Mempererat Hubungan Dengan Jabat Tangan


jabat-tanganHai, ketemu lagi di tempat ternyaman dikedai pikirku

Kali ini aku ingin membahas perihal persahabatan. Siapa didunia ini yang tak mempunyai sahabat?

Tentunya tidak ada, Bahkan para penjahatpun tetep mempunyai sahabat dalam membantu usahanya. Mungkin sudah kodrat sebagai manusia yang saling membutuhkan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya.

Begitupun dengan aku, Sahabat itu seperti sambal saat makan. Terkadang bikin semangat makan dan terkadang bikin BAB berkelanjutan. Didunia kerja, sahabatlah yang membuat aku bertahan dari berbagai tekanan dari atasan.

Merekalah obat stress yang selalu hadir disetiap kubutuhkan, tapi tak jarang juga, mereka pula yang menambah aku jadi stress. Memilih antara ikut sahabat, travel tipis-tipis atau diam dirumah karena istri tidak setuju aku pergi.

Well, Kali ini aku ingin membahas tentang jabat tangan bisa mempererat hubungan.

Selayaknya menyapa atau mengucap salam adalah dasar tata krama seorang muslim ketika bertemu dengan muslim lainnya. Tidak hanya kepada muslim, pada non muslimpun kita diharuskan untuk menyapa seorang yang kita kenali ataupun tidak dikenali.

Amalan islam apa yang paling baik?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari no. 6236)

Jabat Tangan Untuk Mencairkan Suasana

Aku beserta sahabatku, juga selalu mengucapkan salam dan berjabat tangan dikala berjumpa. Ditiap pagi, sebelum bel masuk kerja, kita selalu membiasakan diri untuk berkeliling untuk berjabat tangan. Selain menanyakan kabar juga kita bisa tau siapa saja yang belum datang.

Berjabat tangan sudah menjadi kebiasaan yg  dilakukan diberbagai negara termasuk di indonesia sendiri, bahkan jabat tangan merupakan simbol “Deal” dalam dunia bisnis. Sudah menjadi hal wajib bagi para pebisnis dengan rekan kerjanya ketika mencapai kesepakatan bisnis, mereka akan berjabat tangan untuk sebuah peresmian kerjasama.

Jabat  tangan juga digunakan untuk mencairkan suasana dalam sebuah perkenalan. Biasanya kita mengawali dengan saling mengenalkan nama masing-masing sembari berjabat tangan.

Setelah sholat juga kita disunnahkan untuk berjabat tangan dengan jamaah lainnya, begitu juga disaat bertemu dengan Guru atau orang yang lebih tua. Tidak cukup rasanya kalau hanya menjabat tangganya tanpa mencium tangannya. Hal tersebut menumbuhkan rasa kasih terhadap gurunya dan pastinya ridho gurunya akan senantiasa menyertainya

Adapun berjabat tangan sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shollallohualaihi Wassalam, seperti hadist berikut ini “Adalah sahabat Nabi SAW apabila mereka bertemu, mereka saling berjabat tangan, dan apabila kembali dari perjalanan, mereka saling berangkulan.” (HR. at-Thabrani).

Berdasarkan hadist tersebut, pertemuan pertama dengan orang lain kita dianjurkan untuk berjabat tangan. karena berjabat tangan akan semakin mempererat hubungan kita dengan orang lain.

Jabat Tangan Menumbuhkan Rasa Bahagia

Seperti dilansir di Kompasiana. Secara Ilmiah terdapat beberapa manfaat jabat tangan, seperti yang disebutkan dalam laporan yang dimuat dalam ‘Journal of Cognitive Neuroscience’. Para peneliti mencoba menemukan jawaban tentang pengaruh yang terjadi pada koneksi saraf akibat jabat tangan. Dan ternyata hasilnya, ketika kita berjabat tangan, otak akan memproduksi hormon kebahagian atau endorfin yg memberikan rasa bahagia ketika bertemu dan berjabat tangan dengan orang lain.

