Menjemput Jodoh Agar Tetap Berjodoh


menjemput-jodoh

Edit image from google

Kamu sudah punya pacar, belum? Atau sudah punya Gebetan? Atau Teman tapi demen?

Terserahlah apa kalian menyebutnya, yang penting intinya itu seperti calon pasangan impian. Sudah punya target?

Beruntunglah kalau sudah ada, se-enggaknya itu salah satu jalan, menjemput jodoh. betul kan?… 🙂

Kita tak pernah tahu, kapan jodoh kita akan datang, Bagaimana proses bertemunya, dan seperti apa wajah dan karakter jodoh kita itu.

Karena Kita tidak pernah tau siapa jodoh kita, siapa tau, yang sedang dekat dengan kita itu adalah jodoh kita. Se-enggaknya, kita sudah menyakinkan diri dan berharap, semoga hubungan yang sedang dijalani (pacaran atau tarauf) sekarang adalah jodoh di pelaminan nanti.

Menjajaki dalam proses perkenalan dan pencarian jodoh yang terbaik, biasanya rentan terluka dan tersakiti.

Tapi, jangan bersedih dengan hal semacam itu.

Sebuah hubungan tak lengkap jika tidak ada konflik. Karena ada rasa saling ingin memiliki satu sama lain itulah, yang menjadikan ego tidak mau mengalah, sehingga, pasti akan ada yang terluka dan tersakiti.

Terkadang dari rasa tersakiti ini yang menyebabkan berakhirnya sebuah hubungan. Tapi,terdapat banyak pelajaran dari permasalahan rasa sakit yang pernah kita lalui.

Dan percayalah, jodoh kita tak akan pernah salah alamat ke yang lainnya.

Baca juga : kira-kira kau jodohku bukan?

Jika dia sudah datang, bagaimana agar dia tidak hilang?

Ketika calon sudah ada, tinggal bagaimana agar hubungan ini terjalin semestinya.

Kejenuhan dalam suatu hubungan, kerap kali terjadi. Tidak hanya pada hubungan pacaran, hubungan suami istri saja, terkadang mengalami titik jenuh, Hingga terjadi konflik dan perselingkuhan.

Menjalin hubungan itu mudah, yang sulit adalah mempertahankannya.

Itulah kenyataan  yang kita hadapi.  Mempertahankan sebuah hubungan, yang didasari oleh keberagaman ego dan karakter kedua insan. Tidak semudah mengawali sebuah hubungan.

Saling menghargai perbedaan adalah kunci untuk bisa mempertahankan sebuah hubungan  dengan semestinya.

Berhentilah menyalahkan, Fokus perbaiki diri

Tak akan ada habisnya, jika hanya saling menyalahkan. Setiap orang mempunyai ego yang tak ingin dikalahkan oleh yang lainnya.

Belajarlah untuk mengerti cara pandang pasangan, dan cobalah untuk mengerti, bahwa, pemikiran antara pria dan wanita itu sangatlah berbeda.

Tak harus saling mencari pembenaran, cukup perbaiki diri saja yang menurut kamu benar.

Dan jangan takut dengan sebuah perubahan, jalankan saja perubahan itu jika itu untuk kebaikan. Tapi jujurlah ketika kamu mengalami kesulitan akan perubahan itu.

Kenyamanan itu penting, agar dia tetap setia

Jika dia tidak suka akan suatu hal, jangan memaksakan dia untuk suka, jika dia menyukai hobby yang dilakukannya, janganlah melarangnya. Asalkan masih dalam kontek hal baik, tak perlulah kita melarang-larangnya.

Hargailah keberagaman yang terjadi antara kalian berdua. Agar tercipta rasa nyaman ketika kalian bersama

Kenyamanan itu penting agar dia tetap setia. Setia untuk mencinta dalam jarak yang tak memaksa untuk selalu singgah  dan setia untuk merindu dalam jeda kasih yang tak mengekang diri.

Baca juga: Mengutip Si pembuat nyaman yang ingin pulang

Sekali-kali jadilah orang  yang tak terduga, Biar hubungan tak terkesan begitu-begitu saja.

