Memahami Konflik dan Cara Meredam Konflik Dalam Rumah Tangga


konflikDalam menjalin sebuah hubungan, pastinya tak akan pernah luput dari sebuah konflik atau percekcokan antara dua insan yang menjalin sebuah hubungan.

Kenapa harus ada konflik?

Karena kebanyakan yang kita lakukan adalah kita mau dimengerti dulu baru mau mengerti orang lain, Begitu juga dengan orang lain. Maka jadilah Kita tidak mau mengerti dan mereka juga tidak mau mengerti. Terjadilah KONFLIK

Walau sudah bertahun tahun menjalin sebuah hubungan atau sebut saja berpacaran, tidak menjamin hubungan kedua insan ini baik-baik saja ketika sudah menikah.

Ego dan Perbedaaan adalah hal yang kerap menjadi pemicu sebuah konflik drama pertengkaran. Tak menutup kemungkinan bagi pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun menikah, mereka juga tidak jarang mengalami konflik ini.

Bedanya, Mungkin bagi pasangan yang sudah lama menikah, mereka sudah berpengalaman dalam menghadapi percekcokan dan konflik diantara mereka. Mereka sudah berpengalaman dalam menghadapi masalah seperti ini.

Jadi, kelihatan dari luar, hubungan mereka seperti tidak ada masalah sama sekali dan lebih terlihat kemesraan yang terus berlanjut tiap harinya.

Padahal sama saja dengan tiap hubungan yang lainnya, bedanya mereka sudah cukup makan garam untuk bisa mengerti dan memahami sebuah konflik yang terjadi.

Bagaimana kita bisa mengerti dan memahami sebuah konflik yang terjadi?

Menurutku, untuk memahami konflik perlu dengan terjun didalamnya. Tak perlu trik khusus untuk bisa mengerti dan memahami konflik tersebut.

Pengalaman adalah guru yang terbaik untuk bisa menjelaskan pemahaman tentang konflik. Memang perlu banyak makan garam dalam menyelesaikan sebuah konflik yang terjadi, barulah kita bisa memahami dan mengerti konflik tersebut.

Bagaimana cara menyelesaikan konflik?

Pastinya dengan menghadapinya bukan menghindarinya.

Sering sekali orang lebih memilih untuk menghindar dari pada menyelesaikan masalah yang terjadi.

Terkadang, konflik membuat kita merasa tersakiti. Menyelesaikan konflik itu juga kadang lebih menyakiti kita lebih dari sebelumnya. Tapi banyak pelajaran yang bisa kita ambil hikmah disaat proses ini terjadi.

Terus, Bagaimana cara menghadapi tanpa harus merasa tersakiti?

Sebelum kita berkomitmen membangun sebuah hubungan, kita juga sudah sadar penuh akan resiko yang akan kita alami selama menjalin hubungan tersebut.

Dari dua pribadi yang berbeda, adat istiadat yang berbeda dan dua karakter yang berbeda. Tak mungkin rasanya menjalin hubungan tanpa ada konflik.

Konflik harus ada untuk proses pendewasaan diri, Konflik harus ada untuk bisa mengerti arti bahagia yang sebenarnya.

Dari memahami arti kata diatas, bahwa konflik pasti akan terjadi dalam suatu hubungan. Dengan adanya konflik, setiap individu akan mengenal rasa sakit yang akan mengantar mereka pada bahagia yang sebenarnya.

Mungkin setiap orang mempunyai cara untuk menyelesaikan sebuah konflik dalam rumah tangga mereka, karena setiap individu mempunyai cara sendiri dalam penanganan sebuah konflik yang terjadi.

Begitupun dengan aku, aku yang merupakan pribadi yang jarang suka berbicara dan lebih banyak menyakiti saat berbicara (tanpa aku sadari), juga kurang peka-nya aku akan situasi yang terjadi, membuat aku dan istri sering cekcok dan beradu argumen dalam menghadapi konflik.

Tapi semakin sering konflik itu terjadi dan terselesaikan tanpa ada orang lain (orang tua) mengetahui masalah yang terjadi, semakin hangat dan kuat pula hubungan antara kita setelahnya.

Hal dasar yang sering aku lakukan dalam menghadapi konflik yaitu :

Menenangkan Diri

Menenangkan diri disini, lebih tepatnya meredam emosi diri yang sempat memuncak saat konflik terjadi.

Sangat tidak baik berbicara dengan emosi yang masih bergejolak dihati, menenangkan diri sejenak adalah cara yang tepat sebagai langkah awal untuk menghadapi dan menyelesaikan konflik ini.

Menenangkan diri juga memberi waktu sang istri untuk berpikir dan menenangkan egonya juga. Tapi saya sarankan jangan lama-lama mendiam istri seperti ini.

Kenapa?

Kebanyakan laki-laki yang lebih memilih menjauh saat menghadapi konflik, tapi bukan untuk melarikan diri, hanya sekedar menenangkan diri dan memikirkan kembali masalah yang terjadi.

