Beberapa Alasan Sebagian Orang Yang Menolak Menikah Usia Muda


Menikah Muda

Menikah yuk?

Yuk Menikah Yuk?

Enggak ah, masih terlalu muda! Masih belum merasakan indahnya dunia. 😛

Menikah itu seperti sebuah tuntutan hidup yang sepertinya sangat menyeramkan bagi sebagian orang.  Gambaran tentang pernikahan itu selayak hidup dalam jeruji besi yang membuat kita tidak bebas mau kemana-mana.

Pun juga, pernikahan itu selayak memasuki hutan belantara, tanpa kompas dan tanpa GPS. Sangat menyeramkan, karena kita harus berjalan menapaki jalanan hutan tanpa arah dan petunjuk. Hanya sebuah pengalaman dan kemantapan hati yang akan menunjukkan jalan.

Mungkin karena itu, banyak anak muda yang masih ragu untuk memutuskan menikah di usia belia.

Aku menikah disaat usiaku baru 23 tahun, masih muda bukan?. Sejak aku mulai bekerja, menikah adalah prioritasku sejak awal. Sempat aku berpikir untuk kuliah di sela-sela kesibukan kerja. Tapi niatan itu aku hentikan, aku lebih memilih untuk menyenangkan hati orang tua dengan memperbaiki rumah yang aku tinggali.

Sempat aku mengatakan kepada bapak ku, jika disaat aku sudah berumur 25 tahun keatas sedangkan aku masih belum mempunyai pasangan yang mau di ajak ke pelaminan. Aku rela bapak yang carikan aku jodoh.

Bagiku, pernikahan adalah sebagian yang menyempurnakan iman. Juga dengan menikah, mungkin pikiranku jauh lebih dewasa ketimbang masih berstatus Jomblo bahagia dulu. Tak pernah aku menakuti tentang pernikahan, selama aku sudah mantap dan yakin bisa menafkahi anak orang, InsyaAllah aku mampu menjadi imam untuk istriku kelak.

Dan ternyata setelah menikah, kehidupanku tak jauh berbeda dari masa Jomblo dulu. Aku tak pernah merasa terikat seperti yang di khawatirkan, justru dengan menikah, kita bisa berpergian dengan pasangan tanpa takut waktu. Kalau kemalaman tinggal nyewa penginapan. Beres dah, bisa bermesraan tanpa takut suara kasur terdengar keluar.

Begitupun dengan menanggung biaya kuliah istri juga tak membuat aku mengalami penurunan perekonomian keluarga. Masih tetap makan tiga kali sehari dengan lauk yang bisa bervariasi. Tapi level lauknya juga ihat ketebalan dompet juga, jika awal bulan, masih bisa lah kita makan ayam atau ikan yang sedikit mewah, tapi di tanggal tua, ya tempe pun juga gak masalah. Yang penting makan nggak makan asal cinta ini tetap terjaga, Eaak.. 😛

Baca juga :Hal yang perlu diperhatikan, sebelum memutuskan untuk menikah

Terus masalahnya apa yang ditakutkan para Jomblo saat disuruh nikah?

Nah, kalau menurutku, ada banyak alasan yang sering di ungkapkan para Single. Kenapa dia menolak saat diajak menikah? Berikut aku jelaskan sedikit banyak kenapa para Single menolak untuk menikah muda?

Masih Belum Yakin Dengan Pasangan

Kayaknya aku masih belum yakin dengan si Dia? Penghasilannya pas-pasan, wajahnya juga tak cukup membuatku nyaman juga dia masih sering ngehubungin wanita selain aku.

Ya putusin saja, cari yang lain yang jelas untuk masa depan. Cari sesuai keinginan, jika sudah dapat, langsung aja di ikat dengan pernikahan. Selain membuat si dia mempunyai tanggung jawab, juga agar ada pagar atau penghalang bagi wanita lain masuk ke hati pria yang tersayang.

Pacaran saja dulu, biar saling mengenal?

Menurutmu dengan berpacaran lama, akan menambah kadar keyakinan terhadap pasanganmu?

Silakan saja dicoba, Pacaran itu memang kenyataanya untuk bisa saling mengenal bukan?, tapi kebanyakan yang terjadi, hanya segelintir kepalsuan untuk menyenangkan sang pujaan. Pacaran lama tak menjadikanmu semakin mengenal pasangan sampai akar-akarnya. Bisa saja, pacaran lama justru membuat hubunganmu semakin melempem dengan kebosanan tingkat dewa.

Mending menikah, Selain hubungan telah diresmikan oleh negara, juga hubungan tersebut diberkahi oleh Yang Maha Kuasa.

