Perihal Cinta dalam Diam dan Rasa Malu-malu


cinta-dalam-diamGegara istri minta downloadtin drama korea yang sempat ditayangkan ditelevisi dan tiba-tiba hilang begitu saja. Akhirnya seminggu kemarin aku coba download drama korea “Love Rain” ini sedikit demi sedikit. Baru hari jum’at malam kemarin aku nonton bersama istri dikamar saat anak-anak pada tidur.

love-rain

Drama Love Rain – Image dari google

Belum tamat sih ngelihatnya, tapi aku suka di episode-episode awal. Tentang cinta yang 3 detik, cinta yang sederhana, pengecut yang mencinta. Intinya, “Cinta dalam diam” itu yang aku maksud. Kayaknya senang aja saat lihat pria dan wanita yang saling mengagumi satu sama lain, yang pada malu-malu dalam menyampaikan rasa cintanya. Dan kayaknya begitu sederhana dan elegan saja menurutku.

Mungkin di zaman bapak saya hal seperti itu banyak kali yak, cinta yang diam-diam, trus malu-malu mau dan sebagainya. kalo di zaman aku sih udah begitu gombal para lelaki, lah di waktu smp aja, udah pada pacaran di zaman sekolahku dulu. Apalagi dizaman sekarang yang udah tambah edan. Wkwkwkw 😛

Tapi masih banyak kok, yang tetap memendam rasa dan menahan gejolak jiwa untuk tidak berpacaran kalau belum ada ijab dan qobulnya. Dulu, aku pengen hal semacam itu terjadi padaku. Yah udah terlalu banyak dosa kali yak, jalan yang aku pilih dengan melamar si doi, yang aku sebut ta’aruf pun masih berbau dosa dan banyak khilafnya.

Melihat drama tersebut, mengingat kembali masa sekolah dulu. Zaman dimana masih cupu dan lugunya aku.

Pemuja Rahasia

Entahlah, aku kira diwaktu SD dulu juga pernah mengalami suka terhadap lawan jenis, di SMP pun juga begitu, sekedar ada rasa pembeda ketika melihat sosok wanita yang istimewa di mataku.

Abaikan tentang masa SD dan SMP, toh masa itu, masa diriku yang masih anak ingusan. Awal ospek masuk SMK, aku dibuat takjub oleh sesosok kakak kelas yang jadi Kakak OSIS dalam event orientasi itu. Mataku tidak bisa berpaling dengan mata bulat dan rambut sebahu itu. Melihat dia, seakan aku melihat sosok “Yuna” dalam Game Final fantasi.

yuna

Yuna final Fantasi – Image dari google

Inikah Cinta? Inikah cinta pada pandangan pertama?

Mungkin iya? atau hanya sekedar kagum saja, aku masih belum bisa menjelaskan arti dari perasaanku itu. Melihat dia dari kejahuan, sudah cukup membuatku senang. Tak harus berkenalan dengannya, dan tak harus juga dia mengenaliku.

Sampai dia luluspun,tak ada usaha yang aku lakukan untuk mendapat perhatian dia, atau minimal dia tau apa yang aku rasakan dalam hatiku.

Cinta Pada Pandangan Pertama

Setelah wanita yang aku kagumi lulus, ada seorang lagi yang aku sukai. aku tidak tau namanya dan tidak tau anak mana?

Loh kok bisa?

Kejadian ini saat aku PKL saat SMK di salah satu toko Hi Tech Mall surabaya. sama seperti wanita tersebut yang merupakan anak PKL dari sekolah lain. Awalnya kejadiannya bisa suka, pernah satu lift berdua saat aku mengambil barang di lantai 2. Begitupun dia juga melakukan hal sama. di lift yang sedikit penuh itu, membuat dia berdekatan dengan aku. Entah kenapa jantungku berdegup kencang saat wajah dia begitu dekat dengan wajahku.

Walau dia hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa, Disaat itu pula seakan waktu ikut berhenti, yang terdengar hanya alunan musik romantis didalam hati. hahaha

Masak hanya dengan begitu, bisa jatuh cinta?

Cinta selayak kentut, tidak bisa ditahan dan diterka kapan akan datang menyerang. Karena rasa penasaran, sering kali aku melewati depan toko tempat dia “magang”. Berharap sekilas bisa melihat wajahnya. Sering juga aku melihat dari kejahuan dari depan toko yang aku tempati magang.

Gegara itu pula, aku sedikit lebih bersemangat dalam menjalani PKL tersebut, walau disana, penghidupan di surabaya begitu sulit dan mengharuskan aku berhemat biar uang saku yang diberikan orang tua selama 2 minggu tidak habis si setengah perjalanan.

Walau diakhir cerita, akupun juga tak sempat kenalan dengan dia. 😥

Pertama Kali Kenalan Dengan Wanita Yang Aku Sukai

Kalau sekedar kenalan ke wanita satu kelas sih, kayaknya biasa-biasa saja. Tapi kalau kenalan kepada wanita yang aku sukai kala itu, Terasa lebih istimewa.

Istimewa gimana?

Setelah Magang selesai, aku menyukai salah satu adik kelas. Dia cukup populer karena dia anak Osis dan juga Duta bahasa inggris di sekolahku. Dibandingkan dengan aku yang culun, tak dikenal dan tampang luar biasa “Biasa”.

Jujur, untuk berkenalan atau sekedar mengoda, adalah hal yang mustahil aku lakukan. ya jadi pemuja rahasia, itu yang sering aku lakukan. Sebuah kebetulan saat pulang sekolah. aku dan adik kelasku itu, pulangnya searah. Kita menunggu bis di halte yang sama.

