Haruskah Tetap Berkarya di Worsped?


akhir

Kembali di ingatkan lagi tentang rasa peduli dan perhatian.

Akhir-akhir ini, aku lebih memikirkan kembali apa yang harus aku lakukan dengan hobi baruku serta tetap menjaga tanggung jawabku sebagai manusia.

Yah, manusia yang bekerja, manusia yang berkeluarga, dan manusia yang berTuhan.

Hobi baruku itu, yah nongkrong di worsped ini. Tanpa aku sadari, ternyata hobi ini begitu menyita banyak waktu dan tenaga. Walaupun sebenarnya aku sangat senang dan enjoy dalam berwalking ria di worsped ini.

Tapi, disitulah letak kesalahanku. Menejemen waktu yang tidak baik, menghasilkan sesuatu yang baik pula. Saking terlalu senangnya, hingga melupakan hal yang seharusnya aku fikirkan dan aku perhatikan terlebih dahulu

Manusia yang bekerja

Dari semua postingan yang aku buat, hampir 95 % aku buat saat bekerja. Karena memang disaat seperti ini, banyak ide gila dan lebih rileks dalam berkarya. toh terkadang kerjaan saya lebih banyak waktu nganggur.

Akan tetapi, di 2 minggu ini, kerjaan kantor sedikit lebih menumpuk. Ya bisa jadi, gegara kesibukanku dengan Hobi itu. Kurang fokusnya aku terhadap tanggungjawabku sebagai karyawan, membuat kerjaanku bermasalah.

Masalah demi masalah tumpang tindih menjadi satu. Kerjaan yang harusnya aku selesain dulu, malah aku putuskan untuk menulis artikel dari pada kerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabku.

Terobsesi menulis satu hari satu artikel membuat aku melupakan tanggung jawab sebagai seorang pekerja. Kayaknya aku harus memikirkan kembali manegemen waktu, antara Tanggung jawab dan Hobi

Manusia Yang Berkeluarga

Sepertinya, nyaris tidak ada waktu luang untuk menulis dirumah. ya disamping males banget berhadapan dengan komputer lagi dirumah, yang notabennya,sudah aku habiskan waktu 8 jam didepan komputer saat bekerja.

Mengistirahatkan mata, sangat perlu aku lakukan dan wajib. Dari pada aku mengalami masalah yang sama seperti dulu. Baca juga: Miracle of Ramadhan : Kesempatan dan kehidupan kedua

Pernah aku coba menulis artikel dirumah mengunakan laptop disaat libur kerja, tapi tetap saja, sulit untuk dilakukan, dikarenakan anak yang masih kecil yang selalu minta diperhatikan. Dan ketika aku abaikan, Sikecil ini malah menganggu saya sampai benar-benar aku memperhatikan dia.

Begitupun mencoba menulis di android atau sekedar blogwalking saja. Udah sering kali aku disindir oleh istri dengan kata “Perhatiin aja terus tuh HP, Aku dan Anak memang tak begitu dianggap dan tak di perhatikan“.

Akhirnya aku bener-bener bisa menulis artikel lewat android hanya di jam istri dan anak tidur.ya di tengah malam gitu. tapi sepertinya tidak layak sekali harus begadang hanya untuk menulis artikel, lagi pula itu juga akan memberatkan aku saat kerja besoknya.

Manusia Yang berTuhan

Sepertinya, terlalu banyak yang aku pikirkan selama ini tentang “apa yang bisa aku tulis di blogku ini“, tentunya tentang memikirkan sebuah judul artikel, tentang puisi yang ingin sekali aku buat sendiri, ditambah cerpen yang sengaja aku buat untuk menambah variasi isi blog.

tapi hal tersebut, membuatku terlena, membuatku sibuk dengan khayalan yang tak ada habisnya. Tujuan awalku membuat blog ini, hanya sekedar mengisi waktu luangku dengan bercerita tentang pengalaman hidup dan cerita-cerita menarik sekitarku.

