Bukan Jatuh Cinta, Tapi Membangun Cinta Untuk Bahagia


falling-in-love

Source image by Stocksnap.io

Kenapa harus jatuh cinta, kalau itu membuatmu terluka?

Yah, terluka!.

Bukan karena “cinta” yang bisa membuat luka, karena cinta itu dari hati, dan hati sesungguhnya tak akan sanggup untuk melukai hati yang lainnya.

Yang membuat luka itu adalah jatuhnya itu sendiri, kenapa harus “jatuh” segala, kenapa nggak pake “cinta” aja tanpa memakai kata “jatuh”, biar tidak terluka.

Aku jatuh cinta kepadamu” bandingkan dengan “aku cinta kepadamu”.

Lihatkan!, lebih simple dan langsung mengenai sasaran, tanpa harus jatuh (terluka) dulu, baru cinta akan timbul, wkwkwkwk.

Aku tidak mengerti yah, dengan orang sekarang, kenapa harus “jatuh cinta”, padahal jatuh itu sakit dan tak mengenakkan. Ada pepatah jawa yang meyebutkan “Witing Trerno jalaran soko kulino”, yang artinya cinta itu datang karena terbiasa. Ngak pake kata jatuh dulu, baru cinta, tapi terbiasa merasakan bahagia, yang kemudian menjadi cinta.

Setelah aku telisik lagi, mungkin kata “jatuh cinta” itu di adaptasi dari bahasa inggris “falling in love”. Falling yang artinya jatuh dan in love artinya dalam cinta, tapi bagaimana makna sebenaranya?, bisa jadi falling in love itu berarti jatuh karena cinta, jatuh dalam cinta, atau karena mencintai orang harus siap  jatuh dan terluka. *Eak…

Yang jelas, arti jatuh itu sendiri sudah terlihat menyakitkan, apalagi kalau jatuh cinta, jatuh karena cinta atau jatuh dalam cinta. Artinya, serasa cinta itu butuh sesuatu yang dikorbankan, mungkin rasa sakit atau terluka karena jatuh itu, atau orang yang jatuh cinta harus dikorbankan untuk dijadikan tumbal pesugihan,loh kok, wkwkwkw.

Walaupun aku juga sadar, Cinta itu butuh pengorbanan, bukan sesuatu yang dikorbankan. Cinta butuh saling mengorbankan secara ikhlas untuk menuju suatu kebahagiaan, bukan mengorbankan sepihak, yang akan menyiksa dan melukai pihak yang berkorban.

Baca juga : Perihal cinta dalam diam dan rasa malu-malu

Mending Membangun Cinta!, Biar Bahagia

membangun-cinta

Source image by Stocksnap.io

Membangun cinta itu seperti memupuk cinta untuk berkembang yang akan menjadi Bunga-bunga cinta. Sedangkan jatuh cinta, adalah proses pertama kali seseorang merasakan tertarik pada lawan jenis, dan menaruh hati dan segala harap agar si dia juga merasakan hal yang sama.

Jatuh cinta itu mudah, melihat lawan jenis yang sesuai dengan kriteria kesukaan kita, itu sudah cukup untuk memenuhi syarat jatuh cinta. Karena saking mudahnya, jatuh cinta juga rentan terluka.

Kenapa?

Karena jatuh cinta tak mesti bahagia di endingnya, karena jatuh cinta adalah proses awal sebelum memulai sebuah hubungan. Jadi, masih belum jelas, apakah cintanya itu diterima atau hanya bertepuk sebelah tangan.

Tapi ada kalanya, seorang yang jatuh cinta, hanya memendam perasaannya dalam hati, tanpa harus di ungkapkan kepada sang pemilik hatinya. Istilahnya “Mencintai dalam Diam”.

Bolehkah seperti itu?

Ya bolehlah, itu mah terserah yang bersangkutan, 🙂

Kan biasanya juga kalau cewek yang merasakan jatuh cinta kepada lelaki, biasanya dipendam dalam-dalam, walaupun ada juga yang sedikit pintar dengan memainkan kode-kode cinta biar para lelaki paham akan perasaannya.

Yang sulit itu membangun cinta!. Perlu waktu seumur hidup untuk bisa beriringan bersama, bukan tanpa konflik, melainkan menghadapi konflik bersama

Membangun cinta dan jatuh cinta itu sekilas sama, sama-sama mencintai pasangannya. Bedanya Jatuh cinta dalam keadaan menyukai yang membutakan, kita buta dan tuli dengan kekurangan yang dimiliki oleh orang yang kita cintai. Yang penting kita mencintainya dan itu sudah cukup.

Baca juga : Perjalanan cinta selaras dengan melodi lagu cinta

Namun membangun cinta diperlukan dalam keadaan seperti apapun.Bukan hanya menyukai, dalam keadaan jengkel sekalipun, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan bersama-sama mencari solusi untuk mencari bahagia bersama.

Mencari pasangan hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi setelahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta.

So, jatuh cintalah dan bangunlah cinta agar bahagia ^_^

Iklan

22 pemikiran pada “Bukan Jatuh Cinta, Tapi Membangun Cinta Untuk Bahagia

    • 🤔🤔🤔
      jadi baper deh denger kata “jatuh berkali-kali tapi tetap cinta”
      memang seperti itu..
      cinta bisa hadir hanya seperkian menit saja, cuma untuk lupa, butuh beberapa hari,bulan bahkan tahunan..
      ironis yak 😁😁

      Suka

  1. Iya ironis, makanya sering ada istilah “cuma waktu yang bisa menjawabnya”, selama orang itu ikhlas sih pasti bakal cepet ngelupain, kalo ga ikhlas ya susah. Kayak aku mpe skrg ga ikhlas duit 100rb ilang entah kemana, jd keingetan mulu&kesel sendiri hahahah..

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Mencintai Itu Harus Rela Tersakiti Agar Bisa Memahami Arti Cinta Yang Sebenarnya | Pennadiri

  3. Ping balik: Jatuh Cinta Itu Jatuh Untuk Tumbuh | Pennadiri

  4. Ping balik: Lebih Enak Mana Mencintai Atau Di Cintai? Menurutku Sih Lebih Enak Mencintai Dari Pada Dicintai | Pennadiri

  5. Ping balik: Arti Cinta Sejati itu… | Pennadiri

  6. Ping balik: Mengapa Harus Takut Dengan Jatuh Cinta | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s