Jika Kamu Masih Jomblo!, Menurutmu, Tipe Jomblo Seperti Apa Sih Kamu?


Jika Kamu Masih Jomblo!, Menurutmu, Tipe Jomblo Seperti Apa Sih Kamu?

Type Jomblo

Ada Apa Dengan Jomblo. Konten seperti ini yang paling aku suka, ngebahas “Cinta, Jodoh dan Jomblo”. Itu satu paket buat ngebully yang lagi Single. Hahaha 😛 #Becanda

Entah kenapa, suka sekali aku membuat artikel tentang ketiga hal tersebut. Bukan karena aku pengalaman tentang cinta-cinta’an, atau karena statusku sudah menikah dan berhak untuk ngebully yang lagi Single. Sumpah, tak ada maksud untuk seperti itu, kalau emang kesindir dikit, ya maafin aku yang lagi khilaf ini. 🙏🙏🙏

Aku dulu juga lama ngejomblo sebelum menikah, tapi jujur aku tak merasa harus sedih dengan status seperti itu, Sungguh aku bahagia!. Jomblo itu, menurutku, menjadikan diriku lebih dewasa.

Baca juga : Arti Kedewasaaan Yang Sebenarnya

Kenapa demikian?

Karena saat aku jomblo, aku jauh lebih mandiri. Aku berani tidur sendiri tanpa harus menelpon maupun chat sang kekasih untuk sekedar menemani waktu tidur. Kalau menemani sambil tiduran bareng sih! enak aja, tapi kalau menemani di telpon atau di aplikasi Chat! apa serunya. Mending ditemani bantal guling, jelas bisa dipeluk dan di elus-elus. Hihihihi

Jomblo juga membuat diriku semakin bijaksana

Bayangkan ada sepasang yang lagi kasmaran telponan di waktu menjelang tidur. Disaat mau mengakhiri percakapan, bukannya dengan menekan tombol berwarna merah bertuliskan “tutup”. Eh malah saling saut-sautan gini:

“Kamu aja yang matikan”
“kamu aja yank…”
“udah kamu aja, biar aku mendengar ucapan terakhirmu”
“kamu aja”
“Bla..bala.. bala……” #hingga beberapa menit seperti itu.

Ngak bijaksana banget kan… Udah ngabisin pulsa, gak bisa memutuskan sesuatu, padahal tinggal tekan “tutup” selesai sudah.

Dan juga Menyebalkan…!,

Jelas menyebalkan. Karena aku dulu pernah satu kamar dengan teman yang telponan seperti itu. Udah telponan pakai bahasa indonesia dengan logat tegal, padahal biasanya pake jawa medok surabayaan, yang biasanya pake kata “C*k” disetiap percakapannya. Emang cinta itu merubah karakter banget deh.

Mendingan Jomblo, tapi ngak kelamaan. Kalau kelamaan, Entar saat kawin, dikerjain kayak temanku yang pernah aku ceritakan di “Kado Pernikahan Yang Anti Mainstream”. Itu udah kelewat lama soalnya. Jadi mendapat kado istimewa yang mungkin tidak bisa dilupakan olehnya.

Kembali ke topik awal, by the Way, yang diatas itu baru pembukaannya saja loh, wkwkwkw 😛

Jomblo itu ada typenya, type ini disesuaikan dengan alasan kenapa mereka memutuskan untuk “Men-jomblo”?

Hidup itu harus ada tujuan bukan?,

Selain itu, Hidup juga sebuah pilihan, nah jomblo pun sama. Tidak serta merta jomblo itu karena nasib, itu salah banget, Jomblo itu pilihan hidup! Ciyee…Keren nggak tuh.. 😷😷😷

Tipe Jomblo Seperti apa kamu?

1. Jomblo Yang Tidak Laku

Jika Kamu Masih Jomblo!, Menurutmu, Tipe Jomblo Seperti Apa Sih Kamu?

Source image by google.com

Bukan tak laku sih, cuma ada sebagian orang yang tidak mengexplore dirinya agar berusaha lebih maksimal untuk mendapatkan pasangan. Karena keterbatasan mental. Jomblo seperti itu, biasanya mereka lebih banyak diam dan mencintai dalam bayang, eh, mencintai dalam diam.

Aku tuh orang yang selalu percaya bahwa setiap orang pasti ada yang menyukainya. Hanya terkadang kedua pasangan ini mempunyai rasa malu yang akut, atau yang bisa disebut “jengah” begitu kata mbk ida sewaktu mampir di blognya si Arin.

Typikal jomblo seperti ini kebanyakan orangnya pendiam dan sedikit kurang percaya diri akan kelebihan yang dipunyainya. Tapi ada juga yang sok Pede dan terlalu freak saat berdekatan dengan lawan jenisnya, typikal seperti ini juga banyak wanita menghindari jenis pria seperti ini.

