Pagi Yang Dingin Dihari Senin


pagi-yang-dinginSudah seminggu ini angin dingin berhembus di daerahku. Memang kota kecilku merupakan kaki gunung Penanggungan. Jadi setiap bulan juli-agustus, tiap tahun, udara sedingin es tiap pagi, dengan angin yang berhembus sedikit agak kencang saat siang, dan malam kembali terhanyut dengan hawa dingin yang menusuk sampai ketulang-tulang.

Tadi pagi, aku yang sudah dua hari ini terhanyut dengan nuansa liburan, yang mana selalu menghabiskan waktu pagi berselimut di kamar. Saat mentari menunjukkan kekuatanya, Tanpa mandi,  aku mulai menampakkan diri di depan hangatnya sinar mentari dengan mengendong Nisa.

Kok ngak mandi?

Sumpah, air di kamar mandiku dingin pake bingits. Mungkin sama dinginya seperti air di Malang Batu. Dan  juga, sama dinginnya dengan tatapan istri, yang tau aku merokok kemarin malam saat lihat lomba mengaji di lapangan. Hahaha 😀 abaikan tentang ini

Akhirnya, saya tidak mandi 2 hari ini saat pagi, baru waktu dhuhur aku mandi sekalian shalat dhuhur. Toh, aku nya kan ngak kerja, jadi tak perlu lah, sok rapi dan wangi kalau hanya berada disekitar rumah saja. Lagian untuk wangi juga masih ada deodoran dan minyak wangi yang bisa menyamarkan bau belum mandi. Hihihi 😛

Beda lagi untuk hari ini!!

SENIN, entah kenapa hari senin itu terlihat lebih sakral ketimbang hari lainnya. Yah, mungkin hari senin, banyak diantara muslimin dan muslimat menunaikan ibadah sunnah puasa senin. Juga para siswa dan siswi melaksanakan upacara bendera untuk menghormati kemerdekaan Indonesia atau apalah namanya. sedari dulu aku juga tidak begitu paham kenapa harus ada upacara bendera?, Yang aku tau itu sudah jadwal anak sekolahan.

seninSENIN, sepertinya, aku pernah bahas tentang hari senin yang memberatkan. Sama halnya tadi pagi, karena sudah terbiasa 2 hari tidak mandi pagi. Setelah sudah merasakan dinginnya air wudhu jam 00:01 pagi tadi, Rasa malas mandiku kumat kembali, padahal hari ini aku harus berangkat kerja pagi.

Satu siraman dikaki saja berasa sampai ubun-ubun rasa dinginnya. Memang kelihatan lebay yak, tapi memang begitu adanya, sepertinya, sensor rasa dinginku diperkuat. Jadi hawa dingin maupun siraman dikaki saja, terasa nyetrum dinginnya ke seluruh tubuh.

Dari pada aku Hipotermia, mending aku nyalain kompor, masak air biar mateng. Tadaaa.. Akhirnya aku mandi air hangat, wkwkwkwk.

Pas berangkat juga gitu, baru satu langkah keluar rumah, terpaan angin pagi menusuk menembus jaket hitamku, serasa angin mulai mengerayangi tubuhku hingga bulu bulu halus yang ada di tubuhku merasa geli hingga berdiri.

Berangkat jam 5 pagi, menempuh jarak sekitar 22 km untuk sampai ke tempat kerja, dengan bermodalkan tas ransel yang aku taruh depan, bermaksud untuk menghalau terpaan angin dari depan, yang menyerang bagian dada. Walaupun begitu, hawa dingin tetap bisa menembus pertahananku selama perjalanan itu.

Sesampainya dipabrik, langsung cari tempat terhangat didalam pabrik. Yah, tepat di tempat aku duduk dengan menghabiskan 8 jam sehari ini. Ditempat ini hanya berjendelakan kaca yang tidak bisa terbuka, 3 pintu yang selalu tertutup dan ketika baru pertama masuk setelah hari libur, ruangannya hangat penuh sesak. Karena sudah dua hari tak terbuka. Juga pendingin ruangan yang tak dinyalakan ketika hari libur. Suasana seperti ini cukup nyaman dengan hawa dingin yang sedari tadi menghuyur tubuhku.

Emang kalau hari senin itu memang hmmmm…

Bagaimana hari senin kalian, kawan?

Apa Sedingin tanpa peluk hangat istriku?

*Kebetulan tadi malam tidur sendirian karena pilek yang menyerang, takut si kecil jadi ketularan pilek.

Atau  Sedingin hari seninku?

Iklan

18 pemikiran pada “Pagi Yang Dingin Dihari Senin

  1. Kalau di bandung pagi ini pas subuh dingin banget… Walau udah pakai jaket juga tetep kerasa…. Giliran udah siang panas nya minta ampun hahahahaha…. Kontras banget deh cuaca pagi senin ini dengan siang nua 😂

    Suka

  2. Ping balik: Senin Berjuang, Kamis Merindu, Sabtu terIstimewa | Pennadiri

  3. Ping balik: Senin Pagi Yang Cerah, Untuk Jiwa Yang Membara | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s