Jika Karma Itu Ada! Kenapa Tidak Mencintai Dengan Indah


Karma does exist

Source image by stocksnap.io

Karma Does Exist, Apakah karma itu berlaku dikehidupan di dunia?, Dalam Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), karma adalah perbuatan manusia ketika hidup di dunia atau hukum sebab akibat.

Sedangkan menurut Wikipedia menyebutkan bahwa pengertian karma itu berasal dari bahasa Sanskerta: कर्म, karma, (Karman ;”bertindak, tindakan, kinerja”); (Pali:kamma) adalah konsep “aksi” atau “perbuatan” yang dalam agama Hindu dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kausalitas (yaitu, siklus yang disebut “samsara”). 

Konsep ini berasal dari India kuno dan dijaga kelestariannya di filsafat Hindu, Jain, Sikh dan Buddhisme. Dalam konsep “karma”, semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan. Hasil atau ‘buah’ dari tindakan disebut karmaphala.

Jadi, Pengertian karma adalah pengumpulan efek-efek (akibat) tindakan/perilaku/sikap dari kehidupan yang lampau dan yang menentukan nasib saat ini, maka karma berkaitan erat dengan kelahiran kembali (reinkarnasi). Segala tindakan/perilaku/sikap baik maupun buruk seseorang saat ini juga akan membentuk karma seseorang di kehidupan berikutnya.

Sedangkan menurutku, karma itu buah yang tumbuh di daerah sekitar jazirah Arab, *eh,itu mah kurma, buah kesukaanku sekaligus buah favorit saat buka puasa.

Pengertian karma menurutku adalah hasil negatif yang kita peroleh dari perbuatan buruk kita dimasa lalu. Selepas dari penafsiran karma menurut agama masing-masing, aku hanya ingin berbagi cerita atau curhat lagi, perihal arti karma dalam hidupku.

Siapa yang tanam bibit padi, maka akan menuai panen padi, kan ngak mungkin juga panen jagung.

Sama halnya ketika kita menanam bibit keburukan, pastinya kita akan memetik hasil dari keburukan kita sendiri.

Seperti contoh, kita korupsi uang negara, pastinya kita akan memetik hasil yang luar biasa, yaitu kita akan kaya. Hayo, siapa yang mau jadi kaya, yuk korupsi uang negara, wkwkwkw :-P.

Tapi, jangan senang dulu dengan kekayaan hasil korupsi, hidupmu tak akan tenang. Aku jamin deh!

Selain hidup tak tenang, karena takut di korupsi juga sama anak buah atau keluarga sendiri. Juga, bau busuk tak akan tahan lama untuk disembunyikannya. Entar juga akan kecium dengan sendirinya. Dan kita akan menikmati sisa hidup dalam penjara.

Karma itu ada

Source image by stocksnap.io

Walau kadang penjaranya agak special, selayak sel bintang 5, disitu kadang aku suka sedih, enak banget yak, hidup para koruptor, di penjara saja, bisa makan enak dan tidur enak,kadang masih sempet ada liburannya lagi. Masih lebih susah hidupnya anak jalanan (bukan anak jalanan yang bawa moge loh) kalau menurut ku.

Tapi kembali kepada kita sendiri, mau hidup enak di dunia tapi susah di akhirat nanti. Atau mau hidup bebas dengan kehendak sendiri tapi terjerembab di kolong kepedian di akhir nanti. Wallahuallam.

|Baca juga : Menunggangi takdir kehidupan

Oke, kembali ke inti ceritanya.

Kemarin baca-baca status teman di Facebook, yang sedikit curhat lewat dinding Facebook dengan membahas perihal karma.

karma-di-facebook

Status teman di Facebook

Kalau menurutku, karma itu disaat kita menuai hasil buruk, dan menyadari bahwa inilah hasil dari perbuatan kita di masa lalu. Hal ini, karma merupakan hal buruk yang diberikan kepada kita, agar kita lebih koreksi diri lagi.

Bukan tentang kita mengkoreksi orang lain yang kita anggap salah dan berdoa agar orang tersebut mendapat karma dari perbuatannya.