Mencintai itu butuh belajar biar tidak sakit hati, butuh pengalaman agar bisa saling memahami.  Dan butuh Pengorbanan untuk bisa saling memiliki.

Saran aja buat yang typikal seperti ini, Bukalah pikiran kamu, bahwa pasti ada seseorang dari lawan jenismu yang menyukai apa adanya dirimu. Beranikan dirimu, sakit hati karena ditolak itu tidak sesakit ketika orang yang kita cintai dalam diam itu, akhirnya memilih orang lain untuk menjadi pasangan hidupnya. Nah loh, ngenes kan kalau udah kayak gitu!

Rasa sakit kala berjuang mencari jodoh itu perlu, agar kita sadar, bahwa ketika kita sudah mendapatkan dia, kita akan selalu menjaganya.

Baca juga : Menjemput Jodoh Agat Tetap Berjodoh

2. Jomblo Karena Baru Diputusin

Kalau jomblo yang satu ini adalah jomblo karena terpaksa, terpaksa harus mengakhiri hubungannya. Ada dua alasan kenapa jomblo ini terpaksa diputusin oleh kekasihnya. Yang pertama kekasihnya sudah tak cinta lagi atau sudah mempunyai kekasih lainnya. Yang kedua, kamunya sendiri yang serakah Selingkuh di belakangnya. Coba selingkuh didepannya, mungkin kamu tidak akan diputusin begitu saja, pasti ada satu tamparan atau tiga tamparan dimuka. Hahaha

Jomblo seperti ini bukan suatu masalah, karena efek dari pacaran yang menjadikan sebuah candu yang luar biasa, akhirnya dengan segala cara, jomblo seperti ini mencoba mencari pengganti kekasih yang baru.

Karena sudah pernah pacaran, jomblo seperti ini akan dengan mudah untuk mendapatkan pengganti kekasih yang lama (udah kayak sandal aja). Pengalaman berbicara sama lawan jenis, pengalaman tentang bagaimana membuat wanita merasa nyaman ngobrol dengannya. Itu adalah modal dan pengalaman yang penting dalam mencari pasangan.

Mencintai itu butuh keberanian, karena hanya orang yang beranilah yang akan mendapatkan pasangan (pacar).

Baca juga : Jangan hanya fokus memantaskan diri, tapi harus ada ikhtiar menjemput pasangan hati

3. Jomblo Karena Susah Move-on

Nah jomblo yang satu ini, kasihan banget!

Sebenarnya maksud hati itu pengen sekali pindah haluan ke lain hati, tapi entah kenapa, setiap berdekatan sama lawan jenis, bawa’annya tuh bapernya setengah hidup. Ada aja yang keinget kenangan tentang mantan.

Biasanya, nasehatin jomblo yang susah move-on seperti ini, susah banget!. Di kasih saran dan nasehat seperti apapun, terkadang mental (Baca: Tidak ber-efek). Nasehat itu seakan masuk dari telingah kanan keluar telinga kiri, lewat begitu saja.

Tapi ya harap di maklumi, Cinta itu buta. Terkadang sesakit apapun kita di lukai dan dihianati, rasa sayang dan cinta itu tetap ada dalam hati.

Baca juga : Mencintai itu harus rela tersakiti, Agar bisa memahami arti cinta yang sebenarnya

4. Jomblo Karena Prinsip

Jika Kamu Masih Jomblo!, Menurutmu, Tipe Jomblo Seperti Apa Sih Kamu?

Jomblo itu pilihan

Jomblo model ini, Aku banget.. Ahaii… wkwkwkwk.

Jomblo model seperti ini biasanya mempunyai wajah tampan/cantik nan menawan, berintelektual tinggi, mempunyai target dan mimpi yang besar. Mereka memutuskan untuk jomblo, bukan karena mereka tak laku, justru mereka sukanya nolak Surat Regestrasi Pacaran kepada pasangan yang ingin mendekatimya. Alasannya macam-macam, adakalanya fokus dengan karir, masih belum kepikiran (padahal itu cuma sekedar penolakan karena tidak suka secara halus), Masih ingin sendiri, Dan memang tidak ingin pacaran.

Intinya Jomblo seperti ini memutuskan untuk men-jomblo dengan prinsip yang mereka bawa.

