Memory Kala Hujan Kemarin


Hujan-kemarinKemarin Hujan lebat turun ketika saya berkendara saat pulang kerja. Dengan kecepatan yang maksimal saya mempacu sepeda saya biar cepat sampai dirumah, tapi karena teringat sesuatu hal, saya menjadi melambat dengan sendirinya. Ya.. teringat masa lalu akan Kegalauan Hati, Disetiap ada hujan sebenarnya saya merasa senang teringat masa lalu  galau galaunya hati itu.

Karena di hari hujan seperti ini pernah saya mencoba menembak cewek (sekarang jadi istri saya). Itu adalah pertama kalinya dalam hidup saya menembak seorang cewek, dihari itu  pas pulang kerja, saya membarengi cewek tadi karena arah jalan kita searah, karena hari hujan saya berhenti karena dulu saya malas membeli mantel.

Dikala berteduh, saya mencoba memberanikan diri memegang tangannya yang tak pernah saya coba sebelumnya pada wanita manapun, dengan sedikit ragu untuk berkata kata saya menjelaskan maksud hati saya pelan pelan.

Saya mengungkapkan perasaan saya dari mulai timbul rasa suka sampai saya mencoba mengungkap semua. Awalnya saya tidak ada persiapan apapun dan hal yang saya lakukan itu spontan. Dan Alhamdulillah saya ditolak dengan alasan memang ada orang lain di hatinya.

Saya baik baik saja” itulah kata yang saya ucapkan kepadanya, hujan mulai meredah, sayapun berangkat meninggalkan tempat berteduh itu dengannya. Dengan perasaan yang rumit, Gerimis hujan membantu menyembunyikan air mata yang jatuh tak terbendung,. Ya inilah rasa Sakit yang belum pernah saya alami.

Tepat tahun itu pas lagi hits hitsnya lagunya TAXi BandHujan Kemarin. Saya putar berulang ulang sembari merenung dikamar. Merasakan rasa sakit yang rumit, tak berluka, tak berwujud tapi sangat terasa.

Sebenarnya dari dulu saya menginginkan pacaran setelah ijab qabul. Entah kenapa setelah penolakan pertama, membuat saya menginginkan pacaran. Entah itu pelarian atau bukan yang jelas hati ini menginginkan move on.

Sempat beberapa kali bergandengan dengan wanita lain baik status pacaran atau hanya sekedar Teman tapi mesra, tapi tak pernah ada yang membuat saya merasa nyaman apalagi pas untuk dijadikan menantu ibu saya. Akhirnya harus berakhir beberapa bulan ada juga yang hanya 2 minggu pacaran. Bermaksud menghilangkan rasa sakit dan kembali seperti dulu menjadi diri sendiri yang benar benar sendiri, Tentu saja hal tersebut percuma.

Dikala hati yang terluka tak sanggup membeci, Hati yang sudah terbuka tak sanggup berbagi. Disitulah saya menyadari betapa Saya Mencintainya lebih dari yang saya kira. Saya memperhatikannya dalam diam sembari bersabar dan terus dalam jalan Nya. Kiranya doa saya terkabul bisa menjauh darinya atau dekatkan dia kalau memang dia jodoh saya.

Baca juga : Hikmah Sholat dhuha Dengan mendapat Jodoh Wanita Impian

Di ujung cerita, Alhamdulillah akhirnya saya diterima bukan sebagai pacar. Karena pada dasarnya penolakan tersebut dia lakukan karena bimbang masih ada orang yang mencintainya. Dan merasa kecewa setelah ditinggalkan begitu saja, akhirnya dia berjanji pada dirinya sendiri seandainya ada yang melamar bukan untuk jadi pacar melainkan sebagai istri yang sah. Dia akan meng-iyakan siapapun orangnya. Dan kebetulan saya orang pertama yang melamarnya sebagai istri.

Kalau jodoh memang tak akan kemana”. Untung saja saya melamarnya lebih cepat, karena setelah orang tua saya melamarkan dia untuk saya,. Selang beberapa minggu ada lagi orang lain yang datang mau melamar istri saya. Karena siapa cepat dia dapat, maka segeralah melamar gadis anda sebelum ada pria lain yang akan mengambil gadis impian anda. :-p

Perihal jodoh adalah rahasia, Kita tidak akan tahu sebelum menjalaninya. Mau Pacaran ataupun Ta’aruf adalah hal sama yang dilakukan manusia untuk lebih mengenal karakter pasangannya.

Tapi terkadang status pacaran hanyalah topeng kepura-puraan untuk menarik perhatian pasangannya, sedangkan ta’aruf juga masih ada rasa ingin menyenangkan pasangan bukan karena keihlasan seperti suami terhadap istrinya.

Yuk segera menikah, untuk mencapai puncak dari kesempurnaan iman.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نِصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625).

Semoga Bermanfaat

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Iklan

11 pemikiran pada “Memory Kala Hujan Kemarin

  1. Kalau Bapaknya anak2 dulu saya yang nembak mas. Di dalam bis waktu saya berangkat kerja via SMS pula…duhtepok jidat Vin diesel

    Nggak dijawab eh tau2 datang lamaran hehe. Terus deh sampek sekarang. Bulan depan genap 12 tahun

    Disukai oleh 1 orang

    • wah keren tu bun…
      kalau saya harus sampai penolakan ke 3
      baru diterima..
      sebenarnya nambaknya untuk jadi pacar malah ditolak
      nah diterimanya saat saya bilang mau menikah dengannya..

      Suka

  2. Ping balik: Sang Pengalih Perhatian | Pennadiri

  3. Ping balik: Perjalanan Cinta Selaras Dengan Melodi Lagu Cinta | Pennadiri

  4. Ping balik: Oh Pelangi, Alangkah Indahmu | Pennadiri

  5. Ping balik: Perihal Hujan Malam Yang Menginspirasi | Pennadiri

  6. Ping balik: Hujan-hujan Begini, Enaknya Ngapain Sih? | Pennadiri

  7. Ping balik: Berkendara  Saat Hujan Mengingatkanku Tentang Banyak Hal | Pennadiri

  8. Ping balik: Calon Gadis Pecinta Hujan | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s