Kembali ke menejemen waktu yang tak stabil. Harusnya aku bisa memilih dan memilah waktu yang tepat. Kapan aku harus memikirkan artikel-artikel, kapan aku harus blog walking, kapan aku memperhatikan keluarga dan kapan aku menempatkan segalanya di saat aku ibadah.

Dalam hal ini, aku lebih menekankan kepada ibadah yang aku lakukan. Jujur, semenjak aku mulai menulis di worsped ini. secara tidak sadar, aku membiarkan pikiran tentang wordpress ini merusak kosentrasiku. Pernah aku mendapatkan sebuah ide artikel dalam sholatku.

Gimana mau diterima sholatnya, kalau dalam Sholat malah mikirin hal yang lain? Disitulah aku merasa sedih dan binggung harus bagaimana

Pernah juga disindir ama pembimbing (Ustad) “Kamu terlalu banyak yang dipikirkan, Dalam Zikir, yang diingat itu taubat diri, bukan yang lain

Aku sadar dengan apa yang disindir oleh pembimbingku. memang pikiranku masih terlalu random saat ini, Waktu yang harusnya digunakan dengan berpasrah, malah aku gunakan untuk berkhayal. Waktu yang seharusnya untuk keluarga, aku habiskan dengan Android.

***

Kesimpulannya, dari semua permasalahan, keter-obsesian-ku terhadap one day one post itu yang bikin aku terlalu banyak mikirin hal seperti itu. Keinginan bisa berpuisi dan membuat cerpen juga termasuk yang memberatkan pikiranku selama ini. Jadi untuk Bu dyah, maaf yah, kayaknya aku tidak bisa ngelanjutin cerita bersambung yang aku buat kemarin.

Dan mungkin untuk kedepan, aku sedikit ngurangin blogwalking maupun posting di blog ini. Tenang, bukan berarti aku harus mengakhiri hobi ini, cuma sedikit lebih tau diri, bahwa aku cukup sibuk dengan kerja nyataku, sibuk dengan keluarga yang menuntut perhatianku, dan juga, Hakekat manusia yang berTuhan, selayaknya seorang hamba, harusnya tetap fokus dalam bertata krama disaat menjalankan perintah-NYA, bukan malah berpikiran kemana-mana.

Sekian

Pdn, 31-08-2016

Iklan

29 pemikiran pada “Haruskah Tetap Berkarya di Worsped?

  1. Saya cuma butuh 2 jam per 3 hari dalam mengelola blog. Kayaknya saya pernah deh nulis tentang mengatur waktu ngeblog. Coba searching dengan kata kunci “tips mengatur waktu untuk ngeblog”, ntat klik tautan dari blog saya.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Saya jugaa sempet ngalamin hal yang sama….. Ngatur waktu agar berimbang antara kehidupan nyata dengan menulia itu emang engga mudah…. Saya pernah mencoba one day one post tapi gak kuat hahahaha
    Semangat terusss… Jangan sampe kegiatan menulis malah mengganggu kerjaan…
    Salam… 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  3. Semangat mas Nur, aku pun belum sampai bisa one day one post. Meski belum pernah mencoba.

    Cuma rasanya aku ingin nyemangatin mas Nur, memang segala hal yg udh mas utarakan di atas adalah hal terpenting dalam hidup mas, dan jangan sampai keliru prioritas. Namun sebagai teman dan pembaca tulisan mas, rasanya sayang, apabila harus meninggalkan ataupun menyalahkan hobi ini hanya karena manajemen waktu. Apalah artinya one day one post, jika dalam satu post di suatu kurun waktu ternyata lebih membuat mas enjoy dan nyamaan.

    Perihal ide yg muncuk dikala kerja dicatat pendek2 perpoin dulu saja mas, nanti di waktu luang dituangkan seluruhnya.

