Hasil dari Beres-beres Kamar saat Liburan, Menemukan Harta Karun Istri Yang Lama Aku Cari


harta-karunHai ketemu lagi kawan-kawan

Seusai liburan panjang Hari Raya Idul Ad’ha kemarin, menjadikan saya tak menenggok sama sekali kabar dari pohon Worsped ini.

Bukannya tak ingin menengok, tapi apa daya, sinyal di rumah Istri tidak mendukung untuk bisa me-reload aplikasi WordPress mobile di Androidku. Jadi baru hari ini aku bisa sedikit membalas komentar yang masuk atau sekaligus baca-baca artikel yang ada di reader.

Mungkin memang sudah saatnya untuk rehat sebentar dari hirup pikuk kesenangan worsped , liburan kemarin aku buat untuk rehat dari segala rutinitas kerja atau sekedar coret-coret di beranda blogku ini. Dan waktu liburan kemarin fokus untuk membagi pecahan-pecahan daging kambing dan sapi ke para penduduk maupun ke para sanak keluarga yang sedikit jauh dari tempat tinggal istriku.

Seusai membagikan daging, melihat kamar istri yang sudah lama tidak ditinggali. Berantakan sangat. Terutama bagian buku-buku yang berada di pinggir kasur, serta baju di lemari kayu, yang ternyata terdapat banyak semut yang bermukim di dalam lemari tersebut.

Sudah sejak lama aku dan istri tak pernah menginap disitu. Sejak usia kehamilan istri, usia 6 bulan hingga sekarang anakku berumur 3 bulan. Kira-kira sudah setengah tahun kamar itu tak berpenghuni. Hanya sesekali dibuka dan di acak-acak ponakan dari istriku.

Langkah awal yang aku lakukan untuk membersihkan kamar adalah mengucap bismillahirohmanirrokhim 🙂

Langsung aku keluarkan isi dalam lemari yang lebih banyak dipenuhi baju-baju istri dan anak. Dan hanya 3 kaos oblong dan 2 sarung kepunyaanku. Kok bajuku Cuma sedikit? Karena kita lebih banyak menghabiskan waktu dirumah saya di Pandaan dari pada dirumah istri. Paling saat liburan seperti ini aku menginap 1 atau 2 hari.

Dari baju-baju itu, banyak semut yang bersarang dengan menaruh semacam telurnya di pakaian tersebut. Ada juga pakaian yang sedikit termakan dan berlubang karena ulah semut itu.

Langkah kedua, kita membagi beberapa tugas. Aku membersihkan kamar dan lemari tersebut. Sedangkan istri memilih dan memilah baju yang bisa dipakai. Serta menyisihkan pakaian yang tidak terpakai karena kekecilan.

Oke, kita abaikan kesibukan istri memilah pakaian sambil nonton televisi diruang tengah. Yang harus diperhatikan itu aku!, yang memang sedikit haus akan kasih sayang dan perhatian yang lebih, *eh.. wkwkwkwk.

Aku dorong lemari itu keluar kamar dan aku keluarkan ke teras rumah sendirian. sengaja mencetak tebal kata “sendirin” biar terlihat betapa susahnya jadi aku. Jangan bayangin aku sekuat itu, hanya karena aku bisa mengeluarkan sebuah lemari dari kayu sendirian. Karena pada dasarnya, lemari itu hanya berukuran sekitar 80 cm x 100 cm x 40 cm. Jadi lebih kecil dari bayangan yang anda pikirkan sebelumnya. xP

Aku bersihkan bagian dalam lemari dengan sapu, serta menyiram dengan air. Berharap semut dan rayap kabur setelah kena air. Kemudian aku biarkan kena terik matahari biar kering.

Fix, masalah pertama udah selesai.

Lanjut bagian Dua, Membersihkan buku-buku yang berada di antara pingiran kasur dan tembok. Oh iya, aku belum cerita tentang pohon cokelat didepan rumah istri. Ada 2 pohon cokelat yang ditanam oleh almarhum bapak.

Memang sering kali pohon cokelat itu berbuah dan buahnya terhitung banyak. Tapi pohon cokelat itu juga penghasil semut yang banyak. Mungkin semut dalam rumah juga berasal dari situ dan berteduh didalam rumah.

Tidak hanya lemari penuh pakaian itu saja yang diserang para semut, buku-buku yang tadinya ditempatkan di sebuah kardus dan ditata rapi. Sekarang kardusnya aku angkat tinggal setengah bagian. Alhasil buku-buku itu juga jatuh berantakan di lantai. Begitu juga semut dan pasir yang dibawahnya juga ikut berhamburan di lantai kamar itu.

Aku pilihin buku-buku itu satu demi satu, untung saja ada beberapa buku yang sudah terbungkus oleh plastik merah besar. Aku angkat terlebih dahulu plastik merah yang berjumlah 2 itu. Aku pisahin di ruang tamu sementara yang lainnya aku pilihin yang masih bisa terselamatkan dan aku biarin buku yang sudah tinggal setegah karena gigitan semut.

Setelah itu aku bersihkan lembaran-lembaran buku-buku yang tersisa di lantai, aku sapu beserta tanah dan semut yang berkeliaran kemana-mana. Kemudian aku mengepel lantai dengan pewangi biar ruangan sedikit wangi dan tak bau sesak karena tak berpenghuni.