Baca juga : Jangan turunkan standartmu Hanya karena kamu lelah menunggu

Tapi ada juga yang sebaliknya, Dia mengatakan “Jombloku itu karena prinsip”, Padahal, memang tidak laku, hahahaha. Makanya bilang seperti itu, agar terlihat lebih keren dan lebih baik, seperti aku dulu *Ups… 😛

Dulu sebelum menikah, tak pernah sekalipun aku merasakan yang namanya pacaran, eh, pernah sih sekali nyoba untuk pacaran dan iseng-iseng aja nembak cewek dan diterima waktu itu. Tapi bertahan cuma 2 minggu. Itupun aku mutusin secara baik-baik, dan sampai sekarang kita tidak ada dendam.

Sebenarnya aku juga tak berniat untuk mainin dia, hanya saja saat itu, aku terlanjur ill-feel aja saat kencan pertama. Sewaktu kenalan, dia berjilbab, tapi kenapa pas kencan, dia membuka jilbab! Kenapa…! Kenapa…!

Padahal, aku suka banget  loh ama dia, Dia itu unik, lucu dan ngegemesin, Tapi yah mau gimana lagi, mendingan diputusin sekarang dari pada dia terlanjur mencintai dan pasti itu akan melukai hatinya.

Sejak saat itu, aku lebih memilih untuk men-jomblo. Bukan tanpa usaha sih, usaha mencari jodoh tetap berjalan, hanya, aku memang milih-milih untuk menjadikan wanita sebagai pasangan hidup.

Pernah  aku mengatakan kepada ibuku “Bu, kalau suatu hari aku membawa cewek kerumah, Dialah pilihanku yang akan menjadi pasangan hidupku”.

Walaupun sering juga aku jalan sama cewek, mungkin setiap minggu aku jalan sama cewek yang berbeda. Enaknya jomblo tanpa pacaran tu gitu, tak perlu risau mau jalan sama siapa saja, kan kita tak berkomitment seperti pacaran. Ya jalani saja, yang penting senang.

Hingga akhirnya aku menemukan istriku ini, Dialah satu-satunya wanita yang pernah aku ajak kerumah. Itupun masih berstatus teman. Tujuannya sih memberi tahu orang tua, ini loh calon yang aku inginkan!. Ketika orang tua mengizinkan, barulah aku beraksi. wkwkwkw

Ternyata kenyataan tak seindah harapan, sempat tiga kali aku ditolak. Padahal niatku ini udah cukup baik loh “Ngajakin Nikah”. Kurang baik apa coba, Niatnya itu udah tulus banget, ngak seperti ngajakin Pacaran yang mungkin hanya untuk senang-senang.

Walaupun aku juga sadar, alasan  kenapa dia masih “nolak”.

Jelas nolak lah, lah dia masih berkomitment dengan orang lain, aku nya mau ngelangkahin orang tersebut dengan mengajukan surat lamaran menikah dibelakangnya. Hahahaha. Nekat banget yak..

Nekat seperti itu ngak apa-apa, karena tujuanku ingin menyelamatkan istriku ini dari jurang sakit hati dan patah hati. Karena aku tau, seperti apa hubungan keduanya ini, hanya Long Distance yang tak berujung bahagia, Hanya isak tangis yang selalu aku lihat di mata istriku ini.

Kan mending sama aku yang jelas ngasih harapan baru, wkwkwkw.

Dan pada akhirnya, dia menyerah dan mencoba untuk menerima lamaranku. Dalam jarak setengah  tahun bertunangan, aku sudah membuat istriku jatuh cinta setengah Gila kepadaku. Hahahaha. Dan akhirnya kita menikah. TAMAT…

****

Ya begitulah macam-macam tipe jomblo menurutku, Kalau kamu? Jomblo seperti apa sih kamu? Hihihihihi.

Iklan

47 pemikiran pada “Jika Kamu Masih Jomblo!, Menurutmu, Tipe Jomblo Seperti Apa Sih Kamu?

  1. Aaak, ka Iwan mantan jomblo yang jahat nih, memojokkan par ajomblo wkwkw..

    Tp iyasih, byk tmn2 aku yg masuk daftar di atas haha

    Alhamdulillah, selama ini ga pernah adegan “kamu aj deh yang matiin teleponnya..” wkwk

    Disukai oleh 1 orang

  2. awas… jomblo itu haram… hehehe….
    kenapa haram, jomblo berasal dari kata complong, yang berarti kopong, tidak ada isinya… nah, kalau kita tidak punya harapan, gk boleh lo… hehe… kan tugas manusia berusaha dan berdoa… hehe,,, jadi gak boleh jomblo.. alias complong(gak punya semangat hidup)….

    Suka

  3. Ping balik: Pagi yang Cemburu – Cinta1668

  4. Ping balik: Bagaimana Memotivasi Diri Untuk Tetap Konsisten Dalam Menulis | Pennadiri

  5. Ping balik: Mengapa Harus Takut Dengan Jatuh Cinta | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s