Seberapa Penting Keperjakaan Bagi Pria Lajang


Seberapa penting Keperjakaan menurut Anda?

Seberapa penting Keperjakaan menurut Anda?

Hai kawan.

Ketemu lagi disini…

Jangan ketawa dulu yah, membaca judul artikel yang aku buat ini, Judul Ini merupakan judul ter-extreem yang pernah aku buat dalam seluruh artikel yang ada di blog ini.  Maaf juga kalau tema yang aku angkat ini agak berbau sedikit.. hmmm, apa ya, kata yang bisa mengambarkan tentang ini, Huft entahlah.

Intinya semoga tidak menyinggung bagi yang membaca aja, artikel ini hanya untuk sekedar share menurut buah pikiranku, beda pendapat dengan ku juga boleh, itu hak Anda. Artikel ini juga tidak bermaksud untuk membenarkan salah satu pihak saja. Kalau kata Bu Dyah, Just Write No Fight

Sebenarnya sempat malu juga sih mau nulis hal semacam ini, entah kerasukan apa hingga aku blak-blakan ingin menulis artikel tentang “perjakaan

Wahai Ladies, Seandainya kamu ditanya, pilih yang perjaka atau yang sudah pengalaman?

Ya pasti perjaka tong tong dong!

Tapi taukah kamu, bagaimana membedakan pria yang perjaka dan yang tidak?.

Hahahaha, Nggak akan ada yang tau. Berbeda dengan wanita, yang bisa terlihat keperawanannya sudah hilang atau belum dari selaput darahnya. Nah kalau pria, nggak ada kali. Mau perjaka atau yang sudah hilang perjakaannya, itu sama saja, tidak ada beda, sama-sama enaknya *Ups… :P.

Nah, dari sini enakkan jadi Pria kan? Hahaha:D

Makanya saat rapat pembagian jenis kelamin, minta jenis kelamin pria saja. selain pria itu simple juga tidak ribet. wkwkwk

Oke kembali ke topik

Seberapa Penting Keperjakaan Menurut Anda?

Harusnya yang jawab ini seorang wanita yak, tapi tak apalah, biar aku jelaskan seberapa penting  perjakaan menurutku, apalagi yang akan menghadapi sebuah pernikahan nantinya.

Kalau menurutku sih, perlu banget! inilah alasannya!

Pria Yang “Jejaka” InsyaAllah Mendapat Wanita Yang “Perawan”

jejaka4

Source image by Stocksnap.io

Sebagai seorang pria, pasti menginginkan dan mendambakan pasangan hidup seorang wanita yang seagama, cantik dalam rupanya, menarik dalam tutur katanya juga masih perawan. Kenapa “Perawan” termasuk dalam kriteria yang aku dambakan.

Sebenarnya bukan kriteria juga, seandainya sewaktu dulu jodohku adalah seorang janda, ya gak apa-apa. Cuma aku pasti milih janda karena apa?, aku lebih milih wanita janda yang ditinggal mati suaminya ketimbang janda yang cerai dengan suaminya.

Begitupun, seandainya aku dihadapkan dengan jodoh wanita yang masih single tapi sudah tidak perawan lagi. Tentunya aku akan menyelidiki kembali, kenapa keperawanannya hilang? Kan bisa saja akibat ulah tak bertanggung jawab, seperti pemerkosaan, atau ditipu dengan dibius dan sebagainya.

Kalau masalahnya tentang kekhilafan, tindakanku selanjutnya adalah membiarkan waktu dan takdir yang mengarahkan kemana. Bukannya aku tidak setia gegara dia tidak perawan lagi, itu bukan pointnya, tapi lebih ke kontek “bagaimana mendapat keturunan yang baik dari wanita yang baik pula”.

Dan juga, rasanya tidak adil jika Kita sebagai perjaka yang senantiasa menjaga perjakaannya hingga pernikahan, dan akhirnya mendapatkan wanita yang tidak perawan lagi.

Maka dari itu, menurutku perjakaan seorang pria itu penting. Jika Jodoh selayak cerminan diri. Bukannya hal yang wajar jika pria yang perjaka, akan mendapat wanita yang Perawan.

Ada Pengalaman Paling Mengesankan Saat Melepas Perjakaan

jejaka3

Source image by Stocksnap.io

Pria yang perjaka, sewaktu malam pertama dengan pasangannya. Pasti moment tersebut akan selalu di ingat dan menjadi moment paling menengangkan dalam hidupnya.

