Lebih Enak Mana Mencintai Atau Di Cintai? Menurutku Sih Lebih Enak Mencintai Dari Pada Dicintai


cinta5

Mencintai Vs Dicintai

Hai kawan…

Pilih mana? Mencintai atau Dicintai?

Pasti kebanyakan kawan-kawan memilih mencintai dan dicintai secara bersamaan, itu serakah kawan! wkwkwkw. mau enaknya aja.

Aku kan meminta untuk memilih salah satunya, Abaikan tentang konteks saling mencintai disini. Fokus kita hari ini adalah memilih antara mencintai? atau dicintai? Walau mencintai dan dicintai ini dalam arti bertepuk sebelah tangan sekalipun.

Cinta itu, tidak selalu tentang sebuah kemesraan dan kebahagiaan, ada sisi lain yang bisa diakibatkan, dari rasa sakit hati, terluka, bahkan hingga rasa frustasi. Walaupun pada dasarnya, cinta itu untuk mewujudkan rasa bahagia, tapi tanpa kita sadari, dengan adanya rasa cinta tersebut, kita juga berarti saling menyakiti dan saling melukai.

Bagaimana bisa, cinta bisa melukai dan menyakiti?

Kita tidak membicarakan orang yang saling mencintai satu sama lain, tentu mereka akan saling bahagia, Karena prinsip dasar Cinta itu memberi dan menerima.

Nah dari sini, bagaimana kalau salah satu dari pemberi atau penerimanya tidak ada…? Disitulah cinta bisa menyakiti dan melukai.

Berbicara tentang mencintai atau dicintai, aku lebih suka mencintai dari pada dicintai. Menurutku, mencintai itu tentang ketulusan hati mengagumi seseorang atau ketulusan hati menjaga agar orang tersebut bisa bahagia.

Tak peduli tentang perasaan orang yang kita cintai itu kepada kita, setidaknya begitulah cara hati memilihkan orang yang tepat untuk bisa mengisi relung hati kita.

Dicintai seseorang, justru membuat kita lebih salah lagi bagaimana mengambil sikap terhadapnya. Disisi lain, kita menyukai orang lain, disisi lain, kita tidak ingin melukai perasaannya.

Banyak hal yang membuat aku lebih menyukai mencintai dari pada dicintai, menurutku banyak hal positif yang akan kita dapat dari rasa mencintai.

Mencintai Jauh Lebih Menghargai, Dicintai Lebih Terkesan Acuh Tak Acuh

cinta4

Source Image from Stocksnap.io

Mencintai dalam diam, Wah kasus seperti ini, sering kali aku bahas dalam setiap artikel yang aku buat. Pengalaman sih tentang hal tersebut, walaupun cinta yang terpendam tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menumpuk rasa penyesalan di endingnya.

Tapi dalam “mencintai dalam diam” ini, cinta itu terkesan lebih tulus. Kita tidak mengharapkan lebih dari dia yang kita cintai. Bahkan, mungkin kita rela dia bahagia dengan pria lain yang lebih tepat untuknya, Walaupun ada sedikit luka dalam hati kita.

Baca juga : Perihal cinta dalam Diam, Dan rasa malu-malu

Sementara “Dicintai” justru membuat kita lebih acuh. Kenyataannya seperti itu, sering kali kita mendapat banyak perhatian dari sekitar kita, jelas-jelas mereka sangat mencintai kita dari cara bicara, dan cara dia memperhatikan keperluan kita, tapi balasanya, kita lebih mengabaikan semua kebaikan itu dan memilih untuk mencintai orang lain yang bahkan tidak memperhatikan seperti mereka yang mencintai kita.

Ironis bukan, Cinta itu seperti melihat gajah di pelupuk mata tidak tampak (pastilah, kan terlalu dekat, malah kelihatan kulit kayak kulit kayu), semut di seberang pulau dewata ya nggak kelihatan juga. 😛

Mencintai Itu Menjadikan Rendah Hati Dan Ingin Menjadi Lebih Baik, Dicintai Justru Terkesan Sombong Dan Kege-eran

Kadang merasa kege-eran bukan!, saat orang lain memberi perhatian lebih terhadap kita, “jangan-jangan dia menyukaiku” kata hati bilang seperti itu kepada otakmu, akhirnya kamu salah tingkah dan bertindak seperti dia benar-benar menyukai kamu.

