Menunggangi Takdir


Ayah .. apa yang disebut takdir manusia itu hanya sesuatu yang berarak seperti awan dalam arus yang telah ditetapkan? Atau sesuatu yang bisa dipilih atas kemauan sendiri dengan menaiki arus tersebut.. hal itu masih belum begitu kumengerti

Keduanya mungkin saja akan sampai diakhir yang sama, hanya saja saat memilih yang kedua, seseorang bisa berjuang mengejar tujuan hidupnya.

Kemudian dalam pertarungan iniakhirnya aku mengerti bahwa mereka yangmemiliki hal itu adalah orang yang benar-benar kuat. By Neji Hyuga on serial chapter Naruto

Takdir Hyuga, Neji Hyuga

Dikutip di mymanga.me

Sepenggal kata-kata itu aku dapat ketika sedang bongkar-bongkar mencari buku album kenangan SMK, tidak sengaja saya menemukan koleksi komik naruto di tumpukan buku-buku yang ada di laci. Memang tidak banyak sih, komik yang saya koleksi sejak kelas 2 SMK yang saya beli dengan menyisihkan uang jajan tiap bulannya.

takdir1

Tumpukan Koleksi Komik ku

Akhirnya saya hentikan mencari album kenangan itu dan saya lanjutkan kenangan lama dengan membaca komik. Pas di komik episode 12 chapter 105 lembar terakhir. Aku menemukan kata-kata yang unik dari si Neji Hyuga.

Awalnya Si Neji ini meyakini semua orang sudah terikat dengan takdir yang diberikan oleh Tuhan yang tak bisa terelakkan, Kalu sudah takdir menjadi orang bodoh, ya bodoh aja dan jangan bermimpi untuk bisa menjadi seorang Hokage.

Tapi kekalahan melawan Naruto membuat dia sadar akan takdir setiap manusia. Ya seperti quote diatas itu.

Biarpun hanya komik anime  yang ceritanya hanyalah sebongkah imaginasi seorang komikus (penulis komik). Tapi nyatanya banyak pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari buku anime ini. Banyak kata-kata mutiara tentang pengorbanan, persahabatan dan percintaan yang bisa kita terapkan didunia nyata. Ingat kata mutiaranya loh, bukan jurus ninjutsu senjata yang dipakainya yang kita terapkan di kehidupan kita.

Salah satunya ya tentang quote diatas. Penjelasan takdir yang menurutku cukup masuk akal. Takdir yang merupakan ketetapan Tuhan dan Takdir yang diperankan oleh manusia.

Karena pengetahuanku tentang agama yang masih minim, jadi saya coba searching-searching di mbah google dan menemukan sebuah blog yang menjelaskan tentang takdir. Menurut Kulsumpati(dot)worsped, Di islam sendiri juga mengajarkan tentang 2 hal tersebut yaitu takdir muallaq dan takdir mubram.

Takdir Mubram Yaitu ketentuan Allah yang pasti terjadi terhadap segala sesuatu dan tidak bisa diusahakan atau dielakkan oleh siapapun. Contoh : Penciptaan dan pengaturan alam semesta seperti Matahari Terbit dari timur, datangnya hari Kiamat, Jenis kelamin anak yang dilahirkan, kematian mahluk hidup, dan lain – lain. Dalam Q.S. An Nisa ayat 78 yang artinya:

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan : “ ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang – orang itu (orang munafik) hampir – hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun”.

Takdir Muallaq Yaitu ketentuan Allah terhadap sesuatu yang dalam pelaksanaannya Allah memberi peran serta kepada manusia untuk berusaha atau berihtiar. Contoh: Kepandaian, kekayaan, keberhasilan, dan lain –lain. Kepandaian, kekayaan, dan keberhasilan masing – masing orang telah ditakdirkan oleh allah, tetapi untuk merealisasikan takdir itu Allah memberi peran kepada manusia untuk berusaha atau berihtiar.

