Semangat Pantang Menyerah


Tak ada manusia..

Yang terlahir sempurna..

Jangan kau sesali…

Segala yang telah terjadi..

Kita pasti pernah

Dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini

Tak ada artinya lagi

Terinspirasi dari lirik lagu D’masiv – Jangan Menyerah.

Ini sebuah lagu sangat inspiratif, sering kali aku mendengarkan lagu tersebut dikala gundah dan terpuruk dikala masih remaja dulu.

Di Video klip lagu ini menceritakan sebuah cuplikan kehidupan tentang seorang penari jalanan yang hidup dengan sederhana dengan penyakit yang dideritanya, Dia dengan gigih menari untuk mengais rezeki demi sesuap nasi . di akhir lagu, kehidupan penari ini menjadi orang kaya yang lega dengan kehidupannya.

Tapi berbeda dengan vido klip tersebut, kisah saya malah lebih menjurus ke urusan CINTA yang tak kunjung datang dan tak kunjung  indah. Gimana mau datang dan indah, kalau saya sendiri tidak mengusahakan. Hahaha xP

Ceritanya dulu, aku yang mempunyai fisik/Rupa pas-pasan dengan keadaan financial yang sangat sederhana. Ya ngak ganteng , ya ngak kaya, serba pas-pas-an, Minder sudah pasti. Tapi dengan mendengar lagu ini, hati merasa nyaman dan muncul sedikit semangat dan mensyukuri keadaan.

Manusia terlahir sempurna

Itu yang selalu aku pahami sejak mulai mengaji diwaktu kecil, memang tak sedalam yang terfikirkan kala itu, toh pikiran yang jauh dari kata dewasa untuk memahami kata “sempurna”.

Ketika sudah dewasa *dewasa dalam artian sudah 17+ dan boleh menontoh acara di televisi yang ada simbol 17+ wkwkwkw. Ketika sudah beranjak dewasa, aku sedikit memahami bahwa manusia terlahir sempurna di atas segala kekurangannya.

Maksudnya gini, Manusia memang terkadang terlahir tidak sempurna secara fisik. Ada yang buta sedari lahir, ada juga yang tidak bisa jalan, ada pula yang terlahir dengan fisik yang lemah dan sebagainya.

Tapi dengan segala kekurangan tersebut, pasti ada kelebihan yang ditonjolkan. Contoh, ada seorang anak yang buta sejak lahir tapi dia mampu menghafal 30 juz alqur’an dengan kekurangannya tersebut. Padahal kita yang mempunyai penglihatan yang normal saja belum tentu bisa hafal 1 surat albaqoroh atau yasin.

Setiap ada kekurangan dalam suatu tubuh manusia, Pasti ada hal lain yang dilebihkan untuk menyempurnakannya

Begitu juga tentang Cobaan hidup, Terlahir miskin adalah sebuah Takdir, Tapi hingga mati kita masih dalam keadaan miskin, bukanlah karena kejamnya Takdir. Melainkan kita sendiri yang mungkin kurang berusaha dalam mengapai impian dalam hidup. Atau kita sendiri kurang mensyukuri kehidupan seakan-akan kita tetap dalam kemiskinan.

Kembali ke cerita, Aku yang terlahir dengan paras pas-pasan, tidak menyiutkan impian saya untuk mendapatkan pasangan hidup yang luar biasa versi saya.

Target pasti ada, Tujuannya Cuma satu, mendapat keturunan yang lebih baik. Anggap saja dengan kulit coklat tua seperti aku dan rupa yang tidak terlalu manis kayak gula, membuat saya sempat minder dalam segala hal. Untuk alasan itu, aku menginginkan agar keturunanku tidak mengalami hal serupa seperti yang aku alami.

Tentunya target untuk mendapatkan wanita muslim yang sholehah, serta berparas cantik mempesona adalah pilihan yang tepat mengubah garis keturunan keluarga saya yang dominan berkulit sawo kematangan.

Walau aku juga sadar, wajah tampan atau cantik juga sebuah takdir dari Yang Maha Kuasa. Se-enggaknya aku berusaha mendapat induk yang bagus baik secara fisik dan sifat tentunya untuk anak anak saya. Siapa sih yang tidak ingin mempunyai anak ganteng dan cantik?, bukankah suatu kebanggaan mempunyai anak primadona secara fisik dan sholeh/sholihah tentunya.