Kita akan tahu bagaimana sifat asli si dia setelah menikah, itulah cobaan terberat bagi yang baru menikah setelah berpacaran lama. Sifat yang tak pernah kita tau semasa pacaran, kini bermunculan, rasa kecewapun mulai menghiasi hari-hari awal pernikahan.

Bandingkan dengan yang menikah hanya dengan berkenalan selama dua bulan. Yang ada hanya rasa penasaran selayak awal pedekate. Kan tau sendiri, begitu bahagianya masa pedekate itu, keduanya saling menunjukkan kasih sayang untuk bisa mendapat perhatian sang pujaan.

Baca juga : Enakan mana Single tapi bahagia atau Pacaran penuh luka

Masih Ingin Bebas

Feel Free without merried

Feel Free

Menurutmu, dengan menikah kamu tidak bisa bebas. Menikah memang sejatinya terikat dengan pasangan kita, disaat kita ingin A sedangkan istri ingin B. Jika kita masih tetap bersikeras untuk menginginkan A, pasti akan menyakiti hati istri, jika menuruti istri untuk milih B, maka, rasanya kebebasan kita sudah direnggut oleh istri.

Begitulah kenyataannya, menikah itu bukan tentang keinginan diri sendiri saja, tapi harus memperhatikan keinginan pasangan kita juga. Maka musyawarahlah untuk kebahagiaan bersama.

Terkadang, jiwa muda masih sering sekali ingin mencoba hal baru, mungkin seperti bepergian ke luar kota, mendaki gunung, dan sebagainya. Tapi jika sudah menikah, bukannya melakukan hal tersebut itu sulit sekali?

Tidak juga, Buktinya mbak Anissa (SiNyonyaNyablak) masih bisa bepergian ke Bali dengan suaminya. Dan kayaknya justru lebih seru melakukan bepergian berdua seperti itu.

Tentang mendaki atau perjalanan lainnya, jika istri menolak untuk mendaki lantaran belum pernah dan takut kecapean entar. Bukan berarti  kamu tidak bisa melakukanya, kan bisa saja istri tidak ikut sedangkan kamu bisa melakukannya dengan izin istri tentunya.

Terus kebebasan seperti apa yang di maksud?

Single maupun menikah, kita tetap mempunyai kebebasan untuk bertindak sesuai dengan keinginan. Bedanya, Kebebasan saat Single hanya untuk kebahagiaan diri sendiri saja, Sedangkan saat sudah menikah, jauh lebih mulia dengan memikirkan kebahagian banyak jiwa.

Masih Belum Mapan Untuk Menafkahi Keluarga

Mau mapan seperti apa?

Menurutku, Kalau sudah punya pekerjaan yang layak, semestinya sudah cukup mapan untuk bisa menanggung hidup anak gadis orang. Terus apa yang di takutkan? Bukan kah, tiap orang membawa rezekinya masing-masing.

Jika kamu masih single, kamu akan membawa rezekimu sendiri, tapi jika sudah menikah, meskipun istrimu tidak bekerja, Rezekinya istri akan di tumpuk dengan rezekimu. Begitulah kira-kira hitung-hitungan tentang rezeki.

Masih belum punya rumah?

Nggak masalah, kan masih bisa numpang orang tua atau mertua.

Kayaknya lebih enak punya rumah sendiri saat sudah berkeluarga?

Iya, memang akan lebih enak saat susah senang di tanggung berdua dalam satu atap yang sama. Menumpang di rumah orang tua atau mertua itu gampang-gampang susah. Enaknya, kita bisa belajar dari yang berpengalaman, tapi campur tangan orang tua juga tak menjadikan kita semakin dewasa dalam menghadapi suatu masalah. Justru, terkadang masalah kecil bisa menjadi besar dengan adanya campur tangan orang tua.

Ngontrak dulu juga bisa?

Kalau ngontrak, entar penghasilan hanya untuk bayar kontrakan saja.

Iya nggak gitu juga, banyak kok pasangan yang membina rumah tangga berawal dari rumah kontrakan, dan pada akhirnya mereka mempunyai rumah sendiri. Perjalanan dari susahnya hidup di kontrakan itulah yang membuat semakin kuatnya hubungan yang mereka jalin bersama.

Baca juga : Hal-hal kecil yang perlu dipelajari untuk jadi suami idaman istri

Merasa Belum Dewasa Dalam Membina Rumah Tangga

Dewasa itu pilhan, bukan soal usia

Dewasa itu pilihan

Menikah di usia muda atau di usia yang tak lagi muda tak ada hubungannya dengan kedewasaan. Kedewasaan itu tak melihat seberapa tua usianya, tapi kedewasaan itu bisa dilatih dari bagaimana kita menjalaninya.