Nah, sama seperti di quote nya neji hyuga ini, Takdir yang berarakkan sesuai dengan ketetapan arus, dan sesuatu yang bisa dipilih oleh kemauan sendiri dengan menaiki arus tersebut. Keduanya juga akan berakhir ditempat yang sama itulah yang maksud qodarnya Allah.

Seperti yang dijelaskan tentang takdir mubram di atas, menjelaskan bahwa ketentuan Allah subhanahu wata’ala adalah Pasti. Meliputi penciptaan dan pengaturan alam semesta, kelahiran, jodoh dan kematian. Kita tidak bisa meminta kita dilahirkan dengan jenis kelamin tertentu, dilahirkan dengan mata sipit atau mata biru. Dan tidak bisa meminta untuk dilahirkan dari orang kaya maupun bukan. Kelahiran adalah rahasia Allah yang Maha Adil kepada mahluknya.

Gambaran yang paling sederhana adalah sebuah cicak. Cicak yang makanannya adalah binatang kecil yang bisa terbang, seperti nyamuk dan sebangsanya, sedangkan untuk cicak sendiri adalah bukan binatang terbang. Secara logika untuk memangsa binatang terbang dengan kondisi pemangsanya tidak terbang itu hal yang mustahil. Bagaimana bisa memangsa mahluk yang terbang sementara si pemansa sendiri tidak bisa terbang.

Tapi kenyataannya ketetapan rezeki si cicak ini sudah terjamin oleh Allah, buktinya sicicak ini tetap bisa memangsa mahluk yang terbang dengan keahliannya. Bukankah itu menunjukkan keadilan Allah dalam penetapan Takdir pada mahluknya. Seperti halnya manusia yang terlahir dari orang tua yang miskin. Mungkin ketetapan Allah menempatkan si Anak ini sebagai pengangkat derajat keluarganya, Mungkin. Wallohualam..

Baca juga : Berjalan Menapaki Takdir

Pun tentang takdir muallaq juga tidak lepas dari Qodho dan Qodarnya Allah. Memang dibutuhkan peran manusia untuk mewujudkannya, bukan berarti si Manusia ini yang merubah takdir, bukan seperti itu. Ketetapan Allah itu pasti, usaha yang dilakukan manusia untuk mewujudkan hal tersebut terjadi, itu sudah merupakan takdir Allah.

Allah Berfirman di dalam Alquran : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” ( Ar Raad:11)

Dari ayat tersebut, menunjukkan bahwa kita diwajibkan untuk mengubah nasib kita sendiri dengan usaha sendiri. Rezeki, Jodoh, Kematian adalah Ketetapan Allah sejak zaman azali. Tapi apa cukup hanya berdiam diri saja semua itu akan terpenuhi dengan sendirinya. Tentu saja tidak. Manusia tetap harus menapaki takdirnya dengan usaha sendiri. Memang rezeki tidak akan kemana, tapi kalau kita tidak bekerja, kita tidak bergerak dan hanya diam di kamar. Apa itu bisa membuat rezeki datang kepada kita.

Sama halnya dengan jodoh, Jodoh kalau tidak diusahakan ya tetap tidak ada jodoh yang datang. Tapi terkadang jodoh melamar dengan sendirinya?.

Mungkin memang beruntung jika jodoh datang dengan sendirinya, tapi kita juga harus perlu memperhatikan bahwa memang kita diam saja dalam mencari jodoh tapi pasangan yang melamar kita tersebut yang melakukan usaha menjemput jodohnya.

Baca juga : Kira kira, Kau jodohku Bukan?

hanya saja saat memilih yang kedua, seseorang bisa berjuang mengejar tujuan hidupnya” . Pernyataan ini sama halnya dengan sebuah impian, orang yang mempunyai impian dia akan berjuang untuk mengapai impian itu, baik lewat usaha dan doa.