Ada salah satu temanku yang cukup berani dalam hal berbincang dengan wanita. Temanku ini merunding adik kelasku bahwa ada yang ingin berkenalan kepadanya. Ditunjuklah aku. itu adalah kali pertama aku berkenalan secara langsung kepada wanita yang aku sukai.

Perasaan gemetaran, malu dan binggung, campur aduk menjadi satu. Saat berjabat tangan, serasa diriku melayang. Walau ujungnya hanya sekedar jabat tangan dan mengucapkan sebuah nama.

Setelah hari itu, rasanya aneh dan malu saat berpapasan dengan dia.

Cinta Monyet

Selepas lulus SMK, dan dalam masa jadi pengacara (Pengangguran tanpa acara). Aku sempat kabur dari rumah sebulan, tinggal digunung, dikediaman Bu Lek ku. Dari pada aku dirumah hanya jadi diam tak ada acara, mending aku ke gunung, disamping mencari suasana baru, serta bisa bantu-bantu bu Lek untuk merawat sapi yang dia pelihara.

Dalam sebulan itu, aku jatuh hati dalam seorang gadis muda. Kala itu aku masih berumur 18 tahun sedangkan gadis tersebut umur 14 tahun. Dia masih SMP.

Pedofilia?.

Kayaknya tidak, walau umurnya segitu, tapi tingkat kedewasaan mengenal sosok laki-laki, jauh melebihi aku yang berumur 18 tahun. Postur tubuhnya juga gak kalah dari anak SMA. Tidak begitu tinggi, cuman mungkin sedikit lebih seksi dari seumuran anak SMP.

Dia tetangga bu Lek ku, jadi selama sebulan disana, dan kebetulan dia juga libur semester kala itu, sering kali kita pergi ke tegal (semacam perkebunan dikaki gunung). tujuan awal ya mencari rumput sesekali mencari buah yang bisa dimakan disana.

Entah aku ke PD an atau gimana, yang jelas aku menyadari dia juga suka denganku, dilihat dari cara dia memperhatikanku, cara dia memperlakukanku, dan cara dia membelaku.

Dikala itu ada event desa, entah hari perayaan apa aku lupa. aku diajak adik sepupuku pergi ke gunung idrakila. berangkat sore menuju kesebuah pertapaan atau semacamnya. Sudah adat disana untuk sekedar mendaki ke bukit itu. walau tidak ikut semedi seperti yang dilakukan para sesepuh disana. Kebanyakan anak muda yang ikut, ya sekedar menginap dan membuat api unggun.

Si gadis ini juga ikut bersama rombonganku, sesekali aku membantu dengan mengulurkan tangan saat dia kesulitan mendaki. saat di puncak, ada tempat seperti pendopo/gubuk yang bisa ditempati tidur.

Dengan hawa sedingin itu, nyaris semalaman aku tidak tidur. hanya menikmati music yang dimainkan oleh segrombolan orang yang menyanyi dengan diiringi gitar.

Adat memang sudah terkikis oleh zaman, tempat sakral  orang hindu itu malah dibuat nongkrong dan bermain musik. Ya untung aja tidak ada yang kesambet kala itu.

Disitulah hal romantis yang pernah aku alami, pertama kali dalam hidupku. ciyeeee.

Padahal dia orang situ, tapi dia memilih dekat-dekat denganku dari pada dekat dengan teman-temannya. si gadis ini tidur dengan 2 adik sepupuku, tidur di pinggirku dengan jaket dan selimut yang kita bawa. Dan aku memilih tidur dengan duduk dan bersandar di tembok

Keesokan harinya, kita menuruni bukit dan disitu pertama kalinya aku memegang tangan seorang gadis begitu lama. dia kecapekan dan berusaha meraih lenganku agar bisa menuntunnya. Perasaanku campur aduk kala itu “Masak aku harus menyukai gadis SMP“.

Banyak canda dan tawa kala menuruni bukit itu, mungkin dia adalah cinta pertamaku walau tak pernah aku ungkapkan kepada dia. Walau tanpa diucapkan, harusnya dia juga menyadari perasaanku yang sebenarnya.

Setelah aku merantau ke Surabaya selama setahun untuk bekerja, aku mendengar dia menikah setelah lulus SMP dengan orang yang dijodohkannya. sudah hal biasa di daerah pegunungan, Gadis belia umur 16 tahun sudah menikah. Aku juga hadir dipernikahannya, walau pas kesana aku tidak bertemu dengan dia.

***

Aku bahagia mempunyai pengalaman seperti itu, aku juga tidak merasa terluka karena menyukai. Cinta itu sederhana, ketika melihat orang yang kita sukai terlihat bahagia. Disitulah kita merasakan kebahagiaan juga.

“Cinta itu tak mengenal kata maaf, karena cinta datang dari hati, Kau akan tau isi hati orang lain, meski aku tidak mengatakannya” Love Rain

Iklan

16 pemikiran pada “Perihal Cinta dalam Diam dan Rasa Malu-malu

  1. Love Rain… Jujur aja ini KDrama yang alurnya lambat sangat, cukup membosankan… menurut saya lho yaa, hehe.. tp pengambilan gambarnya bagus, pemandangannya juga bagus. pemainnya mukanya bagus.

    Suka

  2. Ping balik: Mempererat Hubungan Dengan Jabat Tangan | Pennadiri

  3. Ping balik: Bukan Jatuh Cinta, Tapi Membangun Cinta Untuk Bahagia | Pennadiri

  4. Ping balik: Lebih Enak Mana Mencintai Atau Di Cintai? Menurutku Sih Lebih Enak Mencintai Dari Pada Dicintai | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s