Untuk mendapatkan wanita cantik jelita, sebenarnya dengan jalan ta’aruf langsung dari santriwati pondok juga bisa dilakukan. Toh, kebanyakan santriwati juga banyak yang cantik dan berpegang agama yang sedikit lebih kuat ketimbang dari lulusan sekolah biasa. Walau tak menutup kemungkinan juga, yang dari lulusan sekolah umum bisa berakhlak lebih dari santriwati. Itu tergantung orangnya  dan pohon induknya juga.

Tapi Alhamdulillah, akhirnya, aku mendapatkan wanita yang aku mau, cantik (cantik itu relatif), berkulit putih, dan berakhlak baik. Dialah yang akhirnya aku pilih dengan perjuangan yang lumayan rumit untuk di babarkan disini. Kalau memang sudah takdir ya memang tak akan kemana.

Sama halnya dengan ta’aruf, bedanya aku yang memilih sesuai kriteriaku serta sedikit memahami karakter dia dengan beberapa pendekatan, Tunangan dan pernikahan.

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Nah, kata “Syukuri yang ada, Hidup adalah anugrah” ini yang membuat aku yakin dengan pilihanku ini. Memilih yang terbaik adalah hal fana yang tak akan habis sampai kapan pun. Menuruti ego untuk mencari yang terbaik hanyalah buang-buang waktu menurut saya.

Walau pada hakekatnya kita memang mencari jodoh yang terbaik sih. tapi bukan terus berganti-ganti pasangan, guna mencari yang terbaik.

Allah Subhanahu Wata’ala memberikan Jodoh tidak harus seperti yang kita inginkan, tapi jodoh pasangan hidup yang kita butuhkan, dan pastinya yang terbaik bagi kita.

Jika kita berharap yang terbaik sesuai keinginan kita, itu hal bodoh sebenarnya. Toh, belum tentu kita ini yang terbaik bagi jodoh yang kita inginkan. Nah memantaskan diri adalah hal yang perlu kita lakukan agar mendapatkan jodoh yang memang pantas bagi kita. 🙂

Tak ada manusia

Yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali

Segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan

Kebesaran dan kuasanya

Bagi hambanya yang sabar

Dan tak kenal putus asa

Tuhan pastikan menunjukkan, kebesaran dan kuasanya bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa”. Ini kata yang bener-bener membekas dihati. Ya karena, diujung ceritanya, saya bahagia mendapatkan istri seperti yang aku inginkan sejak lama.

semangat-pantang-menyerah

Di edit dari zonanesia.net

Pasalnya sebelum dia menerima saya sebagai calon suaminya. Istri saya ini pernah menjalin hubungan seperti pacaran dengan anak madiun.

Long distance is killing you, tapi tidak untuk istriku ini, karena saking setianya, menunggu si pria dengan segudang janji ingin menikahinya. Dan tak satupun dia buktikan dengan kenyataannya. Walaupun begitu dia tetap menghargai hubungan itu dan tetap setia walau banyak cowok yang mengodanya, termasuk aku. Pinanganku juga ditolaknya sampai 3 kali.

Ya mungkin memang takdir, Disaat si pria memutuskan hubungan tersebut, dan sempat kosong selama setahun dan aku juga ngak menyadari kekosongan itu. Entah kenapa takdir mendekatkan kita lagi.

Dan akhirnya,… Tadaaaa… dia menerima pinanganku yang mana setelah satu minggu keluargaku kerumahnya, ada keluarga lain juga yang mau melamar istriku ini. Tapi hukum rimba tetap berlaku “Siapa cepat, dia dapat”. And The winner.. Jelas GUE…. Yess 😀

Semangat pantang menyerah dan tak kenal putus asa, itulah tekat api yang diwariskan para Hokage kepadaku *loh kok, mendadak cerita naruto ..hahahaha :D. Kegigihanku dan kesabaranku akhirnya membuahkan hasil yang maksimal.

Sekian cerita saya yang sedikit melantur. Akhirnya saya undur diri, karena lumayan capek dengan mengetik sedikit banyak 1000 kata yang apalah-apalah. jazakumullah khairan katsiran

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

 

Iklan

8 pemikiran pada “Semangat Pantang Menyerah

  1. Ping balik: Jangan Turunkan Standarmu, Hanya Karena Kamu Lelah Menunggu | Pennadiri

  2. Ping balik: Point Penting Bagi Para Pria Saat Pedekate Dengan Wanita | Pennadiri

  3. Ping balik: Menjadi Pria Sejati Idaman Hati | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s