Sudah pengen punya adik lagi! Secepat itu kah?


Ma, Hamil’o lagi ma.., biar naila punya adik dua!”

Aku tertawa geli dalam hati mendengar ucapan naila kepada mamanya.

Padahal sendirinya belum bisa ngendong adiknya yang memang masih sangat kecil, ataupun “ngudang” adiknya biar bisa tertawa dan berhenti nangis *ngudang itu semacam mengajak bayi bicara, intinya tujuannya biar bayi bisa tertawa ataupun diam tanpa ada tangisan karena merasa ada yang njaga.

Dulu, sewaktu aku kecil, aku adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Akan tetapi anak pertama dan kedua sudah meninggal sebelum aku dan kakakku lahir kedunia. Tinggallah aku dan kakak lelakiku yang terpaut 4 tahun lebih tua dari aku. *yaiyalah, namanya juga kakak masak lebih muda dia.

Berbeda dengan Naila, aku justru lebih menginginkan mempunyai Kakak perempuan ketimbang harus mempunyai adik lagi. Cukuplah aku yang menjadi adik yang selalu disayang orang tua dan dijaga kakak. Ketimbang harus menjadi kakak dan bertanggung jawab menjaga adik lagi.

Jadi, disetiap ada yang nanya, “Gak pingin adik lagi?”

Jawabanku tetap sama, “Tidak pernah menjawab dan selalu berada di belakang ibu

Sebenarnya kalau boleh menjawab saat kecil dulu. Ingin rasanya aku mengutarakan ingin mempunyai kakak perempuan ketimbang harus punya adik baru

Bukannya aku tidak sayang dengan kakak lelakiku. Jelas sesama lelaki, kita mempunyai sudut pandang yang hampir sama, memiliki hobi sepak bola yang sama walau kita berselisih paham tentang fans juventini dan milanisti.

Sepertinya kita memiliki dua kubu yang bersebrangan yang tak bisa akur satu sama lain, kenyataannya, kita selalu kompak dan tak pernah menjelekkan tim kesanyangan kita.

Bagiku, kakakku lebih banyak mengalah kepadaku, aku saja yang tidak ingin mengalah kepada dia. Tapi itu waktu kecil dulu. Tak pernah sekalipun kita berantem sampai bermusuhan. Walau sempat sekali seumur hidup kita pernah marahan karena suatu hal “kesalah pahaman”.

Kakakku yang mempunyai jiwa penyayang, walau sedikit lebih emosional dan tempramental kalau sedang kalut. Sedangkan aku, lebih pendiam dan tidak banyak bicara, sekali bicara terkadang melukai hati banyak orang. *Eak, kata-kataku terkadang seperti pedang tak bermata. Heu…

Seandainya aku mempunyai kakak perempuan, mungkin akan lebih mudah untuk bisa memahami wanita. Bisa juga kakak perempuan tersebut, bisa jadi tempat curhat saat lagi galau. Atau yang paling penting, dengan adanya kakak perempuan, setiap PR dari sekolahan, mungkin akan lebih gampang selesainya ketimbang harus kerja kelompok dengan temen sekelas. 😛

Ya, namanya juga sudah takdir, aku hanya mempunyai kakak lelaki yang baik, mungkin aku harus bersyukur karena itu. Alhamdulillah

Kembali ke cerita Naila,

Ini adik nisa masih kecil, Naila loh belum bisa ngendong ngunu” tanya mamanya

Enggak, pokoknya enakan dua” celoteh Naila tetap ngeyel pengen adik lagi

Semakin aku tertawa mendengar hal itu, “enakan dua” mungkin naila kebanyakan melihat iklan mie sukses isi dua. Jadi bawaannya pengen yang dua gitu. Wkwkwk

Aku melirik ke mamanya, trus aku bilang gini ke mamanya

ayok ma, kita buat lagi..” sambil senyum senyum nakal

Istriku hanya tersenyum menanggapi ajakanku tadi. dan tak menghiraukan aku lagi.

Sabar ya nak, mungkin nunggu kamu dan adik Nisa sekolah, baru ayah dan mama akan bikinin adek baru. wkwkwk *kayak bikin roti aja yak. 😛

 

Iklan

30 pemikiran pada “Sudah pengen punya adik lagi! Secepat itu kah?

  1. yeaaayyy punya adek lagiiii… lagi… lagi… hehehe

    aku beda 15 tahun sama adek ku, aku pikir udah jadi si bungsuh… eladalah, SMU punya adek, sekarang kalo jalan berdua sama adek, kayak tante tante jalan sama brondongnya haha

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Hal-Hal Yang Perlu Dibicarakan Antara Calon Suami Dan Istri Sebelum Hari Pernikahan | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s