Jangan Turunkan Standarmu, Hanya Karena Kamu Lelah Menunggu


Joyce Meyers - quote

Source image by quotefancy.com

Setiap orang pasti pernah menunggu, entah itu menunggu antrian, menunggu angkutan, menunggu adzan maghrib untuk lekas berbuka, dan banyak lagi yang lainnya.

Anak baru lulus sekolah, menunggu hari masuk kuliah atau menunggu dapat suatu pekerjaan.

Yang sudah menikah, menunggu datanganya sang buah hati

Yang single? Nunggu apa hayo… wkwkwkwk 😛

Eak, lagi-lagi bikin artikel tentang jomblo, ngak bosen apa? *Bikin baper aja.

Bosan sih, tapi yang keluar ide duluan tentang para jomblo sih, Sabar yak, disimak aja.. hihihih 😛

Siapa tau bisa menghibur masa singlemu, dikala menunggu..

Menunggu adalah Fakta Sebuah Kehidupan

“Patience is not the ability to wait. Waiting is a fact of life. Patience is the ability to keep a good attitude while waiting” (Joyce Meyers)

Kehidupan itu ada karena ada waktu didalamnya. Kehidupan itu seperti sebuah rentetan penantian dalam hidup. Deretan list tunggu yang menghiasi disetiap keseharian. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita tetap harus bergelut dengan hal menunggu. Menunggu nasi matang, menunggu pakaian kering, menunggu kopi menghangat dan sebagainya.

Bukan masalah menunggunya yang perlu diperhatikan! Karena menunggu itu fakta kehidupan, menunggu itu sesuatu yang pasti dan memang harus dijalani.

Namun, yang harus digarisbawahi adalah perilaku kita saat menunggu, apakah diiringi ragu dan gerutu, atau tetap bersabar dan menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.

Tapi, Aku Lelah Menunggu?

Kadang menunggu memang melelahkan, banyak energi yang terbuang gegara kita terlalu fokus dengan menunggu.

waiting-for-you

Source image by lovethispic.com

Waiting is Boring things, Kadang aku juga merasakan seperti itu saat harus download film drama korea dengan kecepatan Cuma 50-100 kb/s. Juga ketika harus nunggu antrian Pem-boker di toilet perusahaan yang gak mau keluar-keluar, Toiletnya juga Cuma 4 kamar, sedangkan yang antri diluar sudah 6 orang dengan aku. Heu…

Maka pertanyaannya harusnya kita ubah, bukan seberapa panjang waktu kamu menunggu, tapi apa yang bisa kamu lakukan disaat kamu menunggu?.

Kita harus yakin bahwa selalu ada hikmah disetiap jeda waktu kita menunggu, entah kesabaran, menguji keimanan, atau sekedar memberi ruang untuk mengukir amal.

Maksudnya gini, ketika kita antri di sebuah instansi, menunggu nomor antrian kita keluar. Hal apa yang kamu lakukan disaat jeda tunggu itu berakhir?.

Buka media sosial kah, upload foto, download lagu atau dengan tengak-tengok dan lirik-lirik wanita cantik yang juga sedang duduk menunggu antrian atau melihat cantiknya costumer service di instansi tersebut. Atau dengan menghiasi bibir dengan lafal Allah, atau menulis artikel yang baik untuk di share.

Semua pilihan itu kita yang menentukan di jeda tunggu itu berlangsung. Entah kita pilih mainin gadget, mainin mata, nulis yang bermanfaat atau berdzikir dengan sabar.

Yang jelas, itulah kehidupan yang kita jalani. Entah itu bermanfaat untuk orang lain, bermanfaat untuk diri sendiri atau hanya kesia-siaan yang kita dapatkan. Itu tergantung dengan diri masing-masing.

Baca juga : Kira-kira kau jodohku bukan?

Bukankah, kita sering merasakan banyaknya kejutan dari Ar-Rahman, dikala masa penantian?

Kejutan kehilangan Handphone, kejutan mendapatkan uang tambahan, kejutan pengalaman tentang suatu hal. Dari semua itu, bukankah kita bisa mengambil hikmah dari kejutan skenario Allah Subhanahu wata’ala.

Maka bersyukurlah dalam tiap menit dikala menunggu. Dan Bersabarlah, Semoga Allah senantiasa menjaga diri-diri kita dari kelalaian. Semoga hanya rentetan amalan baik yang menghiasi daftar tunggu kita dalam keseharian.

Memantaskan Diri adalah Memperbaiki diri dengan kebaikan selama masa menunggu

Lelah menunggu, membuatmu meremehkan standart yang kau patok dahulu dalam visi mencari jodoh idaman hati.

Kelamaan menunggu, membuatmu pasrah dan tidak sabar dengan jodoh seperti apa yang kau inginkan. Begitu juga, rentetan pertanyaan tabu, juga membuatmu tidak sabar dalam menentukan pilihan.

Ingat, Rezeki dan Jodoh, tak pernah tertukar!

Kiranya, ketika dimasa kita menunggu , apakah diiringi rasa ragu dan gerutu, atau tetap bersabar meyakini rezeki dari-Nya tidak akan tertukar.