Berbeda dengan istri, semakin di diamkan dan dijauhi oleh suami, dia akan mempunyai pikiran negatif yang menjadi-jadi, jadi lebih tepat untuk tidak membiarkan proses mendiamkan istri ini terlalu lama.

Kita harus memahami karakter istri seperti apa, tapi kebanyakan wanita benci saat dia merasa di diamkan.

Berpikir Positif

Berpikir positif adalah hal yang penting untuk meredam emosi diri, dengan berpikir bahwa konflik ini terjadi bukan salah siapa pun, tapi melainkan diri sendiri lah yang salah.

Dengan berpikir seperti itu, kita bisa lebih mudah untuk berdamai dengan diri, ketimbang harus terus berkutat memikirkan siapa yang salah.

Meminta Maaf

Meminta maaf adalah hal yang terbaik yang perlu dilakukan ketika konflik terjadi. Tak penting siapa yang salah dan siapa yang memulai ini duluan.

Meminta maaf duluan, bukan menjadikan kita rendah karena merasa takluk dihadapan wanita. Tapi menjadikan kita lebih tinggi kedudukannya dimata istri.

Kita bisa lebih cepat berdamai dengan hati dengan mengucapkan kata maaf terlebih dahulu, ketimbang harus berdebat kembali dan mencari kesalahan atau pembenaran diri.

Membicarakan Pokok Dari Permasalahan Dengan Tenang

Ketika sudah meminta maaf, dan perasaan istri juga ikut larut didalamnya. Maka kita berhak tau bagaimana konflik dan masalah ini bisa terjadi.

Kebanyakan lelaki jarang bisa peka akan konflik yang terjadi, yang mereka tau, tiba-tiba saja mood istri menjadi tidak menyenangkan lagi, nada suara istri sudah tidak semerdu yang biasanya lagi.

Berbicara disaat mood keduanya sama-sama tenang adalah waktu yang sempurna untuk memecahkan masalah yang terjadi.

Dengan berbicara, Kita bisa memahami pokok masalah dari sudut pandang yang berbeda. Ketika kita tidak setuju, toh kita tetap bisa berargumen.

Karena situasinya sedikit lebih rilex dari pada waktu terjadi pertengkaran. Jadi adu argumen akan lebih enak dan bisa menyelesaikan masalah atau sekedar mengalah untuk memenangkan hati pasangan.

 Selesaikan Masalah Sebelum Fajar Tiba

Ini yang paling penting, Aku sih tidak mempunyai alasan, kenapa hal ini harus menjadi point paling penting.

Yang jelas, menyelesaikan konflik dalam rumah tangga, kalau bisa secepat mungkin. Semakin lama kita menyelesaikan masalah, akan memperburuk suasana dalam rumah tangga.

Semakin lama kita saling “berdiam” dalam rumah tangga, maka bau ketidak harmonisan keluarga akan tercium oleh orang luar rumah. Jadi jangan heran ketika gosip dari luar rumah akan semakin memperkeruh konflik yang terjadi.

Ketika hal itu terjadi, maka sulit untuk bisa menenangkan diri dan berpikir positif dari konflik tersebut. Meminta maaf juga rasanya sedikit terlambat karena masalah yang seharusnya tidak begitu fatal menjadi membesar dan lebih menyakitkan hati.

*****

So, Ketika ada Konflik, tenangkan diri sejenak, meminta maaflah untuk sekedar menenangkan hati pasangan dan berbicaralah untuk menyelesaikan konflik. Lebih cepat lebih baik.

Sebuah konflik ada untuk menjadi pelajaran berharga dan mendewasakan setiap pelaku-nya, Jadi bersabarlah…

Iklan

28 pemikiran pada “Memahami Konflik dan Cara Meredam Konflik Dalam Rumah Tangga

  1. Ping balik: Mengutip Si Pembuat Nyaman, Yang Ingin Pulang | Pennadiri

  2. Ping balik: Belajar Mengerti Sudut Pandang Orang Lain Maka Orang Lain Akan Mengerti Sudut Pandang Anda | Pennadiri

  3. Ping balik: Alasan Mengapa Saya Tidak Bermain Game Clash of Clan (COC), Meskipun Merupakan Game Terpopuler | Pennadiri

  4. Ping balik: Hal-Hal Yang Perlu Perhatikan dan Dilakukan Sebelum Memutuskan Menikah | Pennadiri

  5. Ping balik: Jika Kau Jodohku, Mengapa Tak Kunjung Datang | Pennadiri

  6. Ping balik: Hal-Hal Sederhana Yang Wajib Ada Dalam Meningkatkan Kualitas Hubungan Dalam Sebuah Ikatan Pernikahan | Pennadiri

  7. Ping balik: Berbohong itu Dosa, Tapi Berbohong Juga Kadang Diperlukan | Pennadiri

  8. Ping balik: Bagaimana Memotivasi Diri Untuk Tetap Konsisten Dalam Menulis | Pennadiri

  9. Ping balik: Hal-Hal Yang Mungkin Anda Alami Setelah Menikah | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s