Masa Kecilku, Masa Indahku


#30Hari_Menulis_Di_Bulan_April
Hari ke-7 => Tema Kenangan : Ceritakan Kenangan  Masa Kecilmu Yang Paling Berkesan?

#30Hari_Menulis_Di_Bulan_April Hari ke-7 => Tema Kenangan : Ceritakan Kenangan Masa Kecilmu Yang Paling Berkesan?

hari ke-7 : Tema indahnya masa kecil

Hari ke-7 Lagi-lagi tema curhatan lagi, hahahaha..

Menulis cerita pribadi itu memang sangat menyenangkan, selain memang sudah lancar dalam menulisnya, karena apa yang ditulis merupakan dari pengalaman pribadi. Juga dengan menulis cerita pribadi membuat kita kembali mengingat-ingat kenangan yang pernah kita lewati. Disitulah kesenangannya.

Apapun kenangan yang pernah kita rasakan, baik itu pedih, galau, sakit hati. Tapi setelah di ingat-ingat kembali, rasanya ingin menertawakan kejadian seperti itu. Ada pertanyaan besar tentang kejadian waktu itu, ngapain aku sampai sakit hati saat dulu, toh itu cuma di tolak doang, kwkwkwkw. Pun juga saat galau-galaunya orang yang kita sukai ternyata menikah lebih dulu, wkwkwkwk. Itu luar biasa banget rasanya, saking luar biasanya, hingga terasa biasa saja. hahaha 😀

Oke, Dari pada cerita ini semakin melantur, mending langsung saja masuk dalam kenangan lama yang masih melekat dipikiranku ini.

Paling Suka Saat Dirumah Pohon

Pernah lihat film My Heart gak? Kan ada rumah pohon gitu? Rumah pohon dengan ribuan kenangan yang ada? Cieee…

Tapi gak gitu juga ding. Nggak ada cinta-cintaan seperti itu dulu. Biarpun dulu waktu aku SD, Payudara temanku yang wanita udah pada tumbuh, karena zamanku dulu anak SD udah tinggi-tinggi. Berbeda dengan zaman sekarang, anaknya masih kecil-kecil kayak masih umbelan. Tapi pikirannya udah terlewat dewasa dalam segi negatifnya. Berbeda dengan zamanku dulu, biarpun tubuh udah terlihat besar, tapi pikiran kita masih kayak anak-anak kelas 1 SD zaman sekarang. Gak ada pikiran cinta-cintaan apalagi sampai pacaran. Itulah enaknya hidup di generasi Y, antara modern juga masih terikat adat.

Jadi, dulu tuh, kalau main setelah pulang sekolah, Rumah pohon lah tempat kita berkumpul. Tidak seperti rumah pohon di film My Heart yang lebih terlihat seperti rumah yang dibuat di atas pohon walau ukurannya kecil.

Kalau aku dulu, cuma sebatas tempat (basecamp) yang terbuat dari kayu yang di tata menjadi tempat duduk dan ditali diatas pohon Bambu. Manjatnya juga lumayan sulit, karena memanfaatkan beberapa cabang batang pohon bambu tersebut.

Kalau adat dahulu melarang anak-anaknya untuk bermain di “Barongan”. Barongan itu sebutan untuk kumpulan pohon bambu yang cukup rimbun dan terlihat menyeramkan dari jauh, karena dipercaya tempat seperti itu sedikit angker. Memang banyak penampakan sih katanya orang-orang di desa, tapi itukan malam hari, kalau siang mah, setannya takut muncul siang hari, takut sinar UV. Wkwkwkwk.

Sukanya ada disitu tuh karena anginnya berhembus Wuuusssh, seger banget. Kita juga bisa main banyak hal, entah kapal-kapalan dari bambu atau main lumpur karena dekat daerah persawahan, atau main layang-layang. Main layang-layang di Barongan itu cukup strategis banget, selain angin di tempat itu hembusannya lumayan kenceng, yang paling penting itu terhindar dari panas matahari. Berasa kayak Hantu yang takut panas matahari deh, wkwkwkwk.

Punya Bebek Pemangsa

Namanya “Baik”, Bebek kesayanganku yang pernah aku rawat dan sangat penurut kepada pemiliknya. Pernah aku ceritakan di artikel peliharaanku, tapi gak apalah, aku ceritakan kembali disini.

Kenapa disebut pemangsa?, karena selain kepada pemiliknya dan orang yang dikenalnya saja dia berlaku baik dan penurut. Tapi kalau dihadapan orang yang tidak dikenal dan tanpa sengaja memasuki daerah kekuasaannya, pasti dia akan mengejar orang tersebut dan mematuk kakinya hingga jerah, hahahaha.

Bebekku ini bukan angsa, dia bebek petelur yang tanpa sengaja jadi seperti itu semenjak mempunyai anak. Pasti pada mikir, apakah bisa bebek petelur meng-enggrami telurnya sendiri? Sebenarnya yang meng-engrami telurnya adalah seekor ayam, tapi disaat udah menetas anak bebek itu di asuh oleh baik dan istrinya, wkwkwkwk.

Jadilah dia bebek jantan yang menjadi pelindung keluarganya dari keadaan yang berbahaya. Sempat beberapa tahun aku memilikinya, hingga di usianya yang menginjak tua dan mati disaat aku berada di kelas 4 SD.

Pernah Menghilang Di Pasar

Bagimana rasanya saat usia kalian baru 7 tahun dan kalian tersesat sendirian di tengah pasar besar?

Pernah sekali aku ikut dengan ibu berbelanja di Pasar tradisional, waktu itu kalau tidak salah bulan maulud. Jadi sedikit lebih rame keadaan pasar dari pada hari biasa. Mungkin karena keramaian itu sekaligus Ibuku yang terlalu fokus dengan tawar-menawar dengan penjualnya. Hingga aku terpisah dengan Ibuku.

Aku tidak ingat bagaimana aku terpisah, mungkin aku juga yang salah, mungkin karena mengikuti rasa penasaran, akhirnya aku memutuskan untuk berjalan sendiri hingga akhirnya terpisah.

Tapi aku tidak nangis saat itu. Binggung juga harus nyari Ibu kemana? Alhamdulilah ada kenalan orang desa yang mengerti kalau aku adalah anak