Doa seperti itu kan absurt banget, lagian kalau menurutku, mungkin keburukan orang lain itu adalah cerminan diri kita. Mungkin Allah Subhanahu wata’ala menunjukkan keburukan orang lain itu, supaya kita sadar akan kekurangan kita atau supaya jadi pelajaran bagi kita, untuk tidak menirunya.

Baca juga : Doa orang tua, Merupakan obat alami penurun panas

Jadi, selepas orang lain terkena karma atau tidak, itu bukan gegara “kualat” dengan kita. tapi lebih bertanggung jawab akan perbuatan yang dia lakukan sendiri.

Anda Percaya Karma Tidak?

Kalau aku sih percaya, karena aku sendiri sering memakannya, eh itu mah kurma lagi.

Sebagai contoh, Aku dulu ditolak istri beberapa kali, itu mungkin karena karma, atau mungkin juga itu ujian kesabaranku. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, jelas itu karena ujian yang berkarma, wkwkwk xD.

Kenapa aku harus ditolak? Padahal dia juga nyaman dan juga ada rasa dengan aku. Aku yakin itu.

Oke, fix. Memang karena dia masih punya ikatan dengan mantannya yang hubungan keduanya sangat absurt dan tidak harmonis lagi, aku juga heran, kenapa masih saja di pertahankan. Cinta memang buta, jelas-jelas gantengan aku dikit, dan banyakan sana sih, hahaha xD.

Perihal cinta itu buta, bisa ditenggok di blog kece punya Febri Cahya Gumilar tentang cinta buta, ada cerita menarik dari febri tentang pengalamannya dengan cinta buta.

Dan setelah aku teliti dan telaah lagi, mungkin ini adalah karma buat aku. Dulu sering gantungin cewek-cewek, sekarang gantian, aku yang di gantungin beberapa tahun lamanya. 😥

Katanya ngak pernah pacaran? Kok sekarang bilang sering ngantungin cewek?

Benar kok, jujur aku tidak pernah pacaran, sampai nikah pun, belum pernah aku berstatus pacaran di KTP ku, hahahaha xD.

Serius deh,Bagiku, komitmen itu penting dan ada tanggung jawab didalamnya. aku tidak ingin menyakiti hati wanita, karena aku sendiri pernah dan sering merasa tersakiti oleh cinta, dan itu perih rasanya.

Jadi, aku tak pernah membuat janji berkomitmen sebelum aku yakin, dia adalah masa depanku nanti. ciyeee.. Ihiirrr xD

Maka dari itu, dari semua cewek yang pernah dekat sama aku, mungkin tanpa aku sadari pernah menggantungkan perasaannya. Sekali lagi, maafkan untuk itu

Dulu, hobiku itu sering ngajak teman cewek jalan saat weekend, entah sekedar nongkrong maupun aku ajak jalan ketempat pariwisata untuk sekedar ngilangin stress.

Siapapun teman cewek yang mau aku ajak jalan, maka aku samperin kerumahnya. Just friend and having fun saja.

Walaupun tujuan awalnya juga untuk mencari sosok pujaan yang pantas jadi ibu anak-anakku nanti, juga, itu salah satu cara, bagaimana aku memahami makhluk yang bernama wanita.

Kenapa harus ngajak cewek untuk having fun? Kenapa tidak cowok saja?

Mungkin sebuah naluri lelaki, juga berbincang dengan lawan jenis itu menyenangkan, disamping aku mendapat banyak wawasan, mulai dari memahami karakternya, memahami cara pandangnya juga obrolannya juga mengasikan.

Berbeda kalau hangout sesama cowok atau ngobrol sama cowok, paling yang akan dibicarainnya tentang itu-itu saja, perihal kerjaan, game, dan bola. Paling 15 menit,topik selesai dan tak ada pembicaraan lagi, Dan Pulang deh.

Sebenarnya, type cewek yang aku sukai cuma dua, berjilbab dan setiap aku ajak jalan, dia mengingatkan aku tentang sholat di tengah perjalanan saat memasuki waktu sholat.

