Jika Tidak Ada ini, LEBARAN Terasa Ada Yang Kurang


lebaran

Setelah kita menghabiskan waktu untuk perbuatan atau amal baik di bulan Ramadhan ini, maka disetiap puasa pasti ada hari kemenangannya. Lebaran atau Idul Fitri adalah hari dimana kita menjadi suci kembali, terlepas dari segala dosa serta hari yang tepat untuk saling meminta maaf dan bersilaturohmi ke sanak keluarga dan ke masyarakat lain.

Dihari lebaran ini banyak tradisi tradisi unik disetiap daerah di negeri INDONESIA ini. Dimulai dengan petasan yang di rangkai dan digantung disebuah tiang bambu yang tinggi. Yang mana ada cerita yang khas dan seru setelah petasan itu selesai.

Dimulai dari dentuman kecil sampai dentuman paling keras di ujung tiap paling tinggi, Bau petasan dan kabut yang tebal di sekitar area petasan di nyalakan, dan juga sampah kertas yang terpotong kecil kecil yang berserakan di jalan jalan tiap gang daerah saya.

Ada juga tradisi ketupat yang tidak pernah ada selain di bulan syawal ini. Dengan opor ayam yang menggugah selera serta bentuk dan rasa dari ketupat itu sendiri yang menjadi khas dan pantas untuk dipelihara dan dijaga warisan budaya ini.

Kalau di Keluarga saya ada satu hal yang harus ada di setiap lebaran seiring dengan majunya zaman. Tradisi menyediakan makanan ringan yanng disajikan ke setiap tamu yang berkunjung.

Tapi dewasa ini makanan ringan yang disajikan sudah sangan berbeda dengan zaman saya kecil dulu. Dulu makanan yang disajikan kebanyakan dari buah tangan sendiri sedangkan untuk zaman sekarang kebanyakan masyarakat berlomba enak enakan atau mahal mahalan makanan ringan yang disajikan di setiap meja tamu.

Dan kebanyakan makanan tersebut merupakan buatan pabrik, mereka beralasan karena lebih simple dan tidak repot repot harus membuat makanan ringan sendiri dan mereka juga mengungkapkan tidak ada waktu untuk membuat makan tersebut (Padahal Sabtu dan Minggu biasanya juga Libur Kerja). Tidak ada kesempatan untuk membuat makanan tersebut karena anak anak masih kecil (Padahal anaknya juga bermain sendiri).

Dikeluarga saya ada satu makanan ringan yang harus ada di setiap hari lebaran yaitu kita menyebutnya dengan “Kerupuk Puli”. Untuk rasanya sendiri tidak begitu mewah dan layaknya kerupuk pada umumnya gurih dan renyah.

kerupuk Puli

Dikutip Via OLX

Tapi dewasa ini makanan ringan produksi pabrik dari kue, cokelat dan sebagainya itu memang enak dan manis dilidah tapi jika berlebihan akan menambahkan rasa “BLENGER” atau bahasa umumnya yaitu bosen, jenuh. Karena cita rasa kue  dan cokelat memang sama dengan kebanyakan makanan yang kita santap di hari hari biasa.

Berbeda dengan kerupuk ini, orang tidak akan membuat kerupuk tersebut jika tidak ada event keluarga ataupun hari lebaran seperti ini. Jadi orang akan makan kerupuk tersebut sampai tidak sadar sudah menghabiskan separuh toples atau tempat dari kerupuk tersebut dikarenakan cita rasa yang begitu unik dan jarang sekali dinikmati di hari hari biasa.

Kalau menurut saya bukan rasanya yang asik tapi lebih ke proses pembuatannya. Karena saya sering ikut andil dalam pembuatannya dan saya sering kecewa kalau saya tidak dilibatkan dalam proses pembuatannya.

Bahannya sangat sederhana yaitu tepung beras, kanji, bawang putih, masako dan obat PULI (saya tidak tau Obat Puli itu apa, mungkin sejenis bahan dasar yang digunakan untuk membuat kerupuk). Peralatannya juga sangat sederhana cukup sediakan Panci/Sabluk, dan beberapa Tutup dari Panci/Sabluk.

Cara membuatnya cukup sederhana, setelah adonan kerupuk sudah siap dengan takaran bahan yang pas. Tinggal panaskan Panci yang sudah berisi air sampai mendidih, selagi menunggu air mendidih kita ambil tutup panci dan ambil satu cuil dari adonan dan letakkan secuil adonan ke permukaan bagian dalam tutup panci. Pipihkan adonan yang menempel di tutup panci tersebut  sampai tipis. Tipsnya semakin tipis berarti kerupuknya akan lebih renyah, tapi kalau kalau terlalu tipis akan sulit untuk mengambil kembali adonan yang melekat pada tutup panci yang sudah makan.

Kerupuk PuliSetelah adonan sudah penuh terpasang di tutup panci, masukkan tutup panci tersebut ke panci yang berisi air mendidih. Tunggu 3-5 menit adonan sudah matang.

Lepas adonan tersebut dari tutup panci dan letakkan ke sebuah nampan atau tempat yang mana digunakan untuk memanaskan atau mengeringkan adonan dengan bantuan terik matahari. Setelah adonan kering biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari proses pengeringan untuk hasil yang bagus, adonan siap untuk digoreng dan kerupuk siap untuk di santap.

“Note: Alasan saya mengapa sangat kecewa kalau tidak ikut dalam pembuatannya karena tidak lain pada saat proses pelepasan adonan yang matang dari tutup panci ke wadah untuk pengeringan, disaat adonan tidak berbentuk dengan bagus atau rusak, saya memakan adonan tersebut. Bagi saya yang sudah melakukan hal tersebut sejak kecil sangat menyenangkan dan menurut saya juga rasa yang unik dilidah. Walaupun saran saya jangan meniru apa yang saya lakukan karena kalau tidak terbiasa entar bisa sakit perut .

Bahan Membuat kerupuk takaran 1 KG

  1. 1 Kg Tepung Beras
  2. ¼ Kanji
  3. Bawang putih secukupnya
  4. Masako 1 bungkus
  5. Obat puli 2 bungkus ( biar tidak lengket ditutup panci, kalau masih lengket, tambahkan saja saja obat puli lagi)
  6. Garam bila adonan kurang asin (tapi biasanya Ibu saya jarang mengunakan garam karena takaran tersebut biasanya sudah cukup asin)

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu.

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “Jika Tidak Ada ini, LEBARAN Terasa Ada Yang Kurang

  1. Obat puli itu ada yang nyebut dengan bleng mas. Sebenarnya kalau nggak salah itu nama lain borax. Ibu mertua sudah nggak pakai obat puli lagi kalau bikin kripik ini. Dan krupuk ini makin endess kalau dimakan sama bumbu pecel…

    Suka

  2. Ping balik: Hal-hal Yang Perlu Disiapkan Menjelang Lebaran Masa Kini | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s