Menegangkan?

Ets, jangan salah mengartikan ketengangan” yang itu, tapi ketegangan seperti rasa penasaran dan rasa takut diselimuti malu yang menjadi satu dalam acara malam pertama bersama istri.

Mungkin bagi yang tidak perjaka, malam pertama dalam sebuah pernikahan merupakan hal yang tidak istimewa lagi. Paling langsung tancap gas, setelah itu tidur.

Berbeda dengan yang masih perjaka, apalagi yang melakukan pernikahan secara taaruf tanpa pacaran. Malam pertama ini malam yang paling membahagiakan sekaligus malam penuh kekuatiran.

Kuatir?

Dulu saya binggung, bagaimana yang terjadi saat malam pertama, apa yang harus aku lakukan saat malam pertama itu. Bagaimana memulai perbincangan agar istri juga rileks. Sungguh, malam itu sangat menengangkan sekali, jantungku jauh lebih cepat berdengup ketimbang hari biasanya. Antara mau tapi malu, antara penasaran, tapi takut, antara pingin sekali tapi binggung mau dibawa kemana?.

Jadi menurutku, perjaka itu perlu. Yah biar ada rasa lain dalam pernikahannya itu. Selain menjaga perjakaan sampai halal adalah kesuksesan seorang muslim menjaga hawa nafsunya juga ada rasa luar biasa karena hal semacam itu adalah pertama kali baginya.

Berbeda jika dengan pria yang sering kali berhubungan intim dengan lawan jenis sebelum menikah, pernikahan semacam itu yah tak ada yang special, hanya sebuah perbaikan status untuk menata masa depan. Dan kadang pula, jika sudah keseringan, typikal pria seperti ini banyak yang lebih melihat rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput dirumah.

Nah, masih mau pilih yang tidak perjaka?

Baca juga : Enakan mana? Single bahagia atau pacaran penuh luka?

Perjakaan Lambang Kesetiaan

jejaka2

Source image by Stocksnap.io

Sama halnya keperawanan, jika masih perawan berarti masih suci. Begitu kan?. Perjaka juga sama, pria yang perjaka juga pria yang masih suci dan biasanya, pria perjaka itu setia.

Kok bisa?

Karena pria yang perjaka ini sudah bersusah payah menjaga agar hawa nafsunya tetap terjaga hingga akhir penantiannya tiba. Itu bukan sesuatu yang mudah, apalagi dunia yang serba modern dengan segala pernik kehancurannya.

Dengan melihat caranya menahan hawa nafsunya itu, berarti pria ini setia menunggu wadah untuk menaruh hawa nafsunya ke tempat yang tepat dengan ritual suci yang dinamakan pernikahan.

Pria perjaka ini cenderung lebih setia kepada pasangannya. Karena seperti yang aku jelaskan sebelumnya, bahwa bagi perjaka, menahan hawa nafsu itu bukan perkara mudah, jika dia sanggup menjaga hawa nafsunya puluhan tahun, bagaimana anda bisa ragu untuk kesetiannya?. Apalagi Anda adalah orang yang paling dibutuhkan untuk senantiasa menguatkan hawa nafsunya agar tidak keluar kemana-mana.

Jadi, carilah Pria yang masih perjaka, untuk pasangan yang setia.

Terus, Bagaimana menanyakan tentang keperjakaan itu pada pria?

Hahahaha, itu terserah Anda, paling semua pria akan menjawab “aku masih perjaka” karena perjakaan itu tidak ada tandanya.

Baca juga : Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menikah

Pria Yang Perjaka Lebih Bisa Menjaga Hati Pasangannya

jejaka1

Source image by Stocksnap.io

Ya begitulah, Perjaka itu selain setia, juga bisa menenangkan hati wanita. Hahahaha

Kok Bisa?

Bisa dong…

Alasannya apa?

Bisa aja, tak harus pakai alasan juga sih, yang penting yakin saja, kalau pria yang perjaka itu setia dan menenangkan hati. Hahaha

Oke aku gambarkan bagaimana pria yang perjaka itu jauh lebih menenangkan hati pasangannya.

Pernah pacaran tidak?

Seperti Pacaran, jika sewaktu pacaran dengan si A pernah ciuman, biasanya dengan pacar yang lain (mungkin B,C,D) juga melakukan hal yang sama. Cinta itu candu, tak ada ujungnya kalau hanya untuk bersenang-senang.

