Rezeki Yang Tak Seharusnya


 

rezeki1Pak, Gajiannya Kurang satu hari” Celoteh Karyawan kepada HRD

Sering kali saya mendengar hal itu setelah slip gaji dibagikan, saya sering mendengar itu karena memang letak kerja saya dan orang staf lainnya kebetulan dalam satu ruangan. Eits jangan mengira saya adalah orang kantoran/ staf. Tapi kebetulan saja komputer beserta alat pendukung seperti digitizer dan plotter (printer besar buat mencetak gambar besar) yang saya pakai berada dalam kantor/ruangan yang sama.

Sudah sewajarnya karyawan menuntut akan hak gajinya, jika memang gaji yang diterima kurang, saya rasa hal yang wajar bagi setiap karyawan untuk meminta atau claim atas kekurangan gaji yang diterima.

Tapi Seandainya Gajinya ada Lebihan dari yang seharusnya’ apa mereka akan jujur untuk masalah ini

Pernah sewaktu dulu dimasa saya masih single (Sekitar tahun 2010), saya pernah mengalami hal tersebut. Slip gajian saya lebih dari yang seharusnya, Yang mana dalam satu bulan saya tidak masuk 1 hari seharusnya, tapi di slip gaji saya mendapat gaji satu bulan full dan tambahan uang lembur 8 jam.

Jadi yang seharusnya gaji sebulan 1,050,000 (UMR)-47800 = Rp. 1,002,200

Yang saya dapat haji satu bulan 1,050,000 + 67,800 (Lembur 8 jam) = Rp. 1,117,800

Jadi Gaji yang bukan hak saya = Rp. 115,600

Saya sadar kalau saya ada lebihan gaji yang seharusnya tidak untuk saya, tapi dulu masih ABG labil yang suka khilaf disengaja. Akhirnya saya ambil uang itu tanpa harus claim lebihan gaji itu kepada HRD.

Efek positifnya adalah saya mempunyai uang lebih buat foya foya hangout dengan teman teman. Efek positif disini adalah pembelaan saya dulu saat remaja yang menganggap uang itu rezeki tak terduga, karena saya jarang protes saat ada potongan potongan kecil baik terlambat kerja atau pajak dan sebagainya. Jadi saya mengangap rezeki tersebut adalah ganti dari kesabaran saya akan potongan potongan kecil itu.

Dibilang positif juga tidaklah benar, karena uang uang seperti itu tidaklah berharga baik diakherat entar maupun didunia. Disamping uang panas seperti itu lebih cepat habis dan juga ada dampak buruk bagi kita sendiri didunia.

Dampak buruk didunia itu seperti kisa nyata saya dan mungkin karena hal itu saya sekarang tidak berani mengambil kelebihan gaji seperti itu,  Memang mendapat tambahan uang gaji buta 150 ribu sangatlah lumayan buat jalan jalan semasa tahun itu.

Tapi balasan dari Yang Maha Adil juga setimpal bahkan lebih dari nominal yang saya dapat. Jadi ceritanya dulu dalam sebulan saat memengang uang bukan hak saya,  membuat saya kehilangan uang 300 ribu , HP saya (Nokia 3200) masuk ke closet serta rantai sepeda putus ditengah jalan. Kejadian itu berturut turut setelah uang gajian itu saya dapat. Ya Alhamdulillah saat rantai putus itu saya tidak mengalami kecelakaan yang berarti.

Saat dirumah saya merenungi hal tersebut, mungkin ini adalah teguran buat saya karena saya mengambil uang yang bukan hak saya. Dari situlah saya mulai tidak melakukan hal tersebut sampai sekarang. Mengingat Teguran Allah itu nyata, dan kalau sudah ditegur tapi masih nbangkang berarti saya termasuk orang yang sombong. Dan sebaik baiknya tempat orang sombong adalah NERAKA, Naudzubillah.

Apalagi sekarang saya mempunyai istri dan anak, mau jadi apa kalau saya menghidupi keluarga saya dengan uang seperti itu. Jadi sekarang disaat ada lebihan gaji saya akan bilang saya ada lebihan ke HRD.

Mungkin karena sering melakukan claim saat kelebihan gaji, pernah saya sakit yang mengharuskan cuti selama 4 bulan. Saya menerima gaji buta separuh dari gaji tiap bulannya. Karena saya merasa tidak enak, saya telpon ke HRD akan gaji yang saya terima itu. Akhirnya HRD bilang “Gak apa apa, terima saja, itu adalah gaji pemberian dari perusahaan”. Alhamdulillah..

Nah, Kesimpulannya adalah Keadilan Tuhan itu NYATA. Kalaupun kita mengambil uang yang bukan hak kita (gaji buta) pasti akan ada efek buruk dalam kehidupan kita, Syukur syukur dampak itu hanya balik ke kita sendiri didunia ini. Kalau dampaknya ke anak-anak kita, seperti Anak yang semakin bandel, bicara jorok, tidak menghormati orang yang lebih tua,suka bikin onar maupun membangkang kepada orang tua sendiri. Atau dampaknya malah disimpan oleh Allah untuk kehidupan kita di hari Pembalasan. Apa kita tidak merugi..

Secara logika seandainya uang itu dikembalikan ke HRD kita juga tidak merasa rugi akan kehilangan itu, karena pada dasarnya kita tidak kehilangan apapun. Justru seandainya kita tetap mengambil uang tersebut, kita untung untuk sementara dan rugi dengan nominal yang lebih besar setelahnya serta sangat merugi di akhirat nanti.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu.

Semoga Bermanfaat

*Note  : perhitungan  gaji itu adalah sebuah estimasi saya, karena saya lupa berapa gaji UMR tahun 2010

Iklan

3 pemikiran pada “Rezeki Yang Tak Seharusnya

  1. Ping balik: Perihal Diri | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s