Kalau kita menyukainya sih! nggak jadi masalah, entar bisa menjadi kedekatan yang berujung saling mencintai dan happy ending. Tapi jika Kege-eran merasakan seolah-olah kita disukai oleh seseorang dan kita sendiri tidak begitu menyukainya. Tentu saja kita akan menjadi besar kepala, “Mungkin dia terpesona dengan kegantenganku yang seantero jagat ini, Tapi gengsi dong, masak aku harus menerima cewek seperti itu, dia kan bukan levelku”.

Sedangkan “Mencintai” justru membuat kita rendah hati. Ketika kita mengungkapkan semua rasa cinta yang ada didalam dada, dan ternyata kita ditolak karena suatu alasan. Kita akan menerimanya walau terluka, cinta memang tidak bisa dipaksakan, begitulah adanya. Keikhlasan menerima sebuah penolakan membuat kita jauh lebih tegar dan jauh lebih baik dalam memperbaiki diri nanti.

Baca juga : Bukan Jatuh Cinta, Tapi membangun Cinta Untuk Bahagia

Mencintai Itu Lebih Menyakiti Diri Sendiri, Sedang Di Cintai Justru Menyakiti Orang Lain

cinta

Source image from Stocksnap.io

Mencintai itu tentang diri yang mencoba untuk membahagiakan hati dengan menyukai sang pujaan hati. Siap tidak siap, mencintai harus siap melukai diri sendiri. Tak mudah memaksakan ego agar orang lain seperti yang kita inginkan. Mencintai itu tentang bagaimana kita menghargai perbedaan dan mencoba menjalankan kedua ego secara bersamaan.

Jika kita gagal menyakinkan orang yang kita sukai akan kadar cinta yang kita miliki, berarti yang terluka hanya kita sendiri sebagai penyimpan cinta dalam hati. Sedangkan saat kita dicintai, ketika kita memutuskan untuk menolak cinta yang diberikan oleh orang yang mencintai kita, Disitulah kita belajar menyakiti perasaan orang lain.

Tapi itu perlu, jika kita menerima dia lantaran kasihan, justru hal tersebut akan menyakiti dia jauh lebih dalam saat kita meninggalkannya dikemudian hari. Lebih baik menyakiti dia sebelum dia mempunyai harapan lebih terhadap kita, ketimbang melukai dia saat dia sudah memasrahkan hatinya untuk kita.

Baca juga : Mencintai harus rela tersakiti, Agar bisa memahami arti cinta yang sebenarnya

Mencintai Itu Penuh Pengalaman, Dicintai Malah Mengabaikan

cinta1

Source Image from Stocksnap.io

Jarang loh ada orang yang membicarakan bahwa banyak orang yang menyukainya, hanya orang-orang sok kepede-an yang selalu menceritakan pengalaman seperti itu. Alasannya simple, untuk meningkatkan value dimata orang lain ,bahwa dia populer di mata lawan jenisnya.

Kalau ditanya, bagaimana pengalaman anda di sukai oleh seseorang?

Itu susah loh menjelaskannya, karena memang bukan sebuah pengalaman bahkan memang terabaikan oleh kita. Kita tak pernah menganggap orang yang menyukai kita menjadi sebuah bagian dalam hidup kita, sementara kita tidak menyukainya. Bukannya kenyataanya seperti itu?

Berbeda dengan mencintai, terlalu banyak kenangan saat kita mencintai seseorang, entah itu bertepuk sebelah tangan, pemuja rahasia atau  mencintai dalam diam. Banyak pengalaman yang kita hadapi saat sedang mencintai seseorang, entah itu rasa frustasi, rasa terluka, rasa bahagia dan rasa penasaran akan sosok dia yang sebenarnya.

Tapi disitulah kenangan yang sangat berharga untuk kita kenang di masa depan nanti, untuk menjadi pemacu diri supaya tidak terluka seperti sebelumnya, atau menjadi perbaikan diri untuk menjalin hubungan yang lebih baik.

