Bagimana Sholat Yang Baik dan Benar itu?


Tata cara Sholat yang baik dan benar

Bagimana Sholat Yang Baik dan Benar itu?

Sholat yang benar itu, sudah melakukan wudhu, tau bagaimana niat sholat apa?, Tau bacaannya, dan juga tidak kentut di tengah Sholat. Hihihihi 🙂

Hai kawan…!, apa kabar hari ini, semoga selalu mendapat kesehatan dan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin.

Kemarin, aku mendapat request dari teman kerja, untuk mencarikan tata cara bacaan Sholat yang benar di Internet. Entah itu untuk anaknya sendiri atau untuk anak tetangganya, Atau mungkin bacaan itu untuk dirinya sendiri, Alhamdulillah kalau gitu, tidak ada ukuran tua untuk belajar dan memperbaiki diri.

Berbicara tentang Bagaimana Tata cara Sholat yang benar, Adalah sebuah keharusan bagi kita seorang muslim untuk bisa mempelajarinya. Sholat adalah perintah langsung dari Allah Subhanahu Wata’ala kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shollahualahi wassalam saat Isra Mi’raj.Dan Sholat merupakan rukun islam yang kedua setelah Syahadatain.

Jadi, orang yang mengaku Islam tapi tidak sholat, sama saja bukan orang islam (boleh dibenarkan jika salah). Sholat itu fardu’ain dan wajib hukumnya bagi umat muslim. Dan amalan Sholatlah yang akan di hisab terlebih dahulu di hari kiamat. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.

Dalam Al Qur’an mengatakan:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya :

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. al-Nisa’: 103).

Baca juga : Renungan diri menghadapi pertanyaan padang mahsyar

Terus Bagaimana Tuntunan Sholat Yang Baik?

“Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)”

Nah, miris kan kalau begini, jika Sholat kita tidak baik, amalan baik kita yang lain tidak di hitung baik. Mungkin seperti itu arti dari Hadist tersebut.

Kalau menurut sudut pandangku, Sholat yang baik itu bisa di jelaskan dari 2 hal. Sholat yang baik sesuai Syariat dan sesuai Hakekat.

Maksudnya gini, Secara Syariat. Sholat yang baik itu sesuai tuntunan Rasullullah. Meliputi Syarat Wajib Sholat, Rukun Sholat, dan Tidak melakukan hal yang membatalkan Sholat.

Semua orang pasti pernah di ajarkan di sekolah maupun di Madrasah.

Tapi pada prakteknya, banyak diantara kita yang melupakan ajaran tersebut. Seperti tentang Syarat wajib sholat adalah tentang sucinya dari Hadas kecil maupun besar. Kalau Hadas besar sih, kayaknya tidak mungkin, karena orang kalau sudah ber hadas besar pasti mandi junub dulu baru melaksanakan sholat.

Yang jadi pokok permasalahan adalah tentang mensucikan dari hadas kecil dengan berwudhu. Kita bisa baca sendiri rukun Wudhu di buku-buku tuntunan sholat maupun di internet. Ada banyak artikel yang mengulas tentang rukun wudhu yang pada intinya sama saja.

Tapi masih banyak diantara kita yang wudhunya masih belum sempurna. Seperti membasuh tangan, Rukun sah wudhu adalah dengan membasuh tangan sampai siku. Tapi banyak diantara kita umat muslim yang tidak membasuh sampai siku. Begitu juga dengan membasuh kaki hingga mata kaki, terkadang aku melihat ada yang membasuh kakinya hingga berada di atas kaki tapi mata kakinya masih kering tidak terbasuh oleh air.

Begitupun untuk pria berkumis tebal maupun berjenggot. Wajah yang tertutup rambut sebaiknya di basuh juga sampai menembus ke kulit. Ada juga sebagian ulama yang mengatakan bahwa pria yang brewok hingga bulunya menyambung dari dagu sampai dada. Mereka seharusnya membasuh hingga dada pula waktu berwudhu.

Untuk Sholatnya sendiri, mungkin kita sudah pada tahu, jumlah rokaat tiap sholat. Begitu juga dengan rukun sholat dan bacaan tiap gerakan.

Tapi bisakah kita mengetahui bagaimana Sholat kita sudah benar apa tidak?

Orang lain yang tau!

Ya nggak lah, Allah saja yang Maha Tau. Sholat, Puasa, Sedekah hanya Allah yang Maha Tau tentang amalan yang kita kerjakan. Kita boleh sholat sunnah sebanyak yang engkau bisa, Puasa Sunnah tiap senin dan Kamis tanpa putus. tapi untuk tujuan apa? Duniawi, sanjungan dari orang lain, bisa dikatakan Alim oleh orang lain.

Bisa saja kan kita pura-pura puasa atau pura-pura mengatakan tiap malam sholat sunnah. Karena Amalan sholat, puasa dan sedekah hanya Allah dan pribadinya sendiri yang tau.

Pada Hakekat, Sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Seperti Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45)

Setidaknya, dengan firman Allah dalam surat diatas menunjukkan bahwa jika kita sholat dengan benar, Niscaya akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar.

Dari ayat tersebut, aku juga menyimpulkan bahwa, jika kita masih suka melihat kejelekan orang, masih malas untuk berbuat kebaikan, masih malas dengan ibadah sunnah, masih suka nyakitin hati orang, masih suka ngomongin hal buruk tentang orang. Mungkin Sholat kita masih jauh dari kata baik dan benar.

Akhir-akhir ini, aku mulai mencoba memperbaiki diri, dari yang masih suka melihat wanita yang cantik-cantik tapi bukan yang halal, dari yang masih mendengarkan gosip dari orang lain, atau dari ucapanku yang terkadang menyakiti hati orang.

Aku sadar, mungkin ada yang salah dengan sholat yang aku kerjakan.  Mungkin Niat yang belum sepenuhnya pasrah dan berserah kepada Allah. Atau pikiran yang masih melayang-layang saat mengerjakannya.

Apalagi dengan hadist yang mengatakan bahwa “Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)”. Sungguh aku takut, jika di hari kiamat entar, disaat amalan sholat adalah penentunya. Jika amalan sholatku buruk, maka amalan yang lainnya di anggap buruk pula. Sungguh aku tidak bisa mengerti apa yang akan terjadi setelah itu.

Jadi, yuk sholat yang benar mulai dari sekarang.

Oh iya, semua penjelasan di atas hanya sekedar dari penjabaran yang aku simpulkan sendiri, tidak ada yang menguatkan selayak para ulama dengan hadist-hadistnya. Jika ada yang salah, mohon di maklumi dan di share di komentar untuk perbaikan diri.

Aku hanyalah muslim yang tidaklah tinggi ilmu agamanya, aku juga bukanlah ustad dan dari lulusan pondok pesantren ternama. Aku hanya seorang lulusan SMK yang mencoba menyampaikan dakwah walau cuma se-ayat. Sekiranya itu bermanfaat, bagi diri sendiri maupun bagi yang membacanya.

Saudaraku seiman, yuk kita perbaiki diri dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu, agar kita sama-sama dapat pertolongan, baik di dunia dan di akhirat entar. Aaminn

Semoga Bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s