Miracle of Ramadhan : Kehidupan dan Kesempatan Kedua


Miracle of Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan dan bulan penuh berkah bagi seluruh umat Islam didunia. Di bulan khusus ini semua amalan baik dilipat gandakan dan dihari “Lailatul qadar” setiap muslim yang beribadah di sepertiga malam akan mendapatkan pahala seperti ibadah selama 1000 bulan.

Sesungguh Kami menurunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadar tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lbh baik dari seribu bulan Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dgn izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan Selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (Al Qadar : 1-5)

Bagi saya Ramadhan adalah Kehidupan dan kesempatan kedua. Karena di bulan ini saya mendapat kesempatan kedua untuk melihat dunia, kesempatan kedua untuk berubah, dan kesempatan kedua untuk bertaubat dari dosa dosa yang lalu.

Tepat akhir bulan mei 2014 adalah hari dimana saya mendapat pelajaran berharga. Dihari itu saya mendapat teguran dari Allah Subhanahu Wata’ala berupa di hilangkannya indra penglihatan saya alias BUTA.

Bukan karena saya kecelakaan saya mengalami kebutaan,  awalnya saya hanya opname terkena gejala tipes. Setelah sembuh saya masuk kerja 2 hari dan disitulah mulai terlihat ada yang aneh dengan mata saya.

Di awal kerja setelah rehab tipes  mata kanan saya sedikit buram, karena saya kerja didepan komputer otomatis selama delapan jam kerja harus melototin layar monitor. Sebenarnya dihari pertama saya sudah merasakan keanehan karena melihat monitor kayak terlalu silau dan sedikit tidak terlihat tulisan dimonitor.

Dihari kedua kebetulan waktu itu saya masuk malam, di jalan saya harus menutup mata kanan agar bisa fokus dengan keadaan jalan, hampir juga saya menabrak beton yang ada di pinggir jalan karena tidak ada penerangan disekitar beton bangunan tersebut.

Dan dihari ketiga walau mata kanan tambah buram dan saya juga sudah kedokter specialis mata di Rumah sakit Raci. Saya masih tetap mainin komputer dan Hp, diwaktu itu saya masih aktif aktifnya dengan bisnis online mulai dari PTC (paid to Click), Bitcoin, Oriflame,  dan bisnis Multilevel lainnya.

Nah itulah kesalahan saya yang pertama, sudah tau sakit mati tapi masih saja ngurusin bisnis yang tak begitu besar keuntungannya. dan juga gara gara itu saya melupakan hal yang paling penting, Yaitu Perhatian ke Istri dan ke Anak yang ketika itu masih berusia 4 bulan.

buta

Genap seminggu mata kanan saya sudah tidak bisa melihat sama sekali, dan saya juga bawa ke dokter specialis mata di rumah sakit besar Unda’an di Surabaya. Hasilnya sangat mengejutkan.

Karena dokter specialis itu binggung dengan penyakit yang saya derita, karena secara medik baik tes darah maupun tes lain, tidak ada penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan. Bahkan dokter itu juga heran dengan penyakit yang saya derita. Dia hanya memperkirakan kalau saya mungkin terkena KANGKER OTAK.

Diwaktu itu saya dan keluarga saya yang ikut mengantar seperti kehilangan harapan. bahkan ditengah perjalan pulang saja terlihat bapak melamun sampai bersepeda ke tengah dan sampai dirumah bapak saya menangis dengan mengendong anak saya. Saya hanya bisa menghiburnya kalau penyakit itu belum pasti, kan untuk membuktikannya masih disuruh CT scan

ct scan

Dikutip Via Google

Disuruhlah saya untuk MRI (Magnetic resonance imaging) dan di CT scan di Rs. Adi Husada Surabaya. Hasilnya juga sangat mengejutkan waktu itu. Oh iya saya CT scan  itu setelah seminggu dari  Rumah sakit Unda’an. Dan keadaan saya sudah 100% Buta alias mata kiri saya juga ikutan tidak bisa melihat. Hasil CT scan juga tidak membuktikan saya ada penyakit yang berbahaya bahkan hasilnya seperti orang normal pada umumnya.

Nah yo, apa tidak binggung dengan fenomena ini, Saya yang sakit tidak begitu binggung sebenarnya, karena keluarga binggung saya jadi sedih dengan kebingungan mereka.