Jika kamu sering sms dia di waktu senggang, cobalah sekali-kali jangan menghubungi sama sekali dalam sehari, biarkan dia mencari dan menerka yang sedang kamu lakukan. Biarkan jarak dan jeda mengeratkan hubungan kalian.

Cobalah sekali-kali pergi kerumahnya tanpa memberitahukannya lebih dahulu, ketika di tanya, jawab saja “Aku rindu” dengan nada  candaan.

Romantisme tak monoton dengan ungkapan sayang dan kata puitis, terkadang membuat pasangan kesal karena menunggu lama juga bisa dikatakan romantis.

Kok bisa, orang kesal dibilang romantis?

Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya, ketika pasangan kita kesal dan cemberut, jangan lantas kita ikutan cemberut juga. Tapi pahamilah situasi, bahwa menunggu itu membosankan.

Cairkan suasana dengan sebuah permintaan maaf atas keterlambatan, dilanjut dangan alasan atau candaan.

“Maaf ya Yang, udah jangan cemberut lagi”

“ tadi itu sewaktu dijalan, ada nenek-nenek mau menyebrang, tapi jalannya lama, aku kan ngak tegaan orangnya, jadi aku bantu nenek itu dulusampai seberang”

“ tapi seneng deh, lihat kamu cemberut seperti itu, kelihatan lebih cantik, kayaknya aku harus lebih sering membuatmu cemberut seperti itu deh”

Reaksinya mulai cubit-cubit sayang gitu..  *Jangan ditiru ya, tidak semua pasangan itu sama perlakuannya. Wkwkwkw 😛

Begitu juga ketika sudah menikah, memberi surprise yang tak terduga, walau hanya hadiah kecil-kecilan, itu udah cukup menjadi romantisme tersendiri

Baca juga : Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menikah

Memantaskan diri itu, bukan untuk mendapatkan pasangan hidup yang pantas. Tapi menjadikan pribadi  yang tepat untuk pasangan yang pantas.

Menjadi pribadi yang lebih baik agar layak untuk dicintai, mungkin itu yang bisa aku simpulkan untuk arti sebenarnya memantaskan diri.

Memantaskan diri berarti kita mengusahakan menjadi pribadi yang baik untuk layak dicintai pasangan yang baik.

Sama seperti ingin mempunyai sahabat yang baik, maka sepantasnya kita menjadi sahabat yang baik dulu, untuk layak berteman dengan orang-orang yang baik juga.

Jika ingin punya pasangan yang sholeh atau sholihah, berarti kita harus  memantaskan diri dulu menjadi sholeh atau sholihah, baru kita akan layak untuk menjadi pasangan seorang muslim yang sholeh atau sholihah.

Bila kita berarti, maka kita akan layak dicintai 🙂

Iklan

28 pemikiran pada “Menjemput Jodoh Agar Tetap Berjodoh

  1. Sip2 mas Nur. Makasih nasehatnya. Tp Cinta blm nemu lg, kdgkala mikir jg sm kyk mas Nur, gmn ya kl trnyata nnt di sebelah rmh Cinta ada tetangga baru, eh trs trnyata jodoh? Hihi seru sprtinya 😂😍😍

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Jangan Turunkan Standarmu, Hanya Karena Kamu Lelah Menunggu | Pennadiri

  3. Ping balik: Jika Kamu Masih Jomblo!, Menurutmu, Tipe Jomblo Seperti Apa Sih Kamu? | Pennadiri

  4. Ping balik: Jodoh Itu Dicari Atau Dinanti? | Pennadiri

  5. Ping balik: Jika Jodoh Adalah Cerminan Diri, Berarti Cukup Mempelajari Sifat Cerminkan? | Pennadiri

  6. Ping balik: Untukmu Yang Terlalu Sibuk Dunia Hingga Lupa Menikah | Pennadiri

  7. Ping balik: Jadilah Jomblo Yang Berjuang Dengan Kesabaran | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s