Maka bagi yang masih terjatuh dalam rasa ragu, Ingatlah bahwa Tuhanmu itu Maha Adil,

Jadilah Yang Terbaik, Untuk Menuai Hasil Yang Baik

Siapa yang menanam kebaikan, pasti akan menuai kebaikan pula

Begitulah seharusnya, Tak perlulah kita menurunkan standart dalam proses mencari jodoh. Ketika kita menginginkan wanita sholihah, maka tugas kita menjadi sholeh terlebih dahulu.

Jika kita menginginkan wanita yang baik, maka berusahalah untuk menjadi baik. Jika kita menginginkan wanita yang baik untuk anak-anak kita, maka jadilah pria yang baik dengan anak-anak.

Selama masa menunggu, janganlah lelah untuk menanam kebaikan, walau kita tidak pernah tau kapan harus memetik hasil dari apa yang kita tanam. Tapi percayalah, ketika hal baik yang kita tanam, semoga hal terbaik pula yang kita akan dapatkan.

Baca juga : Bercocok tanam di Ladang Pahala

Jangan Putus Asa, Hanya Karena Pernah Gagal

aku-menanti-mu

Yang lelah menunggu, walau tetap menanti penuh harap

Kegagalan adalah awal kehancuran bagi yang berputus asa, tapi kegagalan akan menjadi pelajaran yang berharga bagi mereka yang mau terus berusaha.

Jangan menyerah, hanya karena pernah gagal satu kali atau berkali-kali. Allah menciptakan kegagalan bagi kita, supaya kita sadar bahwa kegagalan itu menunjukkan kemana arah yang seharusnya kita pilih.

Tak seberapa penting kita pernah terjatuh berkali-kali, yang harusnya kita garis bawahi adalah, ketika kita bisa bangkit dari keterpurukan itu berkali-kali, tanpa harus mengurangi rasa yakin kita kepada takdir Illahi.

Jadi, berbanggahlah jika kita bisa bangkit tanpa rasa dendam dihati, ketika hati kita pernah tersakiti dan patah hati. Karena suatu hari nanti, kita akan mendapatkan jawaban dari kebesaran hati yang kita miliki.

       Baca juga: Semangat Pantang Menyerah

Memantaskan Diri, Bukan Mencari Yang Tepat, Tapi Menjadikan Yang Tepat

Memantaskan diri bukan untuk supaya mendapatkan pasangan yang tepat, tapi dengan memantaskan diri, kita menjadikan diri kita layak untuk wanita yang tepat.

Maksudnya, jangan hanya berpikir bahwa, memantaskan diri agar supaya mendapatkan pasangan yang baik menurut kamu, karena, batasan baik menurut kamu pribadi adalah memaksakan pasanganmu menjadi baik sesuai dengan egomu.

Tapi, Pasangan yang baik mampu menghargai kekurangan pasangannya. Mampu menutupi kekurangan pasangannya, dan saling menghargai ego dan keinginan masing-masing.

Jadi, memantaskan diri agar menjadikan yang tepat dan  layak untuk bisa mendapat pasangan yang saling menghargai dan saling menutupi kekurangan masing-masing.

Baca juga: Menjemput jodoh agar tetap berjodoh

Berdoalah Yang Terbaik, Agar Kamu Dapat Yang Terbaik Menurut-Nya

Ketika usaha dan penantian kita belum membuahkan hasil yang nyata, maka bersabarlah.

Sebab, Ketika doa yang kita panjatkan di tangguhkan, Mungkin Allah Subhanahu wata’ala sedang menguji, sejauh mana kesabaran kita, sejauh mana kita mampu berbaik sangka atas kehendak-Nya dan sejauh mana kita mempertahankan takwa dalam duka yang lara.

Janganlah meragu, karena skenario terindah-Nya, terkadang harus diiringi jalan berliku. Seringkali dikabulkan dalam sekejap waktu, sesekali menunggu, sesekali digantikan dengan yang lebih bermutu.

Yang pasti, Semua kejadian itu terdapat hikmah yang besar, Hikmah yang bisa kita petik berkah didalamnya. Hikman yang menuntun ke jalan yang terbaik menurut-Nya. Dan hikman yang bisa menuntun kita kedalam ridho-Nya.

***

Sumber Referensi dari Catatan Blogger Dewi Nur Aisyah dengan judul Menunggu tak selamanya Membosankan

Iklan

31 pemikiran pada “Jangan Turunkan Standarmu, Hanya Karena Kamu Lelah Menunggu

    • hahaha, kadang sih… xD
      kalau emang janjian ketemuan, trus dia kelamaan, ya tinggal saja. Sabar menunggu juga ada batasnya..
      tapi kalau nungguin jodoh yang masih belum kelihatan, ya gak usah fokus menunggu, lakukan yang bermanfaat aja

      Suka

  1. Ping balik: Enakan Mana? Single Tapi Bahagia Atau Pacaran Penuh Luka | Pennadiri

  2. Ping balik: Obat Pereda Pilek Anti Mainstream Secara Alami Tanpa Obat-obatan | Pennadiri

  3. Ping balik: Jika Kamu Masih Jomblo!, Menurutmu, Tipe Jomblo Seperti Apa Sih Kamu? | Pennadiri

  4. Ping balik: Dalam Menunggu, Sabar Saja Tidak Cukup… | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s