Pencapaian di Bulan Ramadhan


ramadhan penuh berkah

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Senang dan sedih ditinggal oleh bulan Ramadhan. Senangnya dengan berakhirnya ramadhan berarti hari menuju kemenangan sudah tiba. Ya, Selama sebulan penuh kita harus menahan haus,lapar, amarah dan godaan godaan lainnya dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Tubuh yang mulai terbiasa berpuasa akan segera terkagetkan dengan berbagai camilan camilan di bulan syawal nanti. Tak hayal banyak setelah syawal berbagai penyakit mulai menghampiri, Ya semoga di hari lebaran nanti kita kembali suci tanpa adanya gangguan penyakit karena kagetnya tubuh yang sudah terbiasa berpuasa.

Sedihnya, ketika ditanya apa yang sudah kamu capai di bulan ramadhan?

Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah dan ampunan, di Ramadhan ini kita di ingatkan untuk saling berlomba dalam hal kebaikan. Karena kebaikan sekecil apapun akan dilipat gandakan pahalanya.

Selepas dari bingar bingar tentang puasa akan bulan pengampunan, apakah anda yakin ketika beribadah di bulan ramadhan akan menjadikan anda terampuni dari dosa dosa. Pada dasarnya kita tidak tahu seberapa banyak dosa yang kita hasilkan tiap hari dan sebeapa banyak pahala yang kita lakukan bisa menutupi dosa dosa kita tiap harinya. Ya semoga kita merupakan orang yang beruntung mendapat pengampunan-NYA.

Baca Juga : Miracle of Ramadhan (Kehidupan dan Kesempatan Kedua)

Kalau saya, bulan amadhan adalah sebuah kesempatan besar untuk memperbanyak pahala agar bisa menyeimbangkan dosa saya kelak di yaumul Hisab. Karena saya sendiri sadar bahwa puasa yang saya lakukan dibulan ramadhan ini jauh dari kata khusuk apalagi sempurna. Dan mudah mudahan sih diterima sama Allah Subhanahu wata’ala.

Saya menyadari dengan menahan lapar dan haus ketika puasa bukanlah suatu yang sulit. Apalagi kita tinggal di Indonesia yang notabennya hanya 13-14 jam kita berpuasa, dibanding dengan yang berpuasa di Negara eropa yang bisa mencapai 17 jam.

Yang sangat sulit adalah mengisi hari hari dengan ibadah ketika bulan puasa tiba, tapi memang waktu yang tak mendukung karena bebagai kesibukan seperti kuliah, kerja, dan lain sebagainya.

Terlebih lagi mengisi kekosongan hati dan pikiran dengan hal yang baik. Kebanyakan orang temasuk saya sulit sekali untuk tidak seharipun untuk tidak melihat keburukan orang, entah sengaja atau tidak kalau kita bekerja ataupun kuliah yang namanya mata tetap bisa mencari celah untuk bisa melihat keburukan orang.

Alhasil semua kejadian yang kita lihat menjadi unek unek dalam hati. Beruntung kalau hanya diam dalam hati, terkadang mulut ini tak bisa menahan yang sedang begejolak dalam hati, apalagi hal tesebut berhubungan dengan kejelekan atau kelemahan orang yang menunjukan betapa hebatnya kita.

Yah memang itu bukan pekara mudah untuk ditaklukkan,karena Rosululloh sendiri pernah mengatakan bahwa akan ada perang yang melebihi perang badar, yaitu perang melawan hawa nafsu.

Nah itulah sebabnya saya sedih ketika ramadhan sudah berakhir ditahun ini. Karena pencapaian dibulan ramadhan hanya dengan melakukan puasa sebulan penuh tidaklah cukup kalau hati kita tidak bersih melewati hari demi hari dibulan ramadhan tesebut.

Amalan seperti Khatam Alqur’an juga belum bisa saya lakukan secara istiqomah, jadi jika memang harus terhenti di juz ke-8 adalah hal yang wajar saya dapatkan dengan tingkat kemalasan seperti itu.

Dhuha dan sholat qiyamul lail juga sama tak istiqomah seperti khatam alqur’an tersebut. Beralasan dengan masuk kerja malam jadi tidak sholat malam juga percuma toh sholat tersebut juga bisa dilakukan saat rehat tiba, Dhuha juga begitu, jadi tidak ada alasan sebenarnya untuk melakukan hal baik. Kitanya aja yang mempunyai seribu alasan untuk membenarkan dan mewajarkannya.

Hanya ada satu pencapaian yang bisa saya lakukan dibulan ramadhan tahun ini.

SholatTerawih full 30 hari

Dalam sejarah saya dari mulai mengerti cara sholat sampai sekarang diumur ke-27, baru tahun ini saya bisa melaksanakan sholat terawih full 30 hari.

Biasanya disaat awal saya sangat giat untuk sholat terawih. Ketika di tengah bulan puasa, banyak alasan untuk tidak ikut terawih, dimulai capek kerja, capek habis ngabuburit main bola, atau sibuk kencan karena siangnya tidak bisa kencan saat puasa, hahaha (padahal kencan malam hari juga dosanya sama loh).

Tapi untuk kali ini saya sudah membulatkan tekat dalam dalam untuk menyelesaikan sholat terawih 30 hari. Keinginan ini sudah 2 tahun lalu saya ikrarkan, tapi selalu kandas gara gara ajakan futsal setelah maghrib, ajakan beli baju diluar kota sekalian buka bersama, ajakan buka bersama dari teman smk, teman smknya istri, bahkan teman kerja.

Dan ditahun ini ajakan begitu juga banyak. Dan kebetulan istri juga hamil tua jadi untuk ajakan teman temannya istri bisa di skip begitu saja. Ngabuburit main bola juga saya hindari dengan alasan anak. Dan Buka bersama baik dari teman sekolah maupun teman kerja juga saya menolaknya secara halus. Saya hanya bilang “kalau buka bersamanya sekitar jam 8 malam saya ikut”.

Senang sekali tadi malam bisa menyelesaikan sholat terawih terakhir bulan ini, memang hanya itu yang bisa saya capai sekarang, semoga tahun depan saya masih diberi kesempatan untuk bisa berpuasa di bulan ramadhan lagi. Tentunya dengan pencapaian yang lain serta menjaga agar pencapaian tahun ini juga akan tercapai tahun depan.

Cukup sekian curhatan saya

Wassalammualaikum Warohmatullohi Wabarokatu.

 

Iklan

4 pemikiran pada “Pencapaian di Bulan Ramadhan

  1. Ping balik: Seruan Hati dan Pengorbanan Diri | Pennadiri

  2. Ping balik: Niat Untuk Menunda | Pennadiri

  3. Ping balik: Jangan Beranggapan Istri Tidak Bekerja Akan Mengganggu Perekonomian Keluarga | Pennadiri

  4. Ping balik: Tips Agar Tidak Mengantuk Saat Sholat Terawih | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s