Tidak semua penyakit itu bisa dilihat dengan alat secanggih apapun, terkadang penyakit dibuat tidak terlihat agar kita menyadari sesuatu. Hanya kepada-NYA lah kita meminta kesembuhan

Singkat cerita, dibulan juni adalah hari ramadhan dan tepat pertama kali saya terawih, disitulah saya mulai melihat di mata kiri ada sebuah cahaya. Dan tepat di malam 17 mata kiri saya bisa melihat kembali.

Di malam Ramadhan ke 21 ada sepercik cahaya di mata kanan saya, dan alhamdulillah di waktu lebaran saya sudah bisa melihat dengan kedua mata saya, walau kedaannya masih sangat peka dengan cahaya dan fokus ke benda juga masih belum 100% fokus.

Pakai Obat apa saya bisa sembuh?

Saya bisa menyebutnya dengan obat “Miracle of Ramadhan”. Karena dibulan ramadhan tersebut merupakan bulan penuh ampunan. Dan hanya Allah Yang Maha Berkehendak yang bisa menyembuhkan saya.  Saya juga menyadari apa yang salah dengan diri saya dan saya bertekad untuk tidak masuk dalam lubang yang sama sampai selamnya, Semoga..

Miracle of ramadhan

Dan di Ramadhan tahun ini (2016) juga merupakan Bulan Kehidupan bagi saya, Pasalnya tepat 2 hari yang lalu (02-07-2016) istri saya melahirkan seorang Bayi perempuan. Itu merupakan anak kedua kami.

Sebenarnya kalau melihat hasil dari USG kemungkinan istri lahir masih kurang 2 minggu lagi sekitar tanggal 18 Juli 2016. Tapi saya juga yakin kalau dokter hanyalah manusia yang hanya bisa MENEBAK hanya berdasarkan keberuntungan mesin saja. sama seperti kasus yang terjadi pada saya. Tapi bukan berarti saya benci ke dokter, cuma ke dokter adalah bentuk ikhtiar/usaha kita dalam mencari kesembuhan.

Banyak kejadian aneh sebelum kelahiran anak saya ini, Dimulai istri yang bermimpi melahirkan 3 orang anak sekaligus di hari sabtu. Juga tentang omongan bidan tentang tanggal perkiraan kelahiran yang tidak menemukan patokannya.

Abaikan tentang mimpi, saya akan cerita tentang bidan saja, dihari jumat malam, saya  dan istri saya periksa ke bidan karena obat nya juga habis. Setelah periksa entah berujukan dari mana dokter memperkirakan kelahiran istri saya ini tepat hari sabtu tanggal 2 juli. Padahal di catatan tanggalannya, perkiraan kelahiran di awal periksa dulu itu tanggal 8 juli.

Ditengah bercandaan karena sibidan juga binggung kenapa mengatakan tanggal 2 padahal catatan asli tanggal 8. Saya juga bercanda dengan mengatakan ini

“ Memang besok kok Bu, biar enak istri saya karena udah capek dengan keadaan begitu, lagi pula kalau lahirannya pas lebaran kan ya Bu bidan mudik”

Begitu pula waktu sore hari saat kerja, waktu itu ada pemberitahuan untuk kerja lembur pada hari sabtu. Saya bercanda kepada rekan kerja di bagian IT dengan mengatakan untuk bisa mengantikan saya, karena saya mengatakan “saya tidak bisa lembur besok , karena besok istri saya melahirkan” tapi ucapan saya itu tidak sengaja dan bahkan hanya bercanda biar ada alasan untuk tidak masuk lembur.

Dan kenyataannya, Setelah sahur, istri mulai merasakan tubuhnya tidak enak, dan dia meminta agar membawanya ke Bidan untuk membicarakan keadaannya.  Tepat jam lima pagi mau berangkat kebidan, istri malah menjerit kesakitan. Saya fikir hanya kontraksi biasa, tapi kok tambah parah dan semakin histeris menjeritnya. Akhirnya pinjam mobil tetangga dan membawa istri ke bidan.

Tepat setengah enam sampai di Rumah bidan, Mungkin istri saya di jalan sudah menahan agar bayinya tidak keluar. Sampai di rumah bidan istri saya mengatakan “Anaknya mau keluar”. Kaget saya dengan statement istri saya tersebut.

Akhirnya saya gendong dengan dibantu Bu lek saya menuju kamar persalinan, Dan ternyata memang sudah terlihat rambut si Bayi. Singkat cerita bayinya keluar setelah 15 menit didalam kamar tersebut.

