Pedas Gila Di Bakso Mercon Kameha


Pernah makan makanan extreem dengan sensasi pedas yang luar biasa?

Kalau aku sih bukan penggila makanan pedas, bukan karena aku punya penyakit magh atau pernah sakit types dan penyakit yang berhubungan dengan lambung lainnya. Tapi dengan makan makanan pedas seperti itu, sepertinya lidahku tak pernah menikmati rasa enak yang seharusnya, justru perut yang terkena dampaknya.

Kan mubadzir banget…

Udah lidah tidak bisa menikmati rasa enak, mulut terasa terbakar karena saking pedasnya, apalagi setelah berjam-jam giliran perut mulai merintih tak karuhan, minta dikeluarin isinya.

Sebenarnya banyak makanan pedas dengan level yang cukup extreem seperti itu, terkadang nama makanan tersebut diberinama tidak sesuai dengan makanan manusia.

Tidak sesuai gimana?

Yah, tidak sesuai aja, pernah dengar dengan nama makanan “mie setan” nggak? Atau bakso kerikil Jahanam?

Itu makanan manusia apa makanannya para setan sih?

Kenapa juga pakai nama aneh seperti itu?

Okelah, itu memang strategi pemasaran, sama seperti iklan di facebook, judul yang menarik akan meningkatkan pengunjung yang penasaran. Tapi kenapa harus pakai nama tabu seperti itu, bukannya akan lebih enak kalau pakai nama “ Mie Gobyos” atau “Mie Hot”. Itu lebih terdengan manusiawi.

Begitu juga “bakso kerikil jahanam”, itu bakso apa kerikil dari burung ababil?. Kenapa harus pakai nama Neraka jahannam untuk menjelaskan baksonya pedas gila, itukan terlalu menghayal, emang tau gimana panasnya kerikil jahannam?, kenapa gak pakai nama bakso naga api? Kan entar bisa disebut bakso natsu dragneel, hahahaha…

Kemarin tuh, aku mampir ke tempat saudara sepupu dari istri di daerah Purwosari. Sudah hampir satu tahun ini sepupu istriku ini berjualan bakso. Jadi sewaktu berkunjung kesana, alhasil dapat suguhan bakso gratis dong, wkwkwkwk

14-bakso-kameha1

Bang, pengen bakso apa neh?” tanya sepupunya istri

Sebenarnya aku sudah beberapa kali mendengar tentang baksonya sepupunya istri ini. Di media sosial sudah rame banget dengan dagangannya sepupu ini yang sedikit fenomenal. Nama kedai baksonya saja “Bakso kameha”. Bakso ini terinspirasi saat sepupunya istri sedang mencari ketujuh bola naga. Alhasil kedainya di beri nama “Bakso Kameha#FilosofiNgawur 😛

Tampilan bakso Kameha

Tampilan bakso Kameha

Yang menjadi topik terhangat adalah menu yang dihidangkannya. Yang paling rame tu, “bakso beranak” dan “bakso granat dan bondet”.

Bakso beranak itu bakso yang didalamnya ada baksonya lagi. Jadi saat kita belah bakso yang pertama, didalamnya akan ada beberapa bakso lagi yang ukurannya lebih kecil.

Sedangkan bakso granat, Yah bakso ketika kita menelan di mulut, pedasnya akan pecah ketika kita mengigit bakso tersebut. Karena isi dalam bakso itu adalah irisan cabai yang bercampur dengan tumisan jamur. Nah yang bondet ini merupakan level teratas dari menu bakso yang disajikan. Karena didalam bakso bondet ini tersimpan jutaan cincangan cabai yang siap membakar lidah anda.

Aku nyoba granat aja fen?” Fendi Nama sepupunya istri. Aku mencoba bakso dengan tingkat pedas level menengah, yang dibawahnya granat ada “bakso mercon letek” dan atasnya granat ada “bondet” tadi.

Wah, yang granat masih belum matang mas?” jawab si fendi

Yo wes terserah?”

Bondet’a mas?”  tawarnya lagi

Sempat mikir sih, apa aku berani makan yang ini, kalau makannya sih kayaknya gak perlu ditakutin, cuma efek dari makanan ini yang perlu di timbang-timbang lagi.

Iya wes, gak apa, coba seberapa pedas sih bondetnya itu?” jawabku dengan lantang.

entar kalau gak kuat, bisa angkat bendera putih atau mas ir bisa lambaikan tangan ke kamera?” canda fendi, emang dikira uji nyali apa? Hahahaha. Emang sih, makan bondet itu semacam uji nyali lambung.

Dan pada akhirnya, aku juga nyerah dengan sisa bakso tinggal 1/3 bagian.

Bakso mercon Kameha

Bakso yang tak termakan saking pedasnya

Padahal, cabainya sudah banyak yang aku pisah, terlihat di mangkok itu berceceran irisan cabai, tapi tetap saja, mulutku terasa cetar dengan pedas yang luar biasa.

Aku menghabiskan 2 gelas teh hangat agar rasa pedas itu hilang. Dan alhamdulillah, itu pengalaman yang luar biasa dan rasanya tidak ingin mencobanya lagi dilain waktu. Karena setelah makan itu, sore harinya perutku sudah menampakkan gejalanya. Hampir dua hari aku buang air besar dengan rasa panas di anus, pun juga, sampah yang keluar juga tidak normal seperti biasanya.

Tapi tak masalah, Apapun itu perlu di coba, biar berujung sakit perut, setidaknya aku sudah mencoba dan ada cerita untuk bisa diceritakan dan dipelajari. Sama halnya dengan kejelekan, kejelekan pun juga gak masalah untuk di terjuni. Yang penting di endingnya kita berserah diri dan bertaubat. Karena katanya para ustad, taubatnya orang yang “merasa” penuh dosa, itulah sebenar-benarnya taubat.

Iklan

16 pemikiran pada “Pedas Gila Di Bakso Mercon Kameha

    • Gak ada perubahan harga kayaknya sejak sebelum harga cabai naik
      Kalau gak salah cuma 10rb an untuk satu porsi yang bondet itu..
      Kalau bakso beranakya sekitar 25k…
      Tapi mungkin pedasnya sedikit berkurang paling ketimbang sebelum harga cabai naik..
      Kalau menurutku sih, itu terlalu pedas buatku

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s