Kebijakan Mahalnya Rokok, dan Dampak lain Yang Akan Timbul!


Sumber dari group WhatsApp

​Seperti biasanya, weekend yang kebanyakan pemuda-pemudi menghabiskan wakktu libur dengan hangout diluar, aku malah bersuka cita mencari kebutuhan akherat dirutinan pengajian. Abaikan tentang rutinanku itu, Karena aku mau membahas hal yang jarang dibicarakan saat rutinan tersebut.

Biasanya,yang dibahas dirutinanku, seperti halnya pengajian lainnya. Tapi tadi malam lain dari biasanya, kabar tentang harga rokok naik kirain hanya sebatas isu saja, ternyata, kata salah satu temanku, mengatakan bahwa harga rokok sudah berlaku di kawasan indomaret dan Alfamart.

Harga yang biasanya berkisar 14rb-20rb, sekarang menjadi 50rb-85rb harga per bungkus rokok. Berita ini cukup mengejutkanku. Pasalnya, menurut ku, isu naiknya harga rokok sampai 50rb itu ngak mungkin terealisasikan.

Ternyata perkiraanku meleset 360 derajat. Kata salah satu temanku, harga tersebut sudah berlaku untuk indomaret dan Alfamart. Pernyataan ini diperjelas dengan foto harga rokok di grub WhatsApp nya.

Fenomena ini, akan membuat banyak para ibu dan istri senang, terutama yang mempunyai suami perokok. Toh, dari pada uang buat beli rokok seharga 50rb,mending buat beli beras aja untuk makan 5 hari. Maka uang jatah istri akan bertambah, horeeee…

Bagi penggila rokok, untuk saat ini masih bisa beli di toko toko kecil yang masih menggunakan harga rokok lama. Untuk kedepannya, mungkin mengakhiri kebiasaan rokok, wajib digalakkan dari pada menguras saku dan dompet lebih dalam lagi.

Kalau bagiku, pastinya istriku sangat senang kalau mendengar kabar ini. Di samping dia benci ketika aku menciumi rokok yang seharusnya ciuman itu hanya buatnya. 

Terus apakah aku akan berhenti merokok?

Tentunya, ya selama masih harga standar, saya nikmati sebisanya. Baru kalau semua harga rokok di semua tempat sama yaitu dengan harga selangit. Ya tentu aku akan mengakhiri kebiasaan itu.

Bagiku, untuk menghilangkan kebiasaan itu cukul mudah, toh kalau harga segitu teman-temanku juga sama, tak akan membeli rokok. Jadi cukup mudah untuk tidak merokok lagi.

Yakin semudah itu?

Ngak tau kalau orang lain, tapi kalau aku sendiri, aku yang notabenenya bukan typikal pecandu rokok. Pasti cukup mudah, toh aku juga pernah puasa tidak merokok selama 3 bulan karena permintaan istri diwaktu hamil dulu. Jadi simpel aja, walau mungkin, disaat rutinan entar, pada mati gaya semua kali tak, kan biasanya ngobrolnya ngerokok sambil nyantai.

Tentang kebijakan naiknya harga rokok sendiri, mungkin bagiku, hal ini sangat baik dalam hal kesehatan orang Indonesia, bukan karena polusinya, sebab polusi di Indonesia tak akan berpengaruh gara-gara hanya seluruh warga Indonesia tidak merokok. Polusi tetap merajalela dengan banyaknya produksi motor dan mobil yang begitu gampang dibeli masyarakat Indonesia.:D

Disisi lain, kebijakan tersebut mungkin bisa mengakibatkan dampak paling buruk ketimbang polusi udara di Indonesia. Menurutku, dengan mahalnya harga rokok, orang akan berpikir 2 kali untuk membeli rokok. Otomatis penjualan rokok akan menurun drastis hingga titik penghabisan.

Dengan penurunan harga jual rokok ini, mungkin lambat laun, perusahaan rokok akan mengakhiri karirnya lebih dini. Dari sini aja sudah terlihat dampak buruknya. Seperti :

