3 Nama Sebutan Kota Pasuruan Di Tahun 2017 Yang Bikin Miris


Selamat Datang Di Kota Pasuruan

Selamat Datang Di Kota Pasuruan

Kota Pasuruan, Sejak kecil aku diajarkan oleh guru di sekolah bahwa Kota Pasuruan mendapat julukan sebagai Kota Santri. Memang terlihat sih dari banyaknya pondok pesantren di kota pasuruan. Seperti Pondok Sidogiri, Pondok Ngalah, Pondok Al yasini dan sebagainya.

Di Kabupaten pasuruan memang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, apalagi di kota Bangil yang terlihat banyak wajah-wajah orang arab. Juga di Pasuruan juga tersebar banyak orang berbahasa Madura.

Kenapa dengan orang berbahasa Madura?

Seingatku, aku tak pernah melihat orang Madura atau keturunan orang Madura memeluk agama selain Islam. Jadi Icon orang islam bisa dilihat dari wajah orang ke Arab-arab’an juga ke logat Madura-Kemaduraa’an. Wkwkwkwk 😛

Kalau saya sendiri asli keturunan jawa, Dan Alhamdulillah memeluk Islam dari lahir, dan semoga bukan hanya soal turunan saja aku mengakui Islam. I love Islam,  Karena aku menyakini bahwa Islam adalah jalan yang benar. Eits, kok bahas masalah islam, oke, Kembali ke topik.

Beberapa minggu ini, aku mendengar sebutan unik untuk kota kelahiranku ini. Miris sih mendengarnya, soalnya ini tentang Aib buruk yang sedang melanda kotaku tercinta ini. Ada 3 sebutan kota Pasuruan yang lagi hangat di media sosial baru-baru ini, seperti

Pasuruan Darurat Banjir

Mungkin untuk kota Pasuruannya sendiri itu sudah biasa terjadi banjir, karena memang daerah pesisir. Memang ada beberapa kecamatan yang sudah terbiasa dengan fenomena banjir di musim penghujan.

banjir

Sungai yang meluap luap di Kec. Purwodadi | Image Source Group WhatsApp

Tapi baru-baru ini, pertama kali dalam sejarah, terjadi kebanjiran di daerah yang belum pernah terjadi banjir seperti ini sebelumnya. Seperti dilansir di sekitarpandaan.com, sekitar daerah rumahnya istriku, Kecamatan Purwodadi. Bulan Desember 2016 kemarin, terjadi Banjir bandang yang meluap ke jalanan. Akibatnya jalan pantura Surabaya-Malang lumpuh total beberapa jam. Juga hari selasa kemarin tanggal 31 Januari 2017, sekitar jalan Purwosari juga mengalami kebanjiran.

Daerah dataran tinggi seperti Purwodadi, Purwosari dan Pandaan mengalami banjir, dampak buruknya akan terjadi di daerah pesisir seperti di Pasuruan. Seperti hari selasa kemarin, banjir melanda pukul 9 malam dan melumpuhkan jalan pantura Pasuruan mulai jam 12 malam hingga sekitar jam 7 pagi. Itupun air masih meluap dijalanan setinggi lutut.

Wisata Jeglongan Sewu Pasuruan

jeglongan-sewu

Source Image by Sekitaranpandaan

Aku sempat tertawa saat membaca berita dengan judul “Selamat datang di Wisata Jeglongan Sewu Pasuruan”.

Memang dengan curah hujan yang tinggi dan itupun tiap hari dengan rentang waktu hujan menguyur berjam-jam. Membuat jalanan tertutupi air hujan yang bisa merusak aspal jalanan. Terlebih lagi kendaraan yang melewati jalan pantura Pasuruan merupakan kendaraan berbobot. Seperti truk galon Aqua yang memuat berton-ton galon air minum, truk yang mengangkat alat berat, truk memuat beton/kayu besar dan kendaraan besar lainnya.

Tentu saja kedua faktor tersebut yang mempelopori rusaknya jalanan di Pasuruan. Dengan banyaknya lubang yang terjadi di jalan sepanjang kota Pasuruan, tak diragukan lagi, sebutan Wisata Jeglongan sewu ini memang pantas di sandang Kota Pasuruan.

Sebenarnya bahaya sekali untuk pengendara bermotor dengan melewati jalanan penuh lubang seperti ini. Tapi pemerintah setempat mungkin tak bisa berbuat banyak. Karena setiap penambalan aspal di musim hujan begini,  itu percuma,paling beberapa hari saja sudah kembali berlubang.

Pasuruan Kota Begal

Nah, ini yang paling mengerikan. Hampir tiap minggu, berita adanya pembegalan bermotor terdengar di kabupaten Pasuruan ini. Ada yang korbanya di bacok/dilukai dengan clurit dan senjata tajam lainnya. Ada juga yang mengunakan Bondet atau sejenis Bom ikan untuk mengagetkan korban hingga terpanting, baru kendaraannya di curi.

Daerah rawan begal juga menyebar kedaerah-daerah kecil lainnya, bahkan kemarin ada info dari Gruop di WhatsApp, bahwa sekitaran jalan menuju Bromo juga terjadi perbegalan.

begal

****

Ironis sekali, dari kota santri, kini menjadi kota banjir dengan wisata jenglongan sewunya serta begal dimana-mana. Kotaku tercinta tak lagi Aman dan nyaman, untung aku tinggal jauh dari Kota Pasuruannya, meskipun desa, tapi tempatku tinggal selayak kota yang sebenarnya, selain nyaman dan jarang banjir, jalanan mulus, dan strategis karena terletak di tengah-tengah kota besar Surabaya dan Malang.

I Love Pandaan City ^_^

 

Iklan

11 pemikiran pada “3 Nama Sebutan Kota Pasuruan Di Tahun 2017 Yang Bikin Miris

  1. Iya sekarang dimana-mana ada begal yg sadis. Bahkan sampai ada korban meninggal dunia. Tapi klo main hakim sendiri tetap aja salah. Artinya menghilangkan nyawa orang harusnya juga melanggar hukum. Kan kita hidup di negara hukum. Jadi sebisa mungkin ya harus menaati hukum yg berlaku.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Kenalin Blog Baruku ^_^ | Pennadiri

  3. Ping balik: Berkendara  Saat Hujan Mengingatkanku Tentang Banyak Hal | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s