Ada Yang Mau Ngeriview Sinetron Indonesia Nggak?


57554-meme-sinetron

Source image by google

Hai kawan…

Kangen banget rasanya tidak posting sesuatu atau sekedar coret-coret curhatan di blog tercinta ini. Padahal cuma tiga hari loh, tapi kok rasanya sudah lamaaaa gitu, tidak posting.

Gegara sibuk dengan kerjaan kantor dan juga ada tamu dari kantor pusat selama dua hari kemarin, membuat aku memfokuskan perhatianku kepada matamu yang begitu menggoda, eh bukan, kepada kerjaan maksudnya.

Jangankan mikirin posting atau ide, mikirin aku sudah minum, apa belum aja, masih suka lupa, saking sibuknya, mondar-mandir sana sini. Dua hari yang melahkan…

Memang tidak tiap hari kerjaan numpuk sampai bingung sendiri seperti itu, jadi dinikmati saja, walau pas pulang kepala sedikit migrain disebelah kiri.

Alhamdulillah, hari ini bisa buat posting gak penting lagi, yang penting biar tetap exist, walau isi postingan hanya sekedar butiran debu yang nempel di bangku tua di gudang itu. apaan sih xD

Ok, itu pembuka yang panjang yang tidak ada hubungannya dengan judul artikel.

Sering sekali aku membaca tentang riview film atau drama di pohon wordpress ini. Kebanyakan yang di riview adalah film box office atau film film luar negeri yang menarik. Walaupun kadang riview tentang film layar lebar Indonesia juga ada.

Tak jarang juga untuk drama luar negeri, seperti drama Korea, juga merupakan topik hangat yang perlu dibahas dan di ulas berbentuk sinopsis.

Nah sekarang bandingkan dengan film drama di Indonesia, atau sebut saja sinetron stripping yang sedang tayang menghiasi layar televisi kita tiap harinya.

Hayoo, siapa yang mau ngeriview? Atau siapa yang mau nulis?, Walau sekedar sinopsis atau catatan hal yang akan tayang besoknya.

Gimana mau riview?, benang merahnya aja masih kusut.

Contoh aja, sinetron tukang haji naik bubur, eh kebalik ding , tukang bubur naik haji. Film ini benang merahnya apa coba, kan harusnya endingnya, ceritain tukang bubur itu, yang bisa naik haji, eh ini malah tokoh utamanya malah meninggal. Terus benang merahnya apa coba sekarang?

Harusnya, judulnya diganti, tukang bubur beserta pegawainya naik haji. Jadi ending ceritanya, si tukang bubur beserta keluarga besarnya sekaligus pegawai-pegawainya bisa naik haji sama-sama. hahaha xD

Lagian kalau bahas masalah sinetron Indonesia itu tidak ada habisnya, paling entar setelah judul awal sudah tidak begitu diminati, entar akan ada judul turunan lagi, seperti manusia harimau 2, atau manusia harimau reborn dan sebagainya. ironisnya, film tersebut tayang dengan ide cerita yang tak jauh beda dari sebelumnya, yaitu ide “ribet dan ruwet” yang penting bisa tayang sampai 1000 episode. yeah.. xD

Sangat jauh berbeda dengan drama Korea yang menyajikan episode paling banyak hanya 23 episode. Dan jalan ceritanya juga tak pernah keluar dari benang merah.

Tapi, tidak semua drama luar negeri yang ceritanya sesingkat drama korea juga, ada juga seperti drama film India yang sedang marak setahunan ini, menyajikan tak jauh berbeda seperti cerita si boy anak gelandangan dan si tukang siomay tadi. Sama-sama ribet dan ruwet alur ceritanya.

Jadi karena alasan itu pula, aku jarang lihat acara televisi. Bukan karena tidak ada Chanel lain di televisi yang menayangkan selain drama menyebalkan seperti itu. Tapi televisi ku aja yang tak mau pindah Chanel, lantaran remote sudah dikuasai oleh ibu dan bapak yang suka melihat sinetron seperti itu, Huft :(.

Mending mainin laptop deh atau streamingnya YouTube, lihat si Arafah stand up pasang jemuran berkali-kali jatuh, karena tali jemuran nya tidak di pasang. Sumpah, itu nggak lucu, tapi ngepaksain tertawa aja karena yang stand up cantik dengan suara seperti nelen jangkrik.

Ya sekian curhatan kali ini, lebih banyak nyeritain ke-sebalanku terhadap dunia perfilman Indonesia sih, maafkan kalau ada kata-kata yang menyinggung atau tidak senonoh. Tidak ada maksud apa-apa, hanya sekedar cerita.

Kalau kata Bu Dyah, Just Write No Fight

Iklan

38 pemikiran pada “Ada Yang Mau Ngeriview Sinetron Indonesia Nggak?

    • bener banget,
      aku juga heran, apa yah senengnya lihat itu..
      tapi ada loh orang yang sangat antusias lihat si boy anak gelandangan itu, pernah satu kos dengan anak seperti itu waktu lagi tugas di luar kota kemarin…
      ngeregetan lihat tu anak.. wkwkwkw
      apalagi cowok lagi yang baper lihat sinetron seperti itu..

      Suka

  1. andai saja pemerintah mau buat semacam peraturan ‘satu sinetron hanya dibatasi maksimal 25 atau 50 episode’.

    Padahal penulis2 Indonesia punya banyak novel bagus yg gk musti best seller buat dijadiin sinetron ketimbang alir cerita sinetron sekarang.

    Btw, sinetron di NET TV kayanya masih better

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya, Moga aja ya mas. Bt lihat persinetronan Indonesia..
      Sering sih lihat, kayak ini talk show, ok jek, tetangga masak gitu, cuma jarang kebagian remote saat bapak dan ibu sudah berada di depan tv terus…
      Sementara aku juga masih sibuk ngendong si Nisa saat ibunya ngajar les setelah maghrib…

      Suka

  2. Review sinetron???? Seriusan?????

    Nyerah deh. Langsung kibarin bendera putih. Dari pada buang waktu buat nonton sinetron Indonesia mendingan tidur. Soalnya makin ditonton bukan makin penasaran pengen tau endingnya tapi malah mules2 wkwkwk…

    Lebih suka nonton drakor, k movie, film hollywood atau ya itu tadi… Tidur 😀

    Disukai oleh 1 orang

  3. Ping balik: Kartun Pagi Dan Rutinitas Setiap Bangun Pagi | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s