Hari Pertama Dan Terakhir


akhirHari ini hari pertama istri masuk kerja setelah cuti melahirkan selama 3 bulan berakhir. Seperti yang pernah saya jelaskan di artikel “jangan beranggapan istri tidak bekerja, akan mengganggu perekonomian keluarga”. Bahwa aku dan istri kebetulan satu paket saat bekerja, sama-sama satu shift dan sama sama berposisi sebagai  admin yang kerjaanya duduk diam melototin komputer tiap harinya.

Hari ini juga sekaligus hari terakhir untuk istriku kerja disini, karena sejak awal menikah, kita sudah memutuskan hanya aku saja yang bekerja sedangkan istri akan bekerja dirumah ngurusin anak-anak. Sudah 5 tahun keputusan itu baru bisa terlaksana sekarang. Diawal pernikahan, istri masih menjalani kuliah. Jadi sengaja tetap bekerja untuk buat tambah biaya kuliah.

Setelah 3 tahun, dan istri mendapat gelar sarjana. Keputusan untuk resignpun juga sedikit tertunda. Kita berencana untuk resign saat sudah melahirkan anak kedua kita.

Sengaja, masuk pertama kerja, aku memilih disaat masuk malam hari, alasannya, biar bisa berpamitan selain kepada shift saya ini, juga bisa berpamitan kepada shift satunya lagi. Hal itu dikarenakan untuk menunggu datangnya para staf dan manager yang datangnya sekitar jam setegah delapan pagi. Jadi selama 2 jam istri bisa berpamitan kepada shift satunya selagi menunggu untuk menyampaikan surat resign.

Sebenarnya, banyak hal yang sedikit terasa sedih saat harus memikirkan hari ini adalah hari terakhir bekerja.  Karena terlalu banyak kenangan yang kita lakukan bersama saat bekerja. Juga, seperti ada yang kurang saat harus bekerja sendirian, terutama disaat masuk malam begini.

Boncengan berdua saat Malam

Nah, mungkin hal ini yang akan aku rindukan kedepannya. Yang namanya kerja malam apalagi berangkatnya pake sepeda motor dengan menempuh jarak sekitar 22 Km untuk sampai tempat kerja.

Hal pertama yang terasa saat harus berkendara saat malam adalah rasa dingin, entah itu dari angin atau memang hawa malam yang sedikit menusuk dada. Walaupun begitu, aku selalu menaruh tas rangsel di depan dadak,u dengan tujuan biar angin malam tidak langsung terkena bagian tubuh tersebut.

Akan tetapi rasa dingin tetaplah bisa menyerang kesegala arah, apalagi bagian belakang hanya terlindungi jaket polyester saja.

Berbeda saat boncengan dengan istri, rasa hangat dan nyaman menghilangkan rasa dingin angin malam yang menusuk sekalipun.

Banyak Makanan Ringan

Ini enaknya saat bekerja dengan istri sebagai rekan kerja satu shift. Istriku adalah pengatur keuanganku, jadi kebanyakan semua gajiku dan gajinya dia, yang pegang, ya istriku. Aku hanya dibagi sebatas yang aku butuhkan yang sudah dia rencanakan. Hal itu dikarenakan karena aku typikal orang boros. Ketika mempunyai banyak uang, seakan aku itu berpikir bagaimana cara menghabiskan uang sebanyak ini. wkwkwkwk

Karena terbatasnya uang yang aku miliki, membuat sedikit lebih memikirkan secara bijak dalam pengunaan uang jatah tersebut. Jadi jarang sekali aku jajan makanan-makanan ringan, entah itu roti atau makanan ringan lainnya saat masuk malam.

Paling disaat istirahat tengah malam, aku hanya keluar cari kopi atau minuman lainnya. Jarang sekali aku membeli makan ringan atau makanan berat sekalipun.

Nah, beda jika istri masuk kerja, justru dia yang menginginkan beli sesuatu saat mau berangkat kerja. Entah itu roti, kabin dan makanan semacam itu. Dan hasilnya, aku jarang kelaparan saat bekerja bersama istri, karena ada aja camilan didalam tas ajaibnya itu.

Ada Tempat Bersandar

Mungkin ini yang paling aku rindukan saat harus bekerja sendiri. Sering kali aku merasa letih dan pusing ketika bekerja saat malam hari, bersandar di bahu istri adalah hal yang paling sering aku lakukan saat merasa pusing.

Menganggu dan menjaili dia saat bekerja, adalah kesenangan tersendiri, selain menghilangkan rasa bosan, juga sedikit banyak menyelimurkan dari rasa kantuk.

Sedih sih, tapi aku harus tetap semangat untuk dia, untuk membahagiakan dia walau banyakan menyakitinya sih, Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin menjadi Imam dan juga seorang ayah untuk anak-anak kita.

Selamat tinggal dan sampai bertemu lagi dirumah. Hihihihi 

keluarga

Dikutip via Facebook

Iklan

12 pemikiran pada “Hari Pertama Dan Terakhir

  1. Wah klo bisa kerja di kantor yg sama dg istri itu anugrah banget. Sayang juga klo mesti resign. Tapi kan itu sudah direncanakan baik buruknya. Semoga saja keputusannya membawa hal2 yang baik di masa depan 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Jangan Beranggapan Istri Tidak Bekerja Akan Mengganggu Perekonomian Keluarga | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s