Orang yang berani mencintai, berarti dia berani mengarungi lika-liku kehidupan. Ciyeee… wkwkwkw 😛

Baca juga : Perjalanan cinta, selaras dengan melody lagu cinta

Mencintai Itu Pengorbanan Diri, Dicintai Rela Manfaatkan Orang Lain

cinta2

Source Image from Stocksnap.io

Nah kasus ini yang sering, Untuk mencintai memang harus ada pengorbanan diri agar sang pujaan hati, luluh akan pengorbanan yang kita lakukan. Tapi menurutku pengorbanan seperti itu tidak penting juga kita lakukan. Ini seperti cara lama yang tak adil, cara yang mengharuskan kita sebagai pria, harus mengorbankan diri dan merendahkan diri untuk mendapatkan sang pujaan hati.

Sedangkan untuk di cintai, justru lebih memanfaatkan keadaan ada orang yang mencintainya. Seperti morotin uangnya, tukang ojek gratis, dan lain sebagainya.

Baca juga : Jika karma itu ada, Mengapa tidak mencintai dengan indah

Tapi banyak juga loh, pria-pria yang terluka karena merasa sudah mengorbankan banyak hal untuk wanita yang dicintainya. Padahal si wanita ini juga kadang tidak memanfaatkannya dan tidak memintanya untuk melakukan hal seperti itu. So siapa dong yang salah?

Yang jelas bukan saya yang salah.. 😛

Jadi, himbauan bagi pria yang sedang mencintai seorang wanita, jangan memaksakan dengan mengorbankan diri terlalu berlebihan kepada sang pujaan hati, apalagi status masih belum jelas adanya. Cintailah seadanya, lakukan yang kamu bisa untuk mendekatinya, dan biarkan skenario Tuhan berjalan dengan semestinya.

******

So, Pilih mana? Mencintai atau Dicintai? ^_^

Iklan

38 pemikiran pada “Lebih Enak Mana Mencintai Atau Di Cintai? Menurutku Sih Lebih Enak Mencintai Dari Pada Dicintai

  1. Pilih mencintai. Udah pernah ngalamin sih soalnya. Tapi kalo aku emang cenderung I would rather hurt myself than make you cry.
    Mungkin memilih mencintai itu lebih terkesan ‘bego’ tapi disitulah esensi mencintai dengan tulus tanpa ngarepin dia membalas dengan perasaan yang sama. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Tulisannya bikin manggut2 Mas… (banyak benernya). Pernah di sisi sebagai yg dicintai, pernah juga disisi sebagai yang mencintai.
    Tapi kalau skrg disuruh milih… pilih mencintai saja. Soalnya dicintai kadang bikin galaunya malah berlebihan. Mau ditolak kok ga tega..mau diterima kok gimana. *itu aku sih.

    Yah, tapi kalau ketemu yg “saling cinta” lebih seneng lagi sih. *kalau ini semua org pasti seneng ya 😅

    Disukai oleh 1 orang

      • 😂😂😂 kurang peka tuh brrt mas Nur, sekali-kali perlu nonton drama Korea 😁.

        Mmmm, Cinta milih mencintai…mencintai dg cara yg sama utk seseorang dari 1x menjadi 10x menjadi 100x menjadi 1000x dan beribu-ribu hingga berjuta-juta kali juga Cinta ga akan nyesel utk krn dia—dirinya yang baik hati dan low profile itu—pantas mendpatkannya. Perkara dia udah lupa atau tak cinta, itu urusan dia dg hatinya, Cinta ga akan membalas dg benci atau menjauh, krn benci hnya akan merusak dan mengotori hatinya Cinta, capek dan melelahkan pasti mnjadi pribadi yg pura2 selalu. He he he 😊

        Disukai oleh 1 orang

        • super sekali… hihihih..
          masalah kurang peka, itu udah dasarannya lelaki. cuam kadang wanita gak ngerti juga gimana kita bersikap.. cuma masalah ego aja..
          udah nonton kok ama istri, neh sekarang lagi lihat The legent of blue sea, masih di episode 6
          soalnya nonton juga nunggu kita sama2 tidak sibuk, dan anak2 udah pada tidur

          Disukai oleh 1 orang

  3. Absolutelly dicintai. . .

    Soalnya aku lebih memilih kebahagiaanku sendiri daripada orang lain. Egois memang, tapi begitulah aku bertahan hidup.

    Dan juga, kalo misalnya ada yang cinta/suka sama aku terus akunya nggak suka juga sih, aku nggak bakal ngerasa nggak enak buat nolak. Dengan jelas aku bakal bilang “Kita berteman aku nggak bisa suka sama kamu.”

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s