Ber-Pra-Sangka


“Lagi-lagi tidak ada pesan sama sekali!”

catatan-kosongPrasangka seperti ini, sering kali muncul ketika terdapat 2 shift. Aku yang bekerja di bagian New Modeling dan Prepare Model *abaikan tentang jabatan bagian ini, itu hanya sebuah kata keren yang mendiskripsikan pekerjaan sehari-hari di pabrik. Hanya aku dan teman lawan shiftku.

Sejak bulan ramadhan kemarin, aku lebih banyak bekerja sendiri tanpa lawan shift. Dikarenakan temanku mengalami sakit yang mengharuskan dia cuti panjang. Jujur, terkadang pekerjaanku ini, Terlalu banyak dan membutuhkan 2 orang agar lebih mudah dan tidak kerepotan saat dikejar dead line *gini yak tulisanya,wkwwkw.

Tapi di lain waktu, ketika new model sudah berjalan dan tak ada event new model lagi. Pekerjaanku, justru lebih banyak santai dan menganggur dari pada bekerja. Duduk diam, browsing sana, ngegame sini, intinya kerjaannya ngak jelas sama sekali kalu udah event new model selesai. Walau tiap hari pasti ada kerjaan harian yang mungkin Cuma butuh 2 jam untuk menyelesaikannya.

Dan Bulan ini, lagi gencar-gencarnya event new model. Sudah ada 2 event dalam antrian yang harus saya kerjakan. Nah untuk membagi pekerjaan, kita biasanya mempunyai buku pegangan untuk sekedar kirim pesan atau hanya sebuah catatan penting maupun catatan pengingat saja.

Buku ini, juga berfungsi untuk menjadi jalan tengah serta penghubung antara shift satu dengan shift yang lainnya. Jadi, seharusnya, buku ini adalah hal yang penting untuk diperhatikan sebelum memulai suatu pekerjaan.

Prasangka Dimulai

Sebelum pulang, biasanya aku menulis pesan jika ada hal yang penting. Entah itu ada sebuah Improvisasi Model maupun ada Request order yang harus dikerjakan yang tak sempat aku selesaikan saat kerja pagi.  Intinya aku mohon bantuan kepada shift malam, agar menindak lanjuti pesan yang aku buat.

Entah itu dikerjakan atau tidak. Itu hak masing-masing. Karena aku juga tau sendiri bagaimana rasanya kerja malam. Kantuk, Malas, Pikiran kosong dan sebagainya, menyatu menjadi satu di jidat. Sehingga membuat rasa lelah dan sangat nyaman kalau dibuat tidur sejenak sampai bel pulang *loh kok sampai bel pulang, iya soalnya tidurnya setelah istirahat sholat subuh, lalu kebablasan sampai bel pulang. Hal seperti itu sering aku alami, sungguh itu kenyamanan yang tak sengaja. Wkwkwkw 😛

Oke, kalau memang pesan saya tidak digubris atau memang sibuk ngerjain yang lainnya. Seenggaknya kasihlah, satu atau dua pesan permintaan maaf gak bisa ngerjain pesannya. Intinya aku tau sampai mana yang harus aku kerjakan. Kalau tidak ada pesan sama sekali tapi “Login User” berubah. Itu yang bikin aku ber-prasangka.

Takutmya, emang kondisi teman saya tidak masuk. Dan yang login di komputer tadi malam adalah si penunggu ruangan kantor. Entah si penunggu itu mau download film atau sekedar login facebook. Nah, disitu, kadang saya suka sedih!

Gagal Paham

Disini, gagal paham dan salah paham itu sama ngak ya? Biarlah.. xP

Kalau untuk sehari, kejadian seperti ini terjadi. Mungkin aku bisa memakluminya. Tapi hal ini berlarut larut sampai seminggu ini, tak ada kabar sama sekali. Catatan di buku penghubung pun, monoton hanya bertuliskan kaligrafi ala irawan saja tanpa ada balasan.

Bagaimana perasaan anda, jika kita tanya lewat BBM ke seseorang dan jelas sudah diterima.  Cuma di “R” doang.

Sungguh terlalu” kata Bung Roma.

Apa susahnya sih nulis?

Apa susahnya sih coret-coret?, kalaupun memang tidak sempat ngerjain. Cukup tuliskan kata ajaib?

M.A.A.F

Hal ini yang membuat aku salah paham. Berperasangka yang bukan-bukan. Walau aku tetap mencoba berkhusnudzon tentang dia. Semoga dia memang dalam keadaan sibuk dan tidak sempat untuk membalas pesanku, walau selama seminggu ini.

Semoga ini akan menjadi cermin pelajaran buat aku pribadi, mungkin tanpa sengaja, dulu  aku pernah melakukan hal yang sama tanpa sepengetahuanku. Yah, mungkin dengan kejadian ini, aku bisa lebih berintropeksi diri dan lebih baik lagi menjaga silaturohmi antara 2 shift.

Amin.

Iklan

3 pemikiran pada “Ber-Pra-Sangka

  1. Ping balik: Ada Nggak Enaknya juga, Kerja Terlalu Santai Itu | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s