Kok Tinggal Bungkusnya Saja!!!


rokok-kemanaDua hari yang lalu, hari kamis, seingat saya, ada 2 batang rokok tersisa dalam bungkusnya yang saya simpan dalam tas yang selalu saya gunakan kerja. Kamis malamnya, saya berencana menghisap rokok tersebut, saya ambillah dari dalam tas. Loh kok ngak ada rokoknya?. Sewaktu itu aku pikir daya ingatku yang sedikit random, oh mungkin memang sebenarnya udah habis paling.

Akhirnya aku beli lagi dan menghisap rokok dalam sebuah perkumpulan rutinan. Pas pulang, kembali saya selipkan kembali kedalam tas yang saya bawa, sepertinya masih sisa banyak dalam bungkus tersebut.

Esok hari, hari jum’at berangkat kerja dengan membawa tas yang sama *karena aku Cuma punya satu. Aku berangkat tanpa ada kecurigaan sedikitpun, di jam istirahat setelah makan biasanya saya merokok, biasa disini bukan berarti setelah makan harus merokok, sebenarnya untuk tingkatan kecanduan, aku ngak begitu kecanduan. Aku lebih suka merokok ketika ada kumpulan seperti rutinan mengaji, ketika kumpul-kumpul teman.

Setelah jam istirahat, kembali aku rogoh tas besarku, dan aku ambil bungkus rokok yang ada di dalam tas. Disaat saya ambil kok terasa enteng, begitu aku buka “Tadaaa…!”. Rokok sisa tadi malam yang jumlahnya sekitar 12 batang lenyap.

Kok bisa, kenapa ngak sekalian sama bungkusnya coba? Kenapa harus isinya saja. Kan nanggung banget!

Usut punya usut, ternyata yang mengambil ISTRI ku sendiri, Istriku sangat tidak menyukai disaat saya merokok. Pada awalnya, disaat saya bujang, saya merokok. Setelah pernikahan, karena menghargai istri sempet 2 tahun saya tidak merokok. Baru 1 tahun terakhir ini aku mulai merokok lagi.

Dulu aku diam-diam disaat merokok dan tak pernah bilang aku merokok lagi, nah di kehamilan kedua saat umur 5 bulanan, dia mengetahui  dan curiga dengan bau rokok yang ada di sekitar tubuhku. Istriku ini mempunyai indra penciuman yang luar biasa. Padahal saya merokok pas di pabrik sekitar jam 12 siang, pulang langsung mandi dan sikat gigi, malamnya juga sempet makan. Loh kenapa disaat mau tidur dia bisa mencium bau rokok yang sudah terlewat hampir 12 jam. Ruar Biasa

Sempet marah dan kecewa ketika aku merokok lagi, aku merokok juga banyak alasan. Pertama, seperti yang saya bilang tadi tentang sebuah rutinan Dzikir. Semua jama’ah beserta pembimbingnya adalah Ahli Hisab (perokok maksudnya), Nah dari pada saya jadi perokok pasif, sekalian aku Aktif biar seimbang.

Seimbang bagaimana?, Pasif atau Aktif itu sama saja?

Thats Right, Menurut ilmu kedokteran memang begitu adanya, saya menyadari bahaya rokok. tapi aku mempunyai alasan yang masuk akal yang tidak mungkin aku jabarin disini. Karena ini menyangkut ilmu diri dan keyakinan hati *wes, alesan aja wkwkwk xD

Baca juga : Anggapan dengan berhenti merokok akan menjadikan kaya, itu salah!!

Istripun tak menyangkal dengan alasan yang kuberi. Akhirnya aku dan istri membuat perjanjian selama masa kandungan aku bersedia tidak menyentuh rokok sekalipun hingga proses persalinan. Ini sama seperti puasa rokok selama 3 bulan kedepan. Dan setelah puasa pasti ada hari kemenangan. Nah disitu aku mulai merokok lagi. Yeah

Tapi 2 hari kemarin, Rokok saya malah disembunyikan entah dimana? Atau malah di buang! Huft. Sebenarnya perjanjiannya adalah saya boleh merokok ketika di Rutinan Dzikir saja. Ketika saya merokok di jam istirahat pabrik, disitu dia kecewa. Akhirnya tas saya di gerilya saat saya tidur. Dan rokok saya disita karena mengandung obat pelara hati dan pil pengingkar janji.

