Hewan Peliharaan Adalah Teman Dalam Kesendirian


Setelah melihat film “Marley and me” yang sangat mengesankan, sebuah film yang bercerita tentang persahabatan antara manusia dan hewan peliharaanya (anjing). Saya sangat terpaku & terharu di setiap saya memahami kisah dari film tersebut.

Dan yang paling berkesan adalah kalimat terakhir John dalam pemakaman Marley. MenurutJohn “Seekor anjing tak peduli apakah majikannya itu kaya atau miskin, pintar atau bodoh, kita hanya perlu memberikan hati kita setulusnya kepada anjing itu, maka ia akan memberikan segalanya pada kita”.

Dikutip via Google

Jadi, tidak salah kan?? Kalau hewan peliharaan merupakan teman yang terbaik, jika kita berikan kasih sayang setulus hati, mereka juga akan memberikan segalanya bagi kita. Sayang sekali anjing itu najis dalam islam padahal saya sangat ingin sekali memeliharanya….hehehehe :-p

Melihat film tersebut jad ingat masa lalu, Sayadulu  pernah mempunyai kucing bernama “Si kecil”. Kucing yang lucu berwarna putih ada sedikit warna hitam di ujung ekor dan di bagian perut sebesar jempol kaki.

Walaupun hanya seekor kucing kampung, tapi saya sangat menyanyanginya. Si kecil selalu menemani hari hari sepiku dulu. Mungkin si kecil ini merupakan Kucing terbaik yang pernah saya miliki.

Kenapa bisa dikatakan Terbaik?

Sikecil ini jago menangkap tikus tapi tak satu pun dari tikus itu yang dimakannya kebanyakan hanya dibuat mainan saja sampai mati, dengan adanya si kecil rumahku bebas dari hama tikus.

Sikecil ini kan tidurnya dikamar saya, disetiap dia mau BAB atau BAK  di malam hari, dia pasti membangunkan saya dengan caranya. Dengan mengedor gedor pintu kamar, memijiti saya kadang juga mengelus ngelus pipi saya dengan kepalanya agar saya bisa membukakan pintu kamar dan membukakan pintu rumah.

Pintu rumah tidak langsung saya tutup, saya menunggunya beberapa menit, biasanya kalau sudah BAB dia biasanya kembali kerumah dan melanjutkan tidur lagi

Sayang umur  kucing tidak begitu lama, dia mati saat usianya 4 tahun karena memang sudah tua, tapi hebatnya sebelum kematiannya datang dia seharian tidak mau pulang. Dia lebih suka diam di sawah dekat rumah saya. Walaupun saya angkat dia pulang ke rumah, dia akan kembali lagi ke situ dengan berjalan tertatih-tatih yang sangat memilukan hati. Hingga akhirnya genap 1 hari setelah itu dia meninggal kaku di sawah tersebut.

Sama seperti di film marley and me itu, si marley disaat kematiannya lebih sering meninggalkan rumah, mungkin dengan cara itu tuannya tidak melihat cara kematian hewan peliharaan yang disayangnya.

Sejak saat itu saya mencari pengganti dia, tapi tetap saja tidak bisa seperti “si kecil” dan kematian begitu cepat menghampiri pengganti itu. Hingga akhirnya saya memutuskan tidak akan memelihara kucing lagi apalagi sejak ada kakak ipar yang alergi sama kucing, toh memang tidak jodoh untuk merawat kucing  mungkin. hehehe….

Tapi setelah saya menikah, istri saya sama seperti saya yang menyukai Kucing. Dan kebetulan semenjak saya sudah punya istri, kakak saya dan istrinya pindah kerumahnya sendiri, Dia membangun sebuah rumah baru sebelah rumah yang saya tinggali.

Dengan istri saya mulai merawat kucing lagi, tapi kucing yang sekarang bukan kucing kampung. Tapi mencoba merawat kucing anggora walaupun harus sedikit merogoh duit untuk membeli makanan “sikuning”(nama dari kucing itu). Tapi sangat menyenangkan ketika Anak saya juga mulai bermain dengan sikuning.

Cuma kasihan juga dengan anak anak sikuning yang jadi bulan bulanan mainan si Naila. SiMity(warna kelabu),Simuktar(belang tiga warna) dan Siwisnu(warna abu abu kuning) adalah anak dari sikuning. Namanya diambil dari nama pemeran di film Uttaran yang setiap hari terpaksa saya lihat dikarenakan satu keluarga juga lihat. Mau tak mau saya juga ikut lihat walau tak begitu sering mengikuti.

Pernah saya mencoba memisahkan kucing ini dengan naila atau lebih tepatnya pindah rumah ke rumah kakak saya yang belum ditinggali. Sangat berbeda expresi dari anak anaknya sikuning ini, kebanyakan dari anak kucing ini hanya tidur tiduran saja, sangat berbeda ketika da dirumah walau teraniaya karena Naila tapi anak kucing ini sehat sehat aja malah anak kucing lebih sehat dan bersemangat dengan lari kesana kesini.

Ya jadi saya biarkan saja dirumah, selain saya bisa tetap menjaga makanan yang dibutuhkan kucing kucing saya juga adanya mereka menjadi hiburan kenengan sendiri bagi keluarga saya dan semoga si naila tidak keterlaluan memainkannya.

Kesimpulannya Sungguh benar kata John Grogan jika kita tulus sayang dengan peliharaan kita, cukup dengan memberi hati kita setulusnya, mereka akan memberikan segalanya bagi kita.

Semoga bermanfaat

 

Iklan

3 pemikiran pada “Hewan Peliharaan Adalah Teman Dalam Kesendirian

  1. Ping balik: Masa Kecilku, Masa Indahku | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s