Mengakui Kesalahan Adalah Jalan Pintas Menyelesaiakan Sebuah Konflik


mengakui-kesalahanDidunia ini, tidak ada manusia yang tidak pernah salah, dan yang paling banyak diantaranya? adalah manusia yang tidak mengakui kesalahannya.

Kok bisa?

Karena kalau banyak yang mengaku atas kesalahannya, mungkin banyak penjara, yang tidak bisa menerima penjahat lagi, karena kamar hotelnya, sudah penuh dengan orang yang mengaku salah. Wkwkwkw 😛

Mana Ada Maling Ngaku

Mengakui kesalahan adalah hal yang paling sulit dilakukan karena menyangkut dengan pembelaan diri sendiri. Diri yang selalu merasa benar, diri yang selalu merasa besar dan diri yang selalu ingin menang.

Banyak yang lebih mementingkan harga diri, ketimbang sebuah kejujuran hati. Kebanyakan orang akan membenarkan diri sendiri dulu dan mencoba mencari alasan untuk mengelak dari kesalahan yang dia buat.

Tak jarang pula, orang lebih melempar kesalahan kepada orang lain, agar supaya terhindar dari dampak dari kesalahan tersebut.

Pun diakhirnya, kesalahan tersebut juga akan berdampak pada dirinya kembali, karena dunia ini sangatlah adil, siapa yang berbuat, dialah yang menuai hasil.

Ketika dia berbuat menyimpan bau busuk di tubuhnya, walaupun dan sebanyak apapun dia memberi minyak wangi disekujur tubuhnya, suatu saat bau busuk tersebut, akan tercium juga.

Alih-alih, menutupi kesalahan untuk menghindar dari sebuah hukuman atau untuk menjaga nama baik. Tapi ketika kesalahan terkuak dengan sendirinya, pada akhirnya, mengakui kesalahan setelah semua bukti-bukti terpapar jelas dimukanya, justru akan menjatuhkan nama baiknya serendah-rendahnya.

Sangat berbeda ketika mengakui kesalahannya sejak awal, Hukuman pasti akan ada, tapi bukannya itu sebuah keadilan?

Ketika kita berbuat dan menuai hasil, seburuk apapun hasilnya, itulah yang akan menjadikan kita bertanggung jawab atas perbuatan kita dan pastinya akan menjadikan kita semakin berhati-hati selanjutnya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Mengakui Kesalahan Berarti Menurunkan Sebuah Hukuman

Siapa sih yang tega menghukum orang yang mengakui kesalahannya?

Sebuah kesalahan pasti patut diberi hukuman, tapi ketika yang bersangkutan mengakui secara terang-terangan kesalahannya, mengakui kekhilafannya. Pastinya, yang namanya manusi,a akan sedikit mengasiani ketika mau memberi hukuman.

Siapa sih, didunia ini yang tak pernah salah?

Mengakui kesalahan adalah langkah awal typikal orang hebat yang mau berusaha untuk maju. Karena dengan mengakui kesalahannya, dia akan intropeksi diri dan menganalisa sebuah masalah yang terjadi dan mencari solusi yang tepat agar kesalahan yang terjadi, menjadi kesalahan yang tidak begitu fatal.

Mengakui Kesalahan, Menjadikan Orang Tersebut dipercaya Oleh Banyak Orang

Ketika orang dengan beraninya mengakui sebuah kesalahan yang dibuatnya, tanpa sengaja dia mengaktifkan rasa kagum pada orang lain yang menyaksikan keberanian yang ditunjukkannya.

Memang akan terlihat tabu, seperti membongkar Aib sendiri demi mendapatkan sebuah hukuman atas kesalahannya. Atau bisa di bilang sebuah kebodohan selayaknya Ular yang menghampiti Gala.

Tapi disisi lain, orang akan bependapat lain tentang orang yang berani itu, Sebuah penghargaan “JUJUR” akan tertanam di hati masing-masing orang yang telah menyaksikan keberaniannya.

Mungkin memang benar orang yang mengakui kesalahan akan menanggung beban dari hukuman yang diterimanya, tapi itu memang sudah tanggung jawabnya dan selayaknya dia menanggungnya.

Tapi setelah itu, Akan banyak perubahan (yang bersifat baik) yang akan dia dapatkan karena kejujuran dan keberaniannya itu.

Mengakui kesalahan adalah Jalan Pintas menyelesaikan masalah.

Konflik tidak akan pernah terselesaikan ketika orang yang dilanda konflik tidak menemukan solusi.

Seperti halnya konflik di rumah tangga antara istri dan suaminya, ketika kedua-duanya enggan mengakui kesalahannya dan tetap memegang ego masing-masing yang tak mau dikalahkan. Konflik tersebut tak akan padam.

Berbeda ketika salah satunya, mengakui kesalahannya walau tidak sepenuhnya merupakan kesalahannya. Pastinya sisi lain akan mengakui juga kesalahannya dan meminta maaf. Setelah itu, baru konflik tersebut bisa di musyawarakan untuk mencari solusi yang terbaik  bagi mereka berdua.

Begitu juga konflik ketika ber-organisasi atau dikehidupan sehari-hari. Konflik tidak akan terselesaikan ketika semua berpegang pada ego masing-masing. Yang ada saling menyalahkan dan saling memenangkan diri masing-masing.

Berbeda ketika setiap pribadi saling jujur dan mengakui kesalahannya, maka akan ada jalan keluar dari konflik tersebut dengan menganalisa problem-problem yang telah terjadi dari penjelasan saat seseorang mengakui letak kesalahannya.

Mengakui Kesalahan adalah Perwujudan Manusia Sempurna

Dan Terakhir, Mengakui kesalahan, secara islam bisa disebut dengan Taubat.

Orang yang bertaubat dengan mengakui kesalahan-kesalahannya serta menjadikan itu sebuah pelajaran berharga agar tidak terjebak dengan kesalahan yang sama.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala sangat menyukai orang yang bertaubat dari dosa-dosanya

“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).

Sekian

 

Iklan

7 pemikiran pada “Mengakui Kesalahan Adalah Jalan Pintas Menyelesaiakan Sebuah Konflik

  1. Ping balik: Mengakui Kesalahan Adalah Jalan Pintas Menyelesaiakan Sebuah Konflik | HUKUM TATA NEGARA

  2. Ping balik: Berbohong itu Dosa, Tapi Berbohong Juga Kadang Diperlukan | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s