kemudia saya benerin lagi dan tetap melihat drama tersebut.

Kreatif anak

Dikutip Via Google

Mungkin anak saya geram melihat ayahnya lebih peduli sama Laptop dari pada Anaknya sendiri. Kemudia dia berdiri dari pangkuanku dan menutup laptopnya dan tidak mengizinkan saya untuk membukanya.
Alhasil saya tidak jadi lihat film lagi dan mulai mengajak anak saya jalan jalan keluar rumah.

Buang Buang Waktu

Bagi saya memainkan game tersebut hanyalah membuang buang waktu. Mungkin jika hanya membuang uang saja masih bisa dicari lagi, Tapi kalau soal waktu, “ Apa bisa Waktu berputar Kembali?

Dua tahun yang lalu tepatnya tahun 2014 bulan mei saya pernah mengalami kebutaan selama 4 bulan. Itu adalah waktu yang sangat berharga bagi saya untuk merenungkan apa sebab Allah memberikan cobaan seperti itu kepada saya.

Saya mengakui bahwa saya orang yang sangat teropsesi dalam dunia online khusunya bisnis online baik PTC, PPC, Multilevel, Bitcoin dan sebagainya.

mungkin karena mengurusi hal tersebutperhatian saya banyak tersita didunia maya. Saya lupa kenyataan bahwa saya punya keluarga nyata yang sangat perlu perhatian saya.

Tak bisa terbayangkan apabila saya tidak sembuh dari kebutaan tersebut, Saya mengalami 4 bulan tidak melihat itu saja membuat saya putus asa karena tak bisa melihat senyum anak yang baru berusia 8 bulan.

Intisarinya dari pelajaran berharga yang saya dapat adalah Uang bukan segalanya, Seberapapun nilainya jika Allah mengizinkan pasti saya bisa memenuhinya. Tapi Waktu tak akan bisa berputar kembali.

Sama halnya dengan game tersebut, saya tidak ingin teropsesi dan mengulang kesalahan yang sama seperti dibisnis online dulu. Saya juga tidak ingin waktu saya bermain dengan anak saya terbuang karena bermain game.

Dan yang tak kalah pentingnya, Waktu yang seharusnya untuk berkeluh kesah pada sang Maha Pencipta hanya digunakan untuk memanen elixir, gold dan sebagainya.

Hanya karena WAR atau lainnya harus rela bangun jam 12 malam, Tapi disaat sholat subuh yang bisa dikatakan sudah pagi, terlalu berat untuk bangun.

Saya meyakini bahwa Allah Maha Pencemburu melebihi istri saya, Allah maha perhatian dan selalu ingin diperhatikan hamba hambanya. Seandanya Allah cemburu dan menyuruh kita untuk tidur diluar bumi dan alam ciptaannya. Mau tidur dimana kita coba?
Didunia ini hanya ada satu hal yang tak bisa di beli dengan uang, Satu hal yang tak bisa dikembalikan dan ada satu hal yang tak bisa diperkirakan “WAKTU

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Semoga Bermanfaat

 

Iklan

5 pemikiran pada “Alasan Mengapa Saya Tidak Bermain Game Clash of Clan (COC), Meskipun Merupakan Game Terpopuler

  1. Ping balik: Jika Pasangan Anda Pendiam, Cerewet, Manja, Pencemburu, Berbahagialah Karena Type Wanita seperti itu adalah Wanita Setia | Pennadiri

  2. Ping balik: Sang Pengalih Perhatian | Pennadiri

  3. Ping balik: Bertaubat : Perubahan Yang Lebih Baik Itu Perlu! | Pennadiri

  4. Ping balik: Game Of Strategi | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s