Realitanya, Jika sudah bisa pegangan tangan dan membuat bahagia, maka lain kali akan melakukan hal yang lebih seperti memeluk. Jika memeluk sudah bosan, maka coba yang lebih mengasikkan cium pipi. Ah cium pipi udah bosan, lain kali coba yang lebih menantang, cium bibir. Dan hingga akhirnya, puncak tertinggi dalam sebuah hubungan adalah ML (Make Love)

Hubungan Suami istri (ML) itu semacam candu, jika sudah pernah merasakan hal itu, maka akan jadi candu tersendiri untuk melakukannya lagi, lagi dan lagi. Itulah sebabnya harus ada ikatan pernikahan agar tanggung jawabnya bisa jelas(si pria bertanggung jawab atas si wanita).

Bayangkan jika anda mempunyai suami yang dulunya sebelum menikah, pernah tidur dengan banyak wanita. Apakah anda tidak khawatir, jika suami mulai khilaf lagi dan melakukan hal yang sama seperti yang dulu, dengan meniduri wanita lain selain Anda?

Bukannya menuduh, bahwa orang yang sudah bertaubat dari tingkah buruknya dimasa lalu bisa melakukan hal yang sama lagi.Cuma itu sekedar wawasan bahwa ada kalanya hal seperti itu bisa terjadi di kehidupan nyata, tidak hanya di film-film saja.

Kebanyakan pria yang sering melakukan ML dengan orang lain, biasanya lebih menikmati hubungannya dengan orang lain ketimbang dengan istrinya sendiri. Takutnya jika sudah berpengalaman tentang itu, setelah menikah, justru dia tidak mendapatkan kepuasan dari istrinya, itu kan juga salah satu faktor penyebab perselingkuhan.

Baca juga : Ketika dihadapkan dengan sebuah persimpangan jalan, Memilih itu wajib

Nah, sedangkan perjaka, selain kaku dan tidak pengalaman. Setidaknya sedikit ada jaminan bahwa suami anda akan baik-baik saja diluar tanpa kuatir untuk jajan diluar.

Bagaimana bisa seyakin itu? Bukannya pria itu sama saja, mata keranjang.?

Untuk mata keranjang, mungkin itu sudah kodrat kali yak, tapi untuk menjaga kesetiaan terhadap pasangannya, typikal pria perjaka ini cukup direkomendasikan. Coba pikir, buat apa lama-lama menahan hawa nafsunya selama masih melajang kalau pada akhirnya setelah menikah justru di umbar begitu saja. Itu rugi banget kan! Sepertinya kejadian seperti ini jarang terjadi.

—————————————

Kesimpulannya, mau pilih mana? Perjaka atau tidak perjaka? Keduanya sama saja kalau dalam “rasa”. Hanya yang tidak perjaka mungkin jauh lebih pengalaman dalam soal hubungan bercinta. Tapi tidak menjamin pengalaman dalam membangun hubungan rumah tangga. Yang perjaka juga tidak menjamin juga sih, Yang menjamin adalah pengertian kedua pasangan

Jadi tinggal pilih saja, mau kepuasan diri atau kepuasan batin? ^_^

Iklan

16 pemikiran pada “Seberapa Penting Keperjakaan Bagi Pria Lajang

  1. tentang selaput dara sebagai indikator keperawanan itu… emmm tidak semua perempuan lahir dengan selaput dara. malah mungkin saking tipisnya sebelum masa pubertas, selaput dara bisa robek karena main sepedaan doang…

    Disukai oleh 2 orang

  2. Aku punya pemikiran sendiri tapi bingung bagaimana menuliskannya disini, jadilah aku memutuskan untuk nantinya menuliskan di blog ku saja. . .

    PS: Yang di bilang Momo benar. Perawan nggak selalu berdarah. Ada yang tipis banget bahkan loncat-loncat waktu remaja dulu udah robek. Ada yang tebel banget bahkan pas ngelahirin baru robek. Dan hymen menurut logika saya emang berlobang-lobang (tipis, sedeng, ataupun tebel). Kan mesnstruasi, keputihan cs (semua wanita mengalami ini) juga lewat situ, bukan cuman sperma nyengir

    Disukai oleh 1 orang

  3. Ping balik: Tentang Persinggahan Sementara | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s