Dan Terakhir, Aku mengucap Alhamdulillah dan rebahan di ruang tamu sambil menikmati sate kambing yang entah dari mana asalanya. Karena dari awal memang dikeluarganya istri tak ada yang bakar-bakar sate. Mungkin dapat kiriman dari tetangga kali yak.

Sambil rebahan, aku melihat-lihat isi dari kantongan plastik merah berisi buku-buku lama. Terlihat banyak buku kimia dan fisika SMA. Sepertinya buku itu, buku referensi istriku saat kuliah dulu.

Dan, Tadaaaa…

Aku menemukan beberapa harta karun yang dipendam istri selama ini, wkwkwkw.

Harta Karun istri

Dikutip via google

Yang pertama, Surat Cinta dari sang mantan yang menyebalkan.

Kenapa menyebalkan?

Karena pada dasarnya, melihat sesuatu dari kenangan istri itu terkadang membuatku cemburu. Cemburu karena ada orang lain yang pernah mengisi relung hati istri, Cemburu karena ada tangan jahil yang pernah mengengam tangan istri (termasuk tanganku juga nakal waktu itu).

Aku melihat amplop di balik selipan buku tebal berjudul  “analisis”. Aku baca header post yang ada di amplop tersebut “Untuk adindaku tersayang”. Preeet banget deh. Adinda gundulmu (dalam hati)

Aku buka isi amplop tersebut dan ada surat dari kertas polio bergaris satu lembar. Tapi tulisannya panjang sampai terdapat 4 halaman penuh. Sekilah aku baca halaman pertama dan memutuskan untuk berhenti di 3 paragraf awal dan tak mau membaca lagi.

Kenapa berhenti?

Ya karena sebal aja, dan juga kebanyakan dari kata-katanya itu loh, mengandung unsur kata ke-PD-an yang luar biasa. Seperti ini suratnya kalau ngak salah.

Awal Paragraf

Hai dinda, apa kabar, lama tak ketemu ya sayang? Diawal saja adinda sudah senyum-senyum gitu membaca sapaan kakanda. (Sok tau banget kan, padahal istriku paling juga serasa muntah saat baca ini, wkwkwkw)

Paragraf ketiga

Jujur ya sayang, aku sangat kangen sama dinda? Hu’um, adhek juga kok mas (pake bolpoin warna beda) ingin sekali aku memeluk dan mencium dinda sekarang ini, tapi bagainamana lagi, jarak dan waktu memisahkan kita. Hu’um, yang sabar ya mas (bulpoin beda lagi) Nih surat cinta bener-bener edan yak, ditulis sendiri di jawab-jawab sendiri. Mungkin dia terinspirasi dari Hudson yang berwajah dua kali yak 😛

Tanpa membaca lebih banyak lagi, aku remas-remas itu surat, dan aku buang ke tempat sampah. Sebenernya ingin sekali aku injak-injak dan aku bakar dengan elemen api Gokakyu no jutsu. Tapi ya, keep calm aja lah. Biar terhindar dari dosa wkwkwkwk.

mantan

Yang Kedua, Kumpulan Buku Puisi istri saat SMA dulu

Nah, yang ini baru bisa disebut harta karun dari pada surat alay tadi. Kenapa saya sebut harta karun?

Karena aku ingin Blogku sedikit bernuansa puitis dengan hadirnya puisi-puisi yang biasanya ber-genre melankolis. Jujur, aku sendiri bukan typikal yang bisa merangkai kata dengan genre melankolis nan puitis. Pernah juga aku mengisi artikel dengan puisi tapi sumbangsi dari orang lain.

Berbeda dengan yang ini, dengan adanya buku ini. Aku bisa memposting puisi dikala tidak ada ide posting di pikiranku. Serta tak perlu aku memasukkan puisi ini di kategori Guest post. Karena apa yang dimiliki istri adalah hak milikku juga. Jadi karya istri juga merupakan karyaku juga. Hore… 😛

Tapi mungkin lebih etis, tetap aku menuliskan nama pengarang dari puisi ini di bagian akhir puisi yang akan aku posting berikutnya. Ditunggu ya, karya istriku. Wkwkwkwk Promosi terselubung 😛

Yang Terakhir, …

Cukup itu aja lah, karena bagiku, dari semua harta karun istriku yang aku temukan. Tetap tak lebih berharga ketimbang CINTA dari istriku kepadaku.. hihihihi 😛

Sekian.. Terima kasih sudah membaca ocehan yang ngak begitu jelas ini

Pdn, 13.09.16

Iklan

11 pemikiran pada “Hasil dari Beres-beres Kamar saat Liburan, Menemukan Harta Karun Istri Yang Lama Aku Cari

  1. Ketawa ketiwi baca postingan ini. Kenapa dibuang sih surat cintanya… kan bisa jadi kenangan juga… toh.. sekarang adindanya udah jadi milikmu mas wkwkwk… tp cemburu kan menguras kamar kamar mandi emang eh hati ding. Ditunggu puisi karya istrinya ya

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Favorit Movie Yang Masih Suka Lihat Walau Sudah Diputar Berulang-Ulang Di Televisi | Pennadiri

  3. Ping balik: Buku Favoritku Itu Yang Menceritakan Tentang Kamu | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s