Nah loh, entar kedepannya gimana?

Ya jalanin saja, tetep merokok seperti biasanya

Kalo istri tau bagaimana?

Ya, dari awal kan dia tau, aku juga tak bisa bohong akan hal itu

Kalau dia kecewa?

Ada saatnya dia akan mengerti dan memahami 

Ngeles melulu jawabanmu?

Ya begitulah saya. wkwkwkw

Karena saya menyadari ada pembeda perokok pada umumnya dengan yang saya lakukan dengan rokok ini. Bagi mereka merokok adalah kebiasaan, atau mungkin biar terlihat seperti lelaki dan sebagainya. Bagiku Rokok adalah…. ya sama sih! wkwkwkw 😛, Sebuah kebiasaan. Cuma kebiasaan yang saya lakukan berbeda tujuan dari kebanyakan orang. Tujuannya adalah…

…..Rahasia….

Kadang Rahasia biarlah menjadi sebuah Rahasia. Karena ketika Rahasia yang seharusnya tidak diketahui oleh orang umum, bisa menjadikan fitnah bagi saya… Ngeles aja dari tadi 😛

Sekian cerita yang saya biarkan ngambang, soalnya malas kalo ngedit di Handpone, Capek tangan kalauterlalu  banyak kata 😛

Iklan

20 pemikiran pada “Kok Tinggal Bungkusnya Saja!!!

  1. Istri cerdas. Masih bagus ngambil yang di bungkusnya. Berarti masih sabar. Kalau udah nyelip di bibir dan mengepul terus dicabut apa nggak nyesek bin malu?

    Suka

  2. saya malah sampe sekarang engga pernah ngerokok sama sekali…. dan ga berminat buat nyoba juga karena kalau nyoba saya pasti langsung sesek nafas hahahaha… saya punya sedikit gangguan pernafasan jadi engga berani ngerokok dan lagian lebar juga uang nya hahaha,

    Disukai oleh 1 orang

    • bagus donk..
      enakan gitu.. gak ngabisin uang walau tanpa rokok jg uang tetep habis. wkwkwk
      cuma, kalo saya pribadi.. anggap saya batuk atau pilek.
      bukan malah berhenti tuk merokok, malah saya tambah banyak ngerokoknya walau terasa ampang ketika pilek atau batuk..
      bagi saya, segalanya didunia, bisa jadi obat selama ada keyakinan.
      dan Alhamdulillah, gak sekarang udah jarang mengkonsumsi obat apapun.

      Suka

  3. Kalo aku jd istrinya pasti bakal kayak gitu juga sih, dulu waktu punya pacar yg ngerokok aku sering ngumpetin rokoknya, aku udah umpetin tu rokok taunya papah aku liat&minta tu rokok hahahah.. tp skrg sih rumah bebas rokok krn aku punya suami yang ga ngerokok.

    Suka

    • Ndak juga mbak. Untuk rahasia yang saya maksud di artikel tersebut. Bukan rahasia kepada istriku.
      Istri sudah tau kalau aku merokok, dan juga dia sudah memahami alasanku yang aq mksud rahasia tu.
      Cuma aq gak bisa crita alasan tersebut kepada orang lain.. Hehehehe

      Suka

  4. Ping balik: Anggapan Dengan Berhenti Merokok Anda Akan Kaya, Itu Salah | Pennadiri

  5. Ping balik: Tip Diet Mengurangi Berat Badan Yang Anti Mainstream | Pennadiri

  6. Ping balik: Perjanjian Tidak Merokok Lagi | Pennadiri

  7. Ping balik: Pentingnya Untuk Tidak Merokok, Syarat Bagi Yang Mencari Pasangan | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s