Badai Cedera Melanda, Karirpun Sirna


Dikutip via Google

Pupus sudah karir sepak bolaku, setelah berbagai cedera melanda *Menghayal sudah menjadi pemain sepak bola profesional yang berlaga di Liga Italia. 😛

Berawal dari kebangun gegara kram di tendon kaki bawah lutut, Mengerang kesakitan yang tak berkesudahan diatas kasur. Akhirnya aku paksakan hingga aku berada di ujung kasur, aku turunkan perlahan kedua kakiku ke lantai. Rasa sakit karena kram berangsur-angsur menghilang. Aku tekuk lututku untuk melemaskan otot tendon kaki, naik dan turun hingga semua rasa kram menghilang.

Cuma, masih ada sedikit efek dari kram tersebut. Masih ada rasa nyeri di bagian tendon kaki di bagian bawah lutut. Walau dibuat jalan sedikit pincang  tapi tak menghentikan aku untuk kembali merumput di lapangan hijau yang sedikit kering karena jarang hujan.

Dengan kembali bermain bola walau sedikit ada rasa nyeri di kaki kiri. Niatnya sih, biar kakiku tidak manja, dan sedikit lebih enakan ketika dibuat pemanasan. Awalnya memang tidak terasa saat pemanasan kecil dengan jogging keliling lapangan.

Mencoba menendang bola beberapa kali, rasa nyeri kembali menyerang di kaki kiriku. Akhirnya aku coba buat rehat sejenak dengan duduk manis di pinggir lapangan dan memijiati tendon kaki sendiri. Dengan melihat-lihat permainan bola (Jugling, Kucing-kucingan, Passing dan sebagainya) yang dilakukan temanku hingga waktu game tiba.

Disaat Game Berlangsung, aku berdiri menempati posisi baruku menjadi defender. Dulu saat masih muda, saat mengilai permainan bola ini, Posisi favoritku adalah winger atau attacker midfilder, aku suka posisi ini, karena kata pelatih, aku punya skill lumayan, penguasaan bola yang bagus, bisa menendang dan drible mengunakan kaki kiri dan kanan dan yang paling penting, aku itu pelari yang baik. Termasuk lari dari kenyataan, lari dari tanggung jawab, dan lari dari pengejar hutang *Eh… 😛

Usia yang kian menua, dan minat main sepak bola yang hanya sekedar pengisi waktu luang atau sekedar mencari keringat. Jadi kondisi fisik yang jauh menurun ketimbang waktu SMA dulu. Posisi Defender sangat cocok untuk keadaanku yang sekarang ini.

Berbekal pengalaman yang lumayan, serta tinggi dan badan yang sedikit gemuk. Memungkinkan bodi balance yang mantap saat menghalang penyerang lawan. Tetapi gegara cedera pada kaki kiri membuat saya berlari sedikit pincang-pincang. membuat aku sedikit kesulitan dalam permainan kemarin itu.

Tepat setengah permainan, kakiku sudah tak bisa di paksakan lagi, dan cedera pada lutut saat berbenturan dengan penyerang lawan. Membuat aku menepi lebih awal dan mengerang kesakitan.

Dengan cedera lutut ini, memungkinkan aku menepi dari lapangan hijau yang kekeringan lebih lama lagi. Huft, Sedih sih. Karena dengan cedera ini, memungkinkan berat badanku naik lagi.

Sayang…kini waktuku buat kamu sepenuhnya.

Tiada sepak bola lagi, tiada futsal lagi, hingga cedera ini menghilang, Waktuku hanya untukmu Seorang.

Pdn, 5 Sept 16

Iklan

10 pemikiran pada “Badai Cedera Melanda, Karirpun Sirna

  1. Ping balik: Inilah Akibatnya Jika Sering Meremehkan Hal Kecil atau Sepele | Pennadiri

  2. Ping balik: Hujan-hujan Begini, Enaknya Ngapain Sih? | Pennadiri

  3. Ping balik: Hujan-hujan Begini, Enaknya Ngapain Sih? | Pennadiri

  4. Ping balik: Kesialan itu Keberuntungan Yang Tertunda | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s