Sangat cepat proses persalinan anak kedua saya ini, dibanding si Naila dulu,  jam 7 pagi kebidan dan disuruh pulang lagi karena masih pembukaan yang pertama. Dan jam 11 kesana lagi sudah pembukaan ke empat dan akhirnya lahir jam 1 siang.

Setelah melahirkan saya sangat sibuk browsing browsing mencari nama untuk si bayi, sebenarnya sudah ada persiapan nama awal yaitu “Khoirun Nisa”. Nah masih mencari nama awal atau akhirnya yang masih belum ada ide.

Khoirun Nisa Azalia Ramadhani adalah ide nama yang saya dapatkan dari browsing tapi istri tidak mau karena terlalu panjang lebih dari 3 suku kata. Thalita Khoirun Nisa adalah nama kedua yang saya ajukan ke istri tapi dia juga menolak.

Pasti ada pertanyaan kenapa harus menyertakan nama “Khoirun nisa”?

Nama itu adalah titipan dari seorang Guru/ustad yang telah mengobati saya secara spiritual disaat mengalami kebutaan dulu. Eits, jangan berfikir negatif dulu tentang spiritual.

Yang saya maksud dengan spritual disini bukan ghoib atau dukun dan sebagainya, spritual disini adalah dia yang menunjukkan kenapa saya diberi penyakit ini sama Allah Subhanahu wata’ala.

Dia juga menyarankan untuk berhenti dengan bisnis tidak jelas, dia juga mengigatkan apa yang kau korbankan saat sakit seperti ini (istri,anak dan keluarga), dan beliau juga yang mengisyaratkan agar saya puasa serta meminta ampunan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Miftah Khoirun Nisa

Miftah Khoirun Nisa

Karena alasan tersebut saya menyertakan nama “khoirun nisa” agar menjadi berkah sendiri kepada saya, ingat nama seseorang adalah Doa yang paling tinggi yang diimpikan orang tua. Apalagi itu pemberian Guru yang semoga menjadi berkah bagi saya pribadi dan menjadikan si Anak sesuai dengan nama tersebut “ Wanita yang baik

Akhirnya dirumah saya pinjam buku nama nama bayi dari sepupu saya, dan menemukan nama “miftah”. Dan istri saya awalnya juga tidak begitu setuju, tapi saya paksa setuju karena kata guru saya itu nama yang bagus, Miftah kalau di alquran seperti surat Al-fatikhah. Dan semoga menjadi Ibu yang baik kelak seperti Al-fatikhah yang menjadi Ibu dari surat surat di Alqur’an. Dan pada akhirnya saya memutuskan menamainya dengan nama :

” Miftah Khoirun Nisa “

yang artinya “Pembuka/Perintis Kebagusan para Wanita”. Semoga dengan nama itu menjadi doa yang saya panjatkan untuk si Anak menjadi Gadis yang sesuai harapan kami sebagai orang tua yaitu menjadi Wanita Sholihah (anak Sholihah dan Istri Sholihah).

Amin

Ucapan Lebaran idul fitri 1437 H

Iklan

16 pemikiran pada “Miracle of Ramadhan : Kehidupan dan Kesempatan Kedua

  1. Subhanallah….rambutnya lebar bener mas. Semoga jadi anak sholeha. Amiin.

    Ponakan saya juga Miftah mas. Miftahul Ulum. Cowok. Tapi dia pernah bilang pengen ganti nama jadi miftahul jannah. Lebih keren katanya 🙂

    Suka

  2. Ping balik: Beratnya Biaya Aqiqah Anak? | Pennadiri

  3. Ping balik: Haruskah Tetap Berkarya di Worsped? | Pennadiri

  4. Ping balik: Pencapaian di Bulan Ramadhan | Pennadiri

  5. Ping balik: Apa Arti Senja Dalam Hidupmu | Pennadiri

  6. Ping balik: Berkendara  Saat Hujan Mengingatkanku Tentang Banyak Hal | Pennadiri

  7. Ping balik: Kehilanganmu Adalah Hal Yang Belum Terpikirkan Olehku | Pennadiri

  8. Ping balik: Puasa Dan Logikanya Rasa Lapar | Pennadiri

  9. Ping balik: Apa Yang Biasa Dilakukan Saat Ngabuburit Dibulan Ramadhan | Pennadiri

  10. Ping balik: Tips Agar Tidak Mengantuk Saat Sholat Terawih | Pennadiri

  11. Ping balik: Anniversary ke-1 : Tahun Pertama Yang Menyenangkan | Pennadiri

  12. Ping balik: Sekali-Kali Kita Perlu Lihat Kebawah | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s