Membina rumah tangga di usia dini itu menyenangkan, dengan semangat anak muda untuk mengapai mimpi-mimpi disertai doa kedua insan yang saling berpautan satu sama lain. Bukan tidak mungkin semua mimpi itu akan tercapai.

Memang masa muda masih dipenuhi gelora dan hasrat yang besar. Terkadang ke-egoisan yang kuat juga masih menghiasi sifat mereka. Tapi, disitulah tantangannya. Disaat mereka berhasil menaklukkan ke-egoisan lebih cepat, maka, jalan mereka akan semakin mulus didepannya.

Menikah muda juga banyak keuntungannya, selain keduanya bisa menikmati ketampanan dan kecantikan pasangan lebih lama, juga melahirkan di usia muda itu lebih tidak beresiko ketimbang melahirkan di usia yang tak lagi muda. Tentu faktor kekuatan jauh lebih kuat yang muda ketimbang yang tua kan.

Juga, menikah diusia muda menjadikan sebuah kebanggaan bagi anak kita entar. Soalnya, disaat mengambil hasil raport, anak kita pasti bangga dengan wajah ayah atau mamanya masih terlihat cakep. Iya kan?.

Begitu juga saat anak kita lulus kuliah S1 yang kira-kira umur kita masih 45 tahun jika kita menikah di umur 23 tahun dan mempunyai anak setahun kemudian. Coba jika kita menikah di umur 36 tahun, dan mempunyai anak setahun setelahnya. Kira-kira umur 58 tahun kita bisa berpoto dengan anak kita yang lulus kuliah.

Tuh kan, lebih enak menikah muda, Biar bisa mengendong cucu dengan tenaga prima. hihihihi

Masih Ingin Fokus Dengan Kuliah

Menikah atau karir/kuliah

Menikah vs Kuliah

Menjadi mahasiswa dan ibu rumah tangga itu luar biasa, memang tak gampang melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan, apalagi sudah ada momongan diantara kesibukan tersebut. Tapi bukan berarti hal tersebut tidak bisa dilakukan secara bersamaan.

Dulu istriku juga masih semester lima saat sudah mempunyai anak, sempat berhenti kuliah setahun dan kemudian melanjutkan kembali setelah anak sudah bisa ditinggal untuk kuliah.

Begitupun dengan Karir, Biasanya wanita kantoran yang beralasan seperti ini. Kalau cowok mah, justru dengan menikah bisa fokus dengan karir, karena urusan keluarga sudah ada yang menghandle kalau sudah menikah.

Belum Ketemu Jodohnya

Nah, kalau yang ini, aku tidak bisa berkata apa-apa deh #Angkat tangan. Mau dipaksa juga gak ada pasangannya kan, mau nikah sama apa coba.

Mungkin belum waktunya kali yak..

Terkadang sudah sangat menginginkan untuk menikah, tapi masalahnya?, yang di ajak menikah belum ada. Ya akhirnya masih menunggu dalam sebuah penantian yang lama.

Ya semoga, yang beralasan seperti ini, bisa di ketemukan jodohnya. Aamiin. 🙂 #Kapan Nikah

****

Yah, seperti itulah kebanyakan orang yang beralasan ketika di tanya “Kenapa Nggak nikah-nikah?”

Kalau kamu?

Iyah kamu…,

Kamu yang masih belum menikah, atau masih dalam sebuah penantian…?

Apa alasanmu masih betah dalam status mu sekarang? Nikah itu luar biasa loh.. hihihihi

Semoga yang baca ini tak sakit hati lantaran isi dari artikel ini sangat memojokkan pihak tertentu. Dan semoga artikel ini justru semakin memberi semangat untuk tetap berjuang menuju pelaminan. Tak ada maksud untuk menyinggung, hanya sekedar share ide gila yang ada di pikiran.  😀

Iklan

33 pemikiran pada “Beberapa Alasan Sebagian Orang Yang Menolak Menikah Usia Muda

  1. Waah bang Nur ternyata nikah muda,, btw itu bener banget loh pas tanggal muda lauknya yg enak-enak pas tanggal tua makannya tahu tempe ahahahha.. menjelang tanggal tua beban hidup terasa semakin berat ya ckckck..

    sebenernya alesan aja tuh org2 yg belum mo nikah karena masih pengen bebas, emang lebih enak liburan sama suami, kalo di hotel ga cuma buat dipake tidur doang tapi bisa ngelakuin yang hal yang halal, udah enak dapet pahala lagi hahahahha.. 😅😅

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: Enaknya Kalau Udah Nikah Tuh Gini! | Pennadiri

  3. Ping balik: Hal-Hal Yang Mungkin Anda Alami Setelah Menikah | Pennadiri

  4. Ping balik: Nikah Nunggu Mapan!, Mau Sampai Kapan? | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s