Seperti halnya aku, ketika pertama kali berkenalan dengan wanita yang disukai. Walau sebatas berjabat tangan saja, ada rasa bahagia yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. *Itu mah memang ngarep sangat xP.

Baca Juga  : Perihal cinta dalam diam dan rasa malu-malu

Jabat Tangan Menumbuhkan Rasa Nyaman

Membiasakan diri dengan berjabat tangan dengan orang lain, berarti memupuk rasa nyaman terhadap orang yang kita pegang tangannya saat berjabat tangan, apalagi dengan setiap kali berjabat tangan kita mengucapkan salam. Toh salam adalah doa kita terhadap muslim, dan sebaliknya yang menjawab salam juga akan mendoakan kita kembali.

Dulu, sebelum menikah dengan istri. Aku membiasakan diri untuk berjabat tangan dengannya. Aku tau kita bukan muhrim, dan hukumnya juga terhitung dosa kalau disengaja. Tetapi jabat tangan yang aku lakukan itu terselubung dengan status kita menjadi rekan kerja. 😛

Seperti yang aku jelaskan diatas, bahwa sebuah kebiasaan baik ketika bekerja adalah jabat tangan sebelum melakukan pekerjaan. Dan hal tersebut menjadi modus bagi aku, untuk bisa memegang tangannya dengan berjabat tangan sembari mendoakan disetiap salam yang aku ucapkan. Doaku hanya satu “Dekatkan pemilik tangan ini dengan aku” 😀

Dengan berjabat tangan dengannya, berarti, tanpa sadar aku sudah menaruh sistem kenyamanan dalam otak bawah sadarnya. Walaupun aku bukan pria beruntung yang jadi cinta pertamanya, Toh disetiap harinya, akulah yang beruntung mendengar canda tawanya dan kadang juga menyentuh kulitnya (entah itu nyubit pipinya, nyubit tangannya dan sebagainya)

Pernah istri berkata bahwa akulah pria paling nyaman didalam hidupnya, walau sebelum dia menerima lamaranku, aku bukanlah orang yang disukainya bahkan dia hanya menganggapku sebagai rekan kerja dan kakak kelas. Tapi dia tak pernah risih maupun merasa tidak nyaman denganku dalam berbagai hal.

Jabat Tangan Menumbuhkan Positif Thingking

Mungkin ini sedikit melantur dari arti jabat tangan, oke sebut saja sentuhan. Bagi pemuda pemudi yang berpacaran, tentunya sudah lazim dengan sebutan sentuhan ataupun bergandeng tangan. Yah, aku juga pernah muda dan khilaf melakukannya sebelum ijab qobul dulu, dan aku juga menyesalinya 😥 walau aku juga merasa senang dan bahagia sih saat memegang tangannya. Wkwkwkw

Bayangkan jika pemuda dan pemudi yang sedang kasmaran dan pacaran selama 1 tahun. Selama waktu itu, tak pernah sekalipun si pemuda memegang tangan si wanita karena malu. Suatu ketika, dalam suasanan sepi dirumah si wanita. Si pemudi ini memberanikan diri untuk mengengam tangan si wanita.

Apa yang akan dipikirkan si wanita?

Kalau menurutku Si wanita akan kaget dan berprasangka buruk “kok tumben-tumbennya dia megang tangganku, jangan-jangan dia akan berbuat sesuatu yang buruk kepadaku”. Berbeda jika keduanya sering berjabat tangan ketika bertemu, mengandeng tangan ketika berada dikeramaian untuk melindungi wanita pujaannya.

Ya cukup sekian, ulasan tentang jabat tangan yang bisa mempererat hubungan, baik kepada Kekasih, Sahabat, Guru dan Orang Tua

 

Iklan

26 pemikiran pada “Mempererat Hubungan Dengan Jabat Tangan

  1. Kalau ngutip tulisan di kompasiana linknya jangan ling kompasiana nya mas. Kompasiana itu juga blog keroyokan. Tautkan dengan link tulisannya. Mereka juga ngutip dari banyak sumber artikel

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s