Jam Karet Tengah Malam


Menunggu 3 jam itu keterlaluan lama loh“Menunggu sampai 3 jam di siang bolong sih masih bisa di maafkan. Ini malam loh, nungguin jemputan mulai jam 12 malam tadi sampai jam 3 pagi, jemputan masih tak kunjung datang. Kampret banget dah.

Sumpah, itu kebangetan sekali. Apalagi tadi malam habis turun hujan, kebayang ngak tuh dinginnya sisa-sisa hujan beserta dinginnya pagi buta di pinggir jalanan. Itu nusuk banget sampai relung hati.

Menunggu dengan sabar, hingga warung kopi pinggir jalannya sudah tutup karena tidak sabar menunggu gelas yang aku pakai minum kopi tak kunjung aku kembalikan. Kopi yang panas sebelumnya, kini membeku seiring semilirnya arus jalanan.

Menunggu itu membosankan, apalagi yang ditunggu tak memberi kepastian akan datang. 

Mobilnya masih isi solar

Kampret, ngisi solar dimana bang, di Jonggol. Udahlah, jangan alasan melulu, jelasinlah dengan sebenar-benarnya, ada masalah teknis apa. Begitu entengnya saat di telpon dengan nada cekakakan. Apa tidak ada rasa kasihan melihat teman nunggu di pinggir jalan dengan dingin yang mencekam selama 3 jam.

Udahlah, ini perjalanan yang cukup menyebalkan di awal perjalanan, semoga terbayar rasa frustasi di tempat tujuan entar.


Pertigaan Purwodadi, 3.32 pagi
Masih menunggu di jalanan malam

Iklan

19 pemikiran pada “Jam Karet Tengah Malam

  1. Ping balik: Happy Milad Manda | Pennadiri

  2. Ping balik: Ngeluyur ke Pantai Banyu Meneng Malang | Pennadiri

  3. Ping balik: Ikutan Demam “Om Telolet Om” Juga | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s