    Kemudian untuk Istri dan anak mas tersayang, justru ini alasan mas tetap menulis. Buat postingan dengan foto istri bersama anak mas, supaya merasa ikut didalam tulisan. Suatu saat nanti ketika istri dan anak membaca tulisan mas, aku ngga bisa bayangin gimana mereka kagumnya dengan sosok suami dan ayah, yang menulis dengan hatinya disela kesibukan kerja dan jalannnya rumah tangga ☺

    Bukan maksudku menggurui mas Nur, aku hanya ingin mas tetap menulis dan kami selalu dapat membaca tulisan seorang ayah yg mencintai keluarga dan kehidupan nya, semangaat! 🙌🙌

    Disukai oleh 1 orang

  4. Santai saja mas… Hiatus di dunia blogger sudah biasa… Saya pernah hiatus 2 tahun tanpa nulis dan blogwalking sama sekali. Kita harus bisa memanag agar 2 kegiatan tidak saling mengganggu, kalau sudah saling mengganggu maka utamakan yang dunia nyata dan abaikan yang dunia maya…

    Suka

  5. Kalau kata saya sih jangan berhenti ya. Tappiii…. Ada beberapa hal yang musti diperhatekno deh kayaknya…
    1. Lupakan one day one post. Odop itu cuma buat mereka yang punya banyak sekali waktu luang dan kesempatan setelah pekerjaan utama selesai. Saya aja cuma posting rutin 2 kali seminggu.

    Tetapkan prioritas
    Kalau lagi kerja ya kerja, ibadah ya ibadah, waktu keluarga ya keluarga. Saya hanya nulis kalau pekerjaan saya sebagai ibu dan istri sudah selesai. Biasanya malam kalau nggak ya sesempatnya. Kalau nggak sempat ya nggak nulis. Kalau ide hilang, ya udah lah ya… Ide itu kan dari Tuhan jadi Tuhan boleh cabut lagi kapan aja. Ikhlas aja bro…
    Minta pengertian istri.
    Minta waktu buat nulis sama istri setidaknya sekali saja dalam seminggu. Kalau dapet fokus nulis setidaknya sejam aja nggak usah sampai begadang. Kan nulisnya just for fun jadi ya sedapatnya aja asal ide nggak membeku di otak. Nggak usah langsung posting juga nggak masalah. Biar aja numpuk dulu di draft.
    Soal cerpen mah santai aja Masbro. Saya kan bukan editor sampean dan sampean juga ga lagi kejar deadline penerbit. Biarkan saja ngendap dulu nanti aja diedit pelan2

    Kira2 gitu deh… Saran saya…

    Suka

  6. Wuah mas Nur, Cinta jg prnah ngalamin yg no 1. Manusia yang bekerja. Bener banget deh knp ide gula sll muncul saat bkrja ya mas? Kdg ni kl Cinta ksusahan bca postingan, Cibta bca pas di bank, wktu ngantri duduk manis di ruangan prioritas.
    Ah bnr2 ni blog emang bikin candu. Tp koq Cinta blm nyesel. Msh mrsa trlena aja hihi.

    Sngat ya mas, smga brhasil memanage wktunya
    Aamiin.

    Disukai oleh 1 orang

  7. Ping balik: Hasil dari Beres-beres Kamar saat Liburan, Menemukan Harta Karun Istri Yang Lama Aku Cari | Pennadiri

  8. Ping balik: Hujan-hujan Begini, Enaknya Ngapain Sih? | Pennadiri

  9. Ping balik: Memaknai Hari Sumpah Pemuda DI Era Globalisasi | Pennadiri

  10. Ping balik: Hujan-hujan Begini, Enaknya Ngapain Sih? | Pennadiri

  11. Ping balik: Berkarya Dengan Draft ke-100 Yang Sudah Di Publish | Pennadiri

  12. Ping balik: Ada Yang Mau Ngeriview Sinetron Indonesia Nggak? | Pennadiri

  13. Ping balik: Perihal Sahabat Pena Yang Menginspirasi | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s