Seperti contoh, seorang yang memimpikan menjadi insiyur. Dia belajar dengan keras dan berjuang untuk mengapai impiannya. Impiannya terkabul, dan akhirnya dia menjadi insyiyur yang diimpikannya

Begitu juga dengan saya, saya mempunyai cita-cita diwaktu kecil menjadi seorang guru, saya berjuang keras disaat sekolah untuk menjadi guru, Tapi karena beberapa pertimbangan dan keadaan ekonomi yang tak mengharuskan saya melanjutkan kuliah, jadi akhirnya saya hanya menjadi buruh di sebuah perusahaan, mungkin memang saya tidak ditakdirkan menjadi guru seperti yang saya impikan. Tapi tetap saya bisa menjadi guru untuk anak-anak saya.

Saya dan pemuda itu sama-sama berjuang dalam mengapai impian masing-masing. Ada kalanya ada yang berhasil mewujudkannya dan ada juga yang tidak. Itu sudah ketetapan Allah tentang keberhasilan itu, tapi yang lebih penting dari pada keberhasilan itu adalah proses untuk mengapai keberhasilan itu.

Bukankah Allah Maha Adil dengan setiap Takdirnya. Keberhasilan atau Kegagalan adalah hal yang sama jika kita petik pelajarannya. Kalaupun kita gagal sekarang, mungkin Allah merencanakan sesuatu yang besar dari kegagalan itu.Dan ketahuilah Rencana Allah itu selalu indah.

Saya contohkan dari pengalaman hidup saya. Saya yang terlahir dikeluarga yang sederhana memimpikan bisa menjadi orang besar suatu saat nanti. Jadi keinginan untuk kuliah waktu sekolah dulu adalah hal yang wajib saya kejar.

Tapi ketika menginjak SMK, Saya baru menyadari bagaimana sulitnya mencari uang karena saya melakukan PKL (prakter kerja Lapangan) di kota surabaya dekat tempat bapak kerja. Saya pun tinggal ditempat kos-kosannya bapak. Sejak saat itu saya mulai memikirkan untuk kerja dulu agar ekonomi bisa stabil.

Akhirnya ketika lulus sekolah saya mulai kerja disuatu perusahaan. Dan 2 tahun setelahnya bapak saya mulai sakit-sakitan dan akhirnya saya menyuruhnya untuk tidak bekerja. Inilah yang saya maksud dengan suatu yang besar. Tujuan dari gagalnya impian yang saya inginkan, terkuak disaat saya menjalani proses kehidupan setelahnya.

Baca juga : Ketika Dihadapkan Sebuah Persimpangan, Memilih itu Wajib

Ketika saya tidak berhasil meraih impian saya untuk kuliah, saya masih senang bisa menanggung beban keluarga dipundak saya. Dan impian saya akhirnya terwujud di tahun yang lain. Walau bukan saya yang jadi sarjana, melainkan istri saya yang sempat kuliah di awal pernikahan dan lulus S1 di pengujung tahun 2015 kemarin.

Kesimpulannya adalah, hmmm… *garuk garuk kepala

Entahlah, pembaca bisa menyimpulkan sendiri bagaimana kita menyikapi ketetapan takdir Allah Subhanahu Wata’ala. Sebenarnya untuk membahas masalah takdir seperti ini adalah hal yang berat untuk ditulis, karena butuh pertanggung jawaban atas penulisan tentang hukum, permasalahannya saya sendiri masih jauh dari kata mengerti tentang hukum islam.

Ya, semoga saja tulisan ini bermanfaat bagi yang membaca, dan tidak menjadikan mereka tambah menjauh dari arti takdir sesungguhnya. Wallohualam..

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Iklan

13 pemikiran pada “Menunggangi Takdir

  1. saya juga baca naruto sampai tamat… dari awal jalan cerita sampai tamat pasti ada banyak pelajaran bagus didalam nya.. heran juga tapi kadang2 naruto bisa ngalahin musuh cuma gara2 banyak ngeluarin kata2 bijak ya hahahaha…

    Suka

  2. Ping balik: Anggapan Dengan Berhenti Merokok Anda Akan Kaya, Itu Salah | Pennadiri

  3. Ping balik: Jika Karma Itu Ada! Kenapa Tidak Mencintai Dengan Indah | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s