  • Pendapatan negara akan menurun dengan tidak adanya pemasukan dari bea cukai rokok yang menurut saya cukup besar. 
  • Pengangguran akan banyak terjadi setelah semua perusahaan rokok lokal gulung tikar. Terutama pabrik rokok yang mengunakan sistem manual  dalam proses produksinya. Pastinya jumlah karyawannya mencapai ribuan yang akan jadi pengangguran setelah pabrik yang selama ini menjadi tumpuan dalam mengais rezeki mengakhiri sepak terjangnya.
  • Tidak adanya Pertandingan sepak bola profesional dalam negeri. Seperti yang kita tau,bahwa selama ini kiprah sepak bola dalam negeri kebanyakan disponsori oleh beberapa rokok ternama. Seperti djarum dan bentoel. jadi klub sepak bola akan kehilangan pemasok uang untuk menjalani tiap pertandingannya
  • Ganja menjadi idola, setelah harga rokok selangit,para pecandu ini bingung dengan keadaan seperti itu. Dari pada beli rokok seharga itu, mending beli ganja sekalian, kan bisa bikin senyum senyum sendiri… Wkwkwkw xD

Selepas dari itu semua, sejujurnya, kebijakan pemerintah tentang mahalnya harga rokok ini cukup bagus, tapi perlu diingat bahwa akan banyak orang kehilangan pekerjaan ketika perusahaan rokok gulung tikar.

Ya semoga pemerintah menemukan jalan keluar dari masalah ini.

Iklan

34 pemikiran pada “Kebijakan Mahalnya Rokok, dan Dampak lain Yang Akan Timbul!

  1. Aku setuju banget kalau rokok naik harga. Soalnya biar nggak ada orang ngerokok di mana-mana. Kita nggak ikut ngisep tapi ikut kena efeknya. Emang sih mati hidup dan apa penyebab Kematian itu sendiri murni rencana Allah, tapi ihtiarnya tetep perlu kan? Jangan lantas egois dengan mengatakan ‘yang nggak ngerokok juga banyak yang mati muda’ atau ‘yang perokok berat juga banyk yang panjang umur ‘
    Bukan kayak gitu. Intinya empati sama yang nggak ngerokok.

    Kalau mau cepat, tutup aja pabriknya. Tapi siapkan dulu pekerjaan pengganti bagi para buruhnya biar nggak ada pengangguran masal.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Kalau aku sebenarnya… Hmmm. Agak kurang setuju kalau langsung naik banget. Emang sih, kalau mahal orang-orang akan banyak yang berhenti ngerokok. Itu bagus. Mereka bisa pindah ke aktivitas lain seperti makan permen kaki misalnya. Wkwk. Apasih.

    Kalau naiknya mendadak dan gak bertahap, orang-orang yang terlibat di dalamnya akan bingung mau ngapain. Seenggaknya beri kesempatan berpikir dulu. Sampai ketemu bohlam di kepala mereka dan mereka bilang, “AHA!”. Biarkan ada kesempatan untuk mikirin apa yang akan dilakukan saat kejadian buruk terjadi. Kalau ujug-ujug naik drastis ntar malah nyiapin demo, nyiapin calon pengangguran(?), nyiapin hati(?). Hmmm.

    Lagian kalau alternatifnya pakai rokok ngelinting sendiri itu lebih sesak. Baunya sama asapnya wow banget rokok ngelinting sendiri itu. Gak ada filter, langsung ke hirup hidung. Hidung orang lain masalahnya. Kalau pakai kelobot jagung masih wangi-wangi gitu, kalau pakai kertas yang biasa buat nulis nomor togel ya sesak. Yang sesak temannya.

    Apalagi dengan mereka yang udah kecanduan. Bakal memaksa kudu harus mesti beli rokok. Kalau mereka sampai maksa banget sampai berbuat yang gak bener?

    Hmmm. Gimana yaa..

    Disukai oleh 1 orang

  3. Aku bukan perokok dan sama sekali ga pernah merokok dan aku sangat benci dengan asap rokok. Namun menurut aku kenaikan harga mau sampe 1juta juga ga akan menyelesaikan masalah. Mengurangi masalah dengan masalah, nampaknya akan berpotensi spt itu.

    Suka

  4. Merokok sndiri kan hukumnya makruh to mas Nur…sya rasa yg bkrja di pabrik rokok pun ajan trpengaruh dg hukum makruh trsebut, jd alangkah baiknya para pkrja di pabrik rokok itu menemukan pkrjaan yg kbh baik selain pabrik rokok tentunya. Semoga 😊

    Suka

  5. Bagus juga sih sebenernya kalau harga rokok jadi naik… seengga nya anak2 yang masih di sekolahan jadi mikir- mikir ratusan kali buat beli rokok karena harga nya yang mahal banget hahahaha
    Tapi kalau bisa sih jangan ngerokok yaa…. lebar juga uang nya.. lumayan kann kalau uang buat rokok nya dikumpulin untuk membeli keperluan yang lain 🙂

    Suka

  6. Ping balik: Anggapan Dengan Berhenti Merokok Anda Akan Kaya, Itu Salah | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s