Mungkin 3 Anak Cukup?


coba-lagi

Ir, istrimu sudah melahirkan ta?” tanya seorang mbak mbak menyapa saya saat berpapasan disela istirahat kerja.

“Alhamdulillah mbak, sudah lahir sebelum lebaran kemarin” jawabku

“Apa jenis kelaminnya Ir?” mbaknya kembali tanya.

AlhamdulillahCewek lagi mbak” Ujarku singkat.

Wah cewek lagi, bisa Coba Lagi!” celoteh mbaknya dengan ekspresi menyebalkan.

@_@%$- X__X?!

Coba Lagi“. Apa coba maksud pernyataan itu, dengan sudah mempunyai

2 anak dengan jenis kelamin cewek mengharuskan saya untuk mengusahakan mempunyai anak laki laki. Astaga mbak, itu terserah Allah mbak dikaruniai anak jenis kelamin apa?.

Kata Coba Lagi itu juga sama artinya dengan sebuah tes keberuntungan, yang mana kalau tidak mendapat anak laki laki harus mengulang hingga akhirnya dapat. Hello mbak, persalinan bukan tentang permainan keberuntungan, persalinan itu tentang Hidup dan Mati. Persalinan juga tentang sebuah pengorbanan wanita untuk kehidupan baru. Bagaimana bisa mbak bisa mengatakan dengan nada enteng dengan kata Coba  Lagi.

Lahir secara normal dan dengan keadaan selamat baik anak dan ibunya saja itu sudah cukup buat saya. Jenis kelamin anak bagi saya itu tidaklah penting. Yang penting bagi saya bayi keadaan normal tanpa cacat apapun dan semoga apapun jenis kelaminnya semoga menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi anak Sholeh atau Sholehah.

Sebenarnya kalau dari saya sendiri memang menginginkan sosok 3 anak dalam keluarga kecil saya ini. Bukan berarti saya menginginkan di anak ketiga harus cowok. Dan bukan saya meng-iyakan perkataan mbak mbak tersebut tentang Coba Lagi.

Kalaupun seandainya dengan izin Allah Subhanahu wata’ala saya dikaruniai anak lagi berjenis kelamin cewek, bukan saya kembali ingin mempunyai anak lagi sampai saya di karuniai anak laki laki. Karena memang sudah dari awal pernikahan saya dan istri mendambakan 3 anak saja dalam mengarungi kehidupan ini.

mungkin cukup 3 anak, coba lagi

Dikutip via google

Seperti yang sudah saya jelaskan, bagi saya keselamatan anak dan ibunya adalah hal terpenting ketimbang mempermasalahkan jenis kelamin anak. Serta tentang persalinan itu sendiri yang mempertaruhkan nyawa istri saya.

Sebenarnya saya tidak tega dalam memposisikan istri seperti itu (melahirkan anak lagi). Mengingat istri harus mengalami susah makan dan mual mual selaa tiga bulan di awam kehamilan, jalan kemana mana terasa berat karena perut sudah memulai membesar, dan juga harus hati-hati dalam menjaga porsi makan serta harus hati-hati dalam melindungi kandungan selama 9 bulan yang pasti bagi semua ibu yang mengalami hal itu tidaklah gampang. Tapi bagaimanapun juga itu sudah keputusan kami dari awal untuk .mempunyai 3 anak saja.

Kalau boleh jujur, disaat ta’aruf dan tunangan dulu, saya dan istri malah berencana mempunyai 6 anak. Kami juga tidak mematok jenis kelamin apa saja. Tapi setelah menikah dan mempunyai satu anak membuat kita mengubah rencana untuk mempunyai 3 anak saja. Mengingat proses persalinan anak pertama terasa begitu kesakitan istri saya, walau sebagian kata orang, proses persalinan tersebut terhitung berjalan lebih cepat dari umumnya.

Banyak dari orang orang yang mendambakan mempunyai keturunan cewek dan cowok bersamaan. Tapi kalau sudah takdirnya hanya mempunyai anak laki laki saja atau perempuan saja. Terus apa mungkin harus melakukan proses kehamilan walau sudah mempunyai anak lebih dari 5 agar mendapat apa yang di inginkan. Atau haruskah menyalahkan istri karena hanya melahirkan anak perempuan saja atau laki laki saja. Atau bahkan menyalakan Tuhan? Astaghfirullah hal’adzim.

Tapi saya sudah berdoa agar dikaruniai anak laki laki  (dan sebaliknya)”

Hati-hati dengan doa tersebut, karena kita tidak tau bagaimana Allah mengabulkan dan kapan hal itu terjadi. Karena sesungguhnya rezeki dikaruniai anak adalah Takdir yang sudah ditulis di lauhul mahfudz sejak belum terciptanya alam dunia.

Dan berdoa agar dikaruniai anak dengan kriteria jenis kelamin tertentu tidaklah benar. Dan bisa bisa membahayakan karakter dari si anak. Hal ini pernah saya bahas di artikel saya sebelumnya tentang “Jangan berdoa meminta dikaruniai anak dengan kriteria tertentu“.

Selepas dari kata “ Coba Lagi“. Saya menyakinkan kepada mbak mbak tadi bahwa memang saya akan merencanakan untuk mempunyai anak lagi atas izin Allah. Mungkin setelah 5-7 tahun mendatang. Tapi jika Allah memberikan lebih kepada saya dan istri saya mempunyai 6 anak. Ya syukur Alhamdulillah.

Semoga seberapapun anak yang dikaruniakan kepada kami, semoga menjadi anak yang Sholeh Sholehah dan berbakti kepada orang tuanya, serta semoga menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain disekitarnya. Amin

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatu

Iklan

9 pemikiran pada “Mungkin 3 Anak Cukup?

  1. Mau komen soal pernyataan ‘haruskah menyalahkan istri karena melahirkan anak perempuan atau laki-laki saja?’

    Saya sendiri suka kesal dengan suami-suami yg menyalahkan istrinya karena melahirkan anak jenis kelamin tertentu saja. Kenapa? Karena pada kenyataannya jenis kelamin bayi itu ditentukan oleh sperma suami (kromosom X dan Y). Ada laki-laki yang spermanya dominan X (jadinya anak perempuan), ada yang Y (jadinya laki-laki), ada juga yg proporsinya seimbang.

    Jadi laki-laki justru yg lebih berperan dan patut untuk disalahkan #eh :p

    Suka

    • wah untuk ideologi kedokteran saya gak begitu mengerti..
      sebenernya gak harus saling menyalahkan. toh yang berusaha masukin X dan Y kan mereka berdua. hahaha
      Tapi kalau suami beraggapan seperti itu itu tandanya kurang bersyukur dengan apa yang diberikan kepadanya.
      suami tersebut tidak berfikir bahwa di dunia ini loh banyak pasangan yang tidak beruntung mendapatkan anak.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Keinginan Terpendam | Pennadiri

  3. Ping balik: Hal-hal Yang Perlu Disiapkan Menjelang Lebaran Masa Kini | Pennadiri

  4. Ping balik: Hal-Hal Yang Perlu Dibicarakan Antara Calon Suami Dan Istri Sebelum Hari Pernikahan | Pennadiri

  5. Ping balik: Cerita Konyol Tentang Poligami | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s