Apa Arti Senja Dalam Hidupmu


senja-di-jembatan

Senja di jembatan @Tol-pandaan

Senja..!

Kata “senja” begitu populer dikalangan penulis yang suka merangkai diksi untuk dijadikan sebuah puisi maupun cerita fiksi. Banyak kata-kata romantis yang tercipta dengan latar belakang senja.

Apa arti senja bagi Seorang Irawan?

Senja itu pemandangan sore hari menjelang matahari tenggelam di ufuk timur barat. Ya seperti itulah aku mengartikan senja, tak begitu istimewa dan cukup sederhana.

Aku tahu, senja begitu indah. Kata banyak orang, “kala senja, langit berubah menjadi jingga”.  Walaupun hal tersebut tak berarti apa-apa, hanya sebuah lukisan indah di angkasa. Tapi banyak kata indah yang terukir dari sang perangkai kata, untuk melukiskan indahnya senja ataupun pilunya senja.

Ya, senja bisa berarti mengambarkan tentang dua hal yang bersebrangan, tentang keindahan yang berarti kebahagiaan, juga tentang kesedihan dikala perpisahan yang diibaratkan dengan senja.

Senja Itu Menawarkan Keindahan

senja-di-desa

Senja di desa @DepanRumahImpian

Cahaya redup dari matahari senja, tak begitu meyilaukan mata bahkan terlihat begitu anggun dan menawan. Cahaya jingga yang menghiasi langit-langit ufuk barat, seakan melukiskan sebuah ketenangan bagi yang melihatnya.

Aku suka senja dirumah, karena lebih terlihat indah, ketimbang Sunrise yang terhalang tembok beton dari bagunan Tol Pandaan. Cahaya senja juga menyinari depan rumahku, hangat dan menenangkan ketika menghabiskan waktu senja dengan menimang-nimang sang buah hati.

Baca juga : Tarian Malam

Senja Itu Penanda Waktu Pulang Dan Perpisahan

Senja juga pertanda untuk “Pulang

Dulu waktu kecil, di mulai seusai pulang sekolah, langsung berangkat bermain dengan teman-teman. Kita tak mengerti waktu, yang kami tau, hari mulai sore terlihat dari cahaya matahari yang mulai redup. Nah waktu senja itu pertanda kita harus pulang.

Pulang untuk sekedar membersihkan badan, pulang untuk berganti pakaian, dan pulang untuk sekedar mengisi perut yang sudah mulai keroncongan. Setelah itu, lanjut main lagi dari maghrib sampai malam, hingga ibu pun datang untuk melarang dan mengajak untuk pulang.

Senja juga tentang perpisahan, perpisahan untuk hari ini, karena kita akan lanjut main besoknya lagi. 🙂

Baca juga : Mengutip si pembuat nyaman, yang ingin pulang

Senja Melukiskan Sebuah Perasaaan

Senja itu melukiskan sebuah perasaan sedih dan galau.

Pernah sewaktu di kereta menuju indramayu, melihat senja di jendela. Cahaya redup itu mengingatkanku kepada keluarga yang aku tinggalkan sementara waktu. Padahal belum sehari, padahal baru berangkang dan masih dalam perjalanan, tapi rasa rindu ini menyeruak dikala senja yang pilu itu.

senja-di-kereta

Senja di kereta saat menuju Indramayu

Entah aku ini seorang baper-an atau tidak, tapi sewaktu senja itu, hatiku benar-benar merasa sedih dan bimbang. Hal tersebut merupakan pertama kalinya aku meninggalkan istri dan anakku sampai 2 minggu lebih.

Terbayang bagaimana mengatasi rasa kangenku kepada istri saat itu, apalagi kepada anakku yang baru berusia 1 tahun. Hmmm, Kebalik ya, harusnya yang lebih dikangenkan itu istri, kan 2 minggu itu waktu yang lama, untuk tidak merasakan belaian sama sekali, wkwkwkw 😛

Yah intinya, Kangen ini bertambah rindu, ketika senja menjadi pilu. Heuuf…

Senja Menandakan Sebuah Kemenangan

Senja menandakan sebuah kemenangan dan harga diri, Ya begitulah kami (aku dan teman-teman) mengartikan senja di desa ini. Karena harus ada yang menang dan ada yang kalah, walau nilai seri juga bisa terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola di desa kami.

Tak seperti sepak bola internasioanal yang menetapkan waktu dalam sebuah permainan, permainan kami berlangsung, ketika jumlah pemain minmal cukup untuk bisa dibagi dua tim, minimal masing-masing tim berjumlah 7 orang, terkadang saking banyaknya, terpaksa membagi menjadi tiga tim, jadi tim siapa yang kemasukkan terlebih dahulu, tim tersebut yang akan di ganti oleh tim lainnya.

Dan senja lah, yang mengakhiri permainan kami. Senja yang menentukan harga diri  tim pemenang dan tim yang kalah.

Dan senja juga, menandakan kemenangan bagi yang berpuasa. Senja juga melahirkan tradisi ngabuburit kala ramadhan tiba.

Baca juga : Miracle of Ramadhan : Kehidupan dan Kesempatan Kedua

***

Begitulah aku mengartikan senja!.

Senja yang selalu aku habiskan untuk menimang sang buah hati, terkadang aku habiskan main sepak bola di lapangan.

Begitu banyak kebahagiaan dan pelepas penat seusai rutinitas kerja yang terasa begitu padat.

So, Apa arti senja bagimu,kawan?

Iklan

22 pemikiran pada “Apa Arti Senja Dalam Hidupmu

  1. saya nggak pernah sekalipun memperhatikan senja. Kalau boleh milih, saya lebih menyukai subuh dan tengah malam. keduannya waktu yang bagus untuk mulai beraktivitas seperti menulis. walaupun saya sendiri sudah jarang menulis di waktu subuh dan tengah malam.

    Disukai oleh 2 orang

  2. Ping balik: Calon Gadis Pecinta Hujan | Pennadiri

  3. Ping balik: Galau Itu Indah Pada Waktunya | Pennadiri

  4. Ping balik: Beberapa Sumber Inspirasi Untuk Menghasilkan  Ide Dalam Membuat Artikel | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s