Dan hanya ada dua orang dari sekian teman wanita yang aku ajak jalan, yang sudah dan selalu mengingat serta mengajak untuk sholat saat berada dalam tempat wisata.

Salah satunya, ya istriku ini, dia lah wanita pertama dan terakhir, yang aku ajak kerumah dan aku perkenalkan dengan orang tua ku, walau status kita masih berteman. Karena, aku pernah berbicara kepada orang tua, bahwa wanita yang aku ajak kerumah, berarti dia wanita yang aku siapkan untuk jadi menantu di rumah ini.

Aku sih juga tak tau perasaan cewek yang ku ajak jalan itu, apa dia suka atau sudah mengharap banyak padaku, atau sudah merasa aku sudah menggantungkannya. Yang jelas, aku tak pernah menjanjikan apapun kepadanya.

Cuma, ada salah seorang cewek, ya wanita yang mengingatkan aku akan sholat juga. yang pernah menawarkan diri agar aku mau jadi pacarnya.

Walau dia mengatakan bahwa hal tersebut adalah bohongan agar dia terbebas dari cowok agresif yang menyukainya dengan kegilaannya.

Selepas itu memang benar bohong adanya atau memang dia menginginkan kejelasan status hubungan diantara kita, aku menolak dengan halus bahwa bohong itu dosa, *padahal sendirinya juga tukang bohong, wkwkwkw. Kenapa ngak jadi pacar beneran aja, kenapa mesti bohongan?, jadinya, aku takut berharap lebih dan akhirnya aku yang tersakiti.

Dan di ending saat aku jatuh cinta sedalam-dalamnya ke istri, disitulah aku jatuh sedalam-dalamnya juga ke lembah keputus asaan. Di gantungin itu benar benar menyakitkan banget.

Disitulah karma menjadikan pelajaran berharga bagiku, juga waktu yang tepat untuk mengkoreksi diri dan memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Di ending cerita, bahagia itu ketika cinta diterima disaat kita pasrah dengan arus takdir yang membawa kita. Yeah, Fine

Karma yang mendewasakan

Source image by stocksnap.io

Jadi, Kawan!, apakah kamu juga percaya dengan karma?

Iklan

28 pemikiran pada “Jika Karma Itu Ada! Kenapa Tidak Mencintai Dengan Indah

  1. karma sih menurut saya nggak negatif saja, tapi positif juga bisa, misal kita sering nolong orang, eh pas kesusahan ada aja orang nolong kita. atau misal kita bertamu ke orang, terus pas buka disuguhin karma, “itukurmawoy! 😀 *ngikut- ikut
    dan kalau percaya karma sih nggak, tapi saya percaya kalau Tuhan tidak tidur dan Maha Adil. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    • Wah ide bagus tu untuk judul artikel berikutnya…
      Sekedar saran aja sih,
      Jika karma sudah datang, ya cukup kita berlari mendekat kepada sang pencipta karma, mohon petunjuk nya, dan jalani sepenuh nya.
      Ya dengan cara seperti itu,aku tiba2 keluar dari ujian kegalauan dulu,;-)

      Disukai oleh 1 orang

  2. Hanjaaai :’ kenapa Karma jadi Kurma sih kamu wkwkw -_-

    Karma itu semacam hukum alam gitu nggak sih ya? Apa yang dilakuin seseorang, suatu saat itu bakal berbalik kepada kita, atau mungkin orang terdekat kita. Intinya gitu deh

    HIhihi anyway, makasih yaaak 🙂 Maaf baru bisa blogwalking nih, duuuuh, banyak deadline 🙂

    Suka

  3. Ping balik: Berbohong itu Dosa, Tapi Berbohong Juga Kadang Diperlukan | Pennadiri

  4. Ping balik: Lebih Enak Mana Mencintai Atau Di Cintai? Menurutku Sih Lebih Enak Mencintai Dari Pada Dicintai | Pennadiri

  5. Ping balik: Arti Cinta Sejati itu… | Pennadiri

  6. Ping balik: Sudah Melakukan Yang Terbaik Belum? | Pennadiri

  7. Ping balik: Nggak Enaknya Menjadi Wanita Bertubuh Mungil | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s