Perjalanan Cinta Selaras Dengan Melodi Lagu Cinta


melodi

Musik melodi penyemangat kehidupanku

Seperti itulah konsep dasar yang selalu menggema di otakku sewaktu dulu, Dimanapun aku, seperti apapun kondisiku, musik adalah hal yang harus selalu ada dalam setiap momentku.

Saat berkendara, tak lupa aku memasang earphone di salah satu telingaku dengan music rock n roll kesukaanku, begitupun disela-sela istirahat kerja, tak lupa juga aku memasang earphone di kedua telingaku sembari tiduran.

Musik juga pengantar menuju mimpi indahku dirumah, tak pernah aku memakai ear phone disaat tidur, aku memilih lagu slow melow dengan mengunakan loud speaker di hp jadul express musikku.

Terkadang aku memutar satu lagu berkali-kali, entah ingin menghafal lirik lagunya atau memang lirik lagunya tepat dengan kenyataan yang aku alami saat itu.

Seperti saat  aku jatuh cinta, benar-benar jatuh hati kepada wanita yang aku cintai secara tulus. Seolah musik menjadi pelantun drama kehidupanku yang nyata. Begitu meresap dan menggugah sebuah perasaan dalam jiwa.

Memang kebanyakan lagu melow dan galau yang sering menusuk hati, dan kebanyakan masa muda memang dipenuhi kegalauan dan kebimbangan hati. Walaupun kegalauan tersebut tujuannya memang untuk mengembleng hati untuk menjadi dewasa sih, tapi terkadang sedikit berat untuk bangkit kembali.

Berikut lagu-lagu yang pernah menghiasi kenyataan hidupku dengan lantunan lagu sendu penggoyak hati yang sedang rindu berbalut rasa perih dan pilu.

Rasa Ini – Vierra tale

Lagu ini nih, melekat banget di hati kala itu. Kala pertama kali merasakan jatuh cinta kepada orang yang tak seharusnya. Ketika rasa cemburu yang tiba-tiba muncul dihati begitu saja.

Berawal dari event camping tipis-tipis di daerah Trawas. awalnya sih, tak pernah aku menganggap seorang gadil kecil ini sebagai wanita yang aku sukai, tak pernah sedikitpun terbesit rasa suka dalam hati kala itu.

Kebersamaan sore itu, berduaan kesebuah air terjun yang lumayan jauh dari tempat camping. Jagung bakar yang engkau belikan dan sedikit candaan dan curhatan kala kembali ke tenda.

Entah kenapa, malam yang dingin didepan api unggun dan di bawah ribuan bintang yang membentang, rasa cemburu tiba dikala sosok lelaki pujaanmu datang menghampirimu yang tak lain adalah temanku juga.

Ku suka dirinya, mungkin aku sayang

Namun apakah mungkin, kau menjadi milikku

Kau pernah menjadi, menjadi miliknya

Namun salahlah aku, bila ku pernah merasa ini

Lelaki Pantang Menyerah – D’massive

Masih seputar gadis yang ada di lagu Rasa ini by Vierra tale. Setelah kesalah pahaman antara aku, kamu dan dia. Aku mencoba untuk melupa. Tentang rasa dan tentang keinginan untuk mencinta.

Tapi, kala itu terdengar kabar bahwa temanku yang juga menyukai gadis ini, juga menyukai gadis lain selain dia. Bahkan terdengar kedekatan mereka berdua.

Rasa ingin melindungiku muncul kembali, bukan karena cinta atau semacamnya. Lebih untuk menyelamatkan gadis ini dari orang yang tak lebih baik dari aku.

Mungkin salahku, Telah memasuki kehidupanmu
Yang telah berdua, Namun semua ini takkan membuatku
Menyerah begitu saja, Meski harus kupertaruhkan semua
Meski cinta harus membunuh hatiku, Jangan kau sebut aku lelaki
Bila Ku tak mampu dapatkan kamu

Aku terlahir di dunia ini, Bukan jadi tuk seorang pecundang
Aku terlahir sebagai pemenang, Kan kurebut hatimu darinya
Aku lelaki yang pantang menyerah

Ide untuk merebut hati sang gadis dari cengkraman laki-laki itu, tersirat dilagu ini. Bagaimanapun caranya akan aku lakukan untuk merebut hatinya dari tangan laki-laki tersebut.

Dan hasilnya, Benar-benar bekerja. Hubungan keduanya menjadi renggang karena kehadiranku ditengah-tengah. Tapi hal itu terlalu naif, Ternyata bukan karena aku saja yang hadir ditengah-tengah. Ada Sang mantan yang telah lama menghilang, yang tak ingin kalah untuk merebut kembali hati yang pernah dia miliki sebelumnya.

Ceritanya lebih rumit lagi dan semakin galau aku ditengah-tengah cinta segi empat itu.

