Memaknai Hari Sumpah Pemuda DI Era Globalisasi


Makna hari Sumpah Pemuda

Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2016

Isi Sumpah Pemuda:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda, yang diperingati setiap tanggal 28 oktober, merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa indonesia.

Menurut Wikipedia, Sumpah pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda”  itu sendiri adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan.

Sumpah Pemuda Di era Globalisasi

sumpah-pemuda

Source image by google

Di era sekarang, Tahun 2016, kita harusnya bersyukur banget dengan nikmat merdeka ini, kita tidak perlu berjuang dan berjihad melawan penjajah. Tapi hanya bersyukur saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti juga percuma.

Jangan tanyakan apa yang bisa didapatkan di Indonesia ini, tapi tanyakan apa yang bisa kau berikan untuk negara ini

Kalau berbicara tentang apa yang bisa kita berikan, tak perlu jauh-jauh menghayal yang tidak bisa kita kerjakan, Cukup dari diri sendiri saja. Dengan menjadi pribadi yang baik, menjauhi narkoba, sex bebas dan tindak kekerasan. Itu sudah cukup untuk manjadi generasi yang baik untuk bangsa.

Tapi kenyataannya, para pemuda sekarang banyak yang tidak memperdulikan makna dari sumpah pemuda. Merasa” berbangsa satu, bangsa Indonesia”, tapi kenyataannya tawuran dimana-mana, Tawuran antar pemuda  di jalan Baladewa, Tanah tinggi, Johar Baru Jakarta Pusat tanggal  11 oktober kemarin.

Juga tawuran antar seporter sepakbola yang sering terjadi di negeri tercinta kita ini, Mengaku berbangsa satu, terus mengapa harus ada perbedaan yang harus di selesaikan dengan kekerasan.

Baca juga : Fans vs Seporter

Apalagi dengan adanya globalisasi membuat semua budaya asing masuk “sesukanya” ke Indonesia tanpa pengawasan yang benar. Bukti kongkritnya saja, pemuda-pemudi Indonesia kini lebih mengenal budaya bangsa Korea, Jepang dari pada Indonesia.

Mulai dari boyband, girlband, cara berpakaian, dan aksesoris beredar luas di bumi pertiwi. Bagaimana nasibnya bangsa ini jika pemuda-pemudinya saja enggan untuk mengenal dan melestarikan budaya bangsa?, Padahal baju batik juga tak kalah keren untuk di pakai saat kondangan.

Memaknai Sumpah Pemuda Di Era Globalisasi

ilustrasi-sumpah-pemuda

Source image by google

Alangkah baiknya jika kita sebagai pemuda Indonesia bisa memaknai dan menghargai cita-cita luhur para pemuda terdahulu, untuk bisa menjadikan Bangsa Indonesia, menjadi satu kesatuan yang utuh dan bisa berkembang maju.

Tentunya, dengan menjadi pemuda yang lebih positif dan bermanfaat. Menulis artikel ini juga merupakan pemuda yang bermanfaat (membanggakan diri sendiri, wkwkwk), ketimbang waktu dihabiskan dengan narkoba dan lainnya, mending di buat nulis toh?

Menulis hal yang bermanfaat, share ilmu yang bermanfaat juga menyajikan informasi yang layak di konsumsi publik. Memang tidak terlihat dampak untuk Indonesia, tapi se-enggaknya, tulisan ini bisa menjadikan pelejit  dan pengingat untuk si penulis sendiri, syukur-syukur untuk para pemirsyaa yang budiman dan budiwati juga.

Yah semoga kita bisa mengambil hikmah dari makna Sumpah pemuda dari para leluhur, agar kita bisa menjadi pemuda yang berbudi pekerti luhur dan seminimalnya bermanfaat untuk sekitar kita. Amin

Salam Pemuda  Indonesia, *Big Hug…

Iklan

13 pemikiran pada “Memaknai Hari Sumpah Pemuda DI Era Globalisasi

  1. susah ya sekarang buat punya semangat kesatuan, serangan untuk terpeah belah malah dari elit politik (yang malah sudah bukan pemuda lagi) 😦 pemuda- pemudanya banyak yang ikut arus kebarat- baratan sampai luntur warisan budaya dalam negerinya. ahh.. yasudahlah, apapun itu semoga tetap berbudi luhur, bermanfaat minimal untuk dirinya sendiri. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Saya nggak tahu mesti ngapain di hari sumpah pemuda. Menjalani kehidupan seperti biasa saja karena memang sepertinya nggak ada kegiatan atau acara di hari sumpah pemuda.

    Suka

    • Sama sih mas…
      Emang gak ada acra seperti pasar 17 Agustusan…
      Cuma sekedar mengingatkan aja, kalau hari ini, leluhur kita pernah melakukan kongres besar dalam membangkitkan para pemuda-pemudi untuk ikut berjuang…

      Suka

  3. Ping balik: Memaknahi Hari Pahlawan : Pahlawan Yang Tak Pernah Lelah | Pennadiri

  4. Ping balik: Memaknai Hari Pahlawan : Pahlawan Yang Tak Pernah Lelah | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s