Bahagia Itu Sederhana.


Dikutip Via Google

Pernah melihat orang GILA dipinggir jalan tidak?

Pernakah melihat orang gila tertawa dengan sendirinya tidak?

Dari melihat orang gila tersebut bisakah kita menyimpulkan “Bahagia itu Sederhana”.

Hahaha, Ya saya tahu, pastinya banyak yang menyangkal hal tersebut bisa disebut dengan bahagia. Karena pada dasarnya orang gila sudah

kehilangan akal untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang membuat sedih dan galau dan mana juga yang bisa membuat bahagia, tertawa bahkan menangis.

Tapi lihat dari sudut pandang yang lain, Oke mereka (orang gila) tidak mempunyai akal, kita abaikan tentang hal tersebut. Mereka yang tidak mempunyai rumah karena mereka juga lupa dengan arah pulang, mereka yang tidak mempunyai uang yang pada dasarnya tidak mengerti arti uang, dan tidak mempunyai keluarga baik memang mereka diusir atau memang keluarganya sudah tidak mengakuinya.

Selapas dari itu semua, mereka dengan segala bentuk kekurangan sesuatu yang biasa membuat orang normal lainnya bahagia, tertawa dan tersenyum bangga. Tapi mereka tetap bisa hidup dengan tertawa walau tak mempunyai uang, rumah dan keluarga.

Kenapa kita tidak mencontoh orang gila untuk bahagia?

Pertanyaan “Edan”. Mana bisa orang normal disamakan dengan Orang gila untuk ukuran Bahagia.

Sabar ya Pak,Bang,Bu,Tante… pertanyaannya memang sedikit ngelantur karena memang yang nulis lagi begadang ditengah malam akibat terjaga dan tidak bisa tidur  dan sedikit ngelindur.

Coba kita renungkan sejenak tentang orang gila ini. Kita sudah tahu yang namanya orang gila tidak mempunyai akal, tidak mempunyai uang, kadang tidak mempunyai keluarga dan rumah untuk bersinggah. Tapi kenapa mereka masih HIDUP?

Itulah yang tidak pernah kita sadari, orang gila tanpa akal, tanpa uang dan tempat bernaung masih bisa HIDUP. Bolehlah kita mengatakan bahwa orang gila dapat makan dari sumbangsi dari orang lain. Atau banyak tempat berteduh dikolom jembatan untuk tinggal atau tidur di pelataran rumah orang.

Tapi seandainya dibalik Anda yang makan dari sumbangsi orang lain dan tinggal dikolong jembatan . apakah anda yakin anda bisa HIDUP layaknya orang gila itu HIDUP.

Bukannya kita mempunyai TUHAN yang maha adil. Ya, Dialah Allah Subhanahu wata’ala yang menjadikan orang gila ini Hidup walau dengan keadaan seperti itu.

Bisakah kita menyebut sumbangsi dari orang lain adalah Rezeki dari Allah untuk orang gila ini melalui tangan orang lain. Dan Nikmat sehat walau dengan tidur dimanapun dan dicuaca apapun  adalah pemberian dari Allah.

Begitu juga dengan ukuran bahagia, banyak orang yang mempunyai segalanya baik mobil, rumah mewah dan gaji yang besar bingung untuk membuat harinya bahagia.

Kenapa saya mengatakan demikian, kadang orang kaya itu bingung untuk membuat dririnya tambah kaya dengan segala mimpi mimpi besarnya. Bisa kita lihat para koruptor yang menyimpan segitu banyaknya uang dengan cara tidak halal tapi ukuran makannya hanya 3 kali sehari layaknya orang pada umumnya.

Kita kembali dengan bercermin dengan orang gila tadi, dari sini saja kita sudah bahagia dengan melihat orang gila ini.  Bahagia karena kita masih mempunyai akal yang sehat ketimbang orang gila ini. Kita diberi nikmat Akal yang sempurna dan penghidupan yang layak karena sumbangsi dari akal kita sendiri.

Jadi Bukankah “Bahagia itu Sederhana”. Ketika kita sadar apa yang kita miliki dan MENSYUKURINYA, disitulah Kebahagian yang Hakiki berada.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu.

 

Iklan

9 pemikiran pada “Bahagia Itu Sederhana.

  1. Iyess bner, pada prisipnya semakin kaya seseorang semakin banyak juga utangnya, kita bisa aja ngeliat mobil-mobil mewah seliweran tapi kita mungkin ga tau kalo mereka membelinya dengan sistem nyicil. Hari gini jamannya touch up, bukan foto doang yg di-touch up tapi kelakuan orang2nya juga. Emang mesti banyak2 bersyukur, dengan bersyukur insya Alloh rejeki kita nambah, jadi kalo bang pennadiri punya istri cuma satu, bersyukurlah, insya Alloh nanti nambah heheheh..

    Disukai oleh 1 orang

  2. Orang Gila keliahatan bahagia karena sukses melepaskan segalanya termasuk melepaskan kesadarannya hehe..

    Tapi ga semua siih, ada juga orang gila karena stress jadinya marah-marah mulu, murung jarang keliatan senyum..

    Mungkin orang gila pun bertingkat-tingkat kebahagiaannya.. Hihihi..

    Salam…

    Suka

  3. Ping balik: Cara Menyikapi Masa Lalu Yang Selalu Membayang | Pennadiri

  4. Ping balik: Mencintai Itu Harus Rela Tersakiti Agar Bisa Memahami Arti Cinta Yang Sebenarnya | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s