Hujan Kemarin – Taxi Band

Pernah aku posting tentang ini di “Memory Kala Hujan Kemarin”, Hujan yang pernah menyembunyikan rasa sedih dan perih dalam hati. Perasaan luka ketika cinta tak berujung dengan indah, Ketika Cinta yang tak menemukan tempat untuk pulang.

Tak ingin lagi rasanya ku bercinta,Setelah ku rasa perih
Kegagalan ini membuat ku tak berdaya
Tak dapat lagi rasanya ku tersenyum
Setelah kau tinggal pergi
Biar ku sendiri tanpa hadirmu kini lagi

Cinta Dan Benci – Geisha

Antara cinta dan Benci.

Kebimbangan yang pernah aku rasa ketika itu, ketika setiap perhatian yang selalu dia beri disetiap perlakuannya kepadaku, dan ketidak pastian yang selalu dia sematkan dalam setiap ucapannya.

Sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa
Membenci dirimu, sesungguhnya aku tak mampu
Sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa

Pernah aku menulis artikel tentang perasaan ini di “Saya Benci Tapi Tetap Ada cinta Dihati”.

Jujur Saya benci dengan cinta ini, tapi ku tak bisa membenci dia dan tak bisa pula untuk tidak memperdulikannya. Parahnya lagi aku sangat menikmati kedekatan dengan dia kembali. Walaupun aku tau hal itu bisa membuat aku terperosok lebih dalam lagi.

Nah, seperti itu kutipan dari artikel yang pernah aku buat tersebut. Miris rasanya, ketika kita membenci dengan sikap egoisnya tapi tak menghilangkan rasa cinta yang terlanjur tumbuh dan bersemi dengan rindangnya.

Bertahan – Rama

Lihat aku di sini,Kau lukai
Hati dan perasaan ini
Tapi entah mengapa
Aku bisa memberikan maaf padamu
Mungkin karena..Cinta..
Kepadamu tulus dari dasar hatiku
Mungkin karena..Aku..
Berharap kau dapat mengerti cintaku

Sangat Naif sekali lagu ini, Tapi hal seperti itulah yang selalu aku lakukan kala itu. Tetap bertahan walau selalu tersakiti. Berharap dia bisa mengerti bahwa ada Cinta yang lebih besar dan tulus kepadanya. Bukan dari orang lain, tapi hanya dari aku. Wkwkwkw 😛

Melepasmu – Drive

Ini lagu terakhir masa transisi galauku. Ya dari semua lagu tetap bertumpu pada satu gadis itu.

Entah apa kelebihannya hingga membuat hatiku aku terpaku diam tak bergerak didalam hatinya dan terabaikan oleh waktu.

Mungkin melepasnya adalah hal yang seharusnya aku lakukan sejak dari dulu. Tapi tak segampang itu.

Tak mungkin menyalahkan waktu
Tak mungkin menyalahkan keadaan
Kau datang di saat ku membutuhkanmu
Dari masalah hidupku bersamanya
Semakin ku menyayangimu
Semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama

Dari penggalan lagu itu, terlihat bahwa aku memasukkan dia kedalam kehidupanku. Kenyataannya akulah orang ketiga atau bisa dikatakan kelima yang masuk dalam kehidupannya.

Bukan aku yang melepasnya agar dia tidak tersakiti lebih dalam lagi, tapi aku sendiri yang berusaha lepas darinya dan tak membiarkan rasa ini membelenggu dan tetap menyakiti aku lagi. Wkwkwkw

Endingnya

Biarkan jodoh yang menentukan.

Ketika aku melepasnya dan mencoba untuk menata kembali ke kehidupanku yang dulu. Sembari memperbaiki diri dan lebih memantaskan diri.

Justru dia kembali dengan jalan yang begitu tak terduga. Dan Alhamdulillah, Kita menikah dan semoga hidup dengan bahagia.. 😀

Amin..

Sekian

Iklan

12 pemikiran pada “Perjalanan Cinta Selaras Dengan Melodi Lagu Cinta

  1. Hahahahahaa… Mas tapi musti dipertimbangkan deh mulai sekarang untuk tidak menggunakan earphone saat berkendara. Safetly first dan earphone itu adalah pendistraksi nomor satu. Aku juga dulu ga bisa lepas dari earphone termasuk saat berkendara (bahkan naik sepeda atau lari), tapi skrg aku udh ga mau pake lagi demi keselamatan diri meskipun saya termasuk orang yang tetap bisa konsentrasi penuh, namun ga salah lah utk mencegah terjadinya hal2 yg ga diinginkan hehehehe…

    Suka

  2. Ping balik: Bukan Jatuh Cinta, Tapi Membangun Cinta Untuk Bahagia | Pennadiri

  3. Ping balik: Lebih Enak Mana Mencintai Atau Di Cintai? Menurutku Sih Lebih Enak Mencintai Dari Pada Dicintai | Pennadiri

  4. Ping balik: Lagu Galau Nan Sendu Favoritku | Pennadiri

  5. Ping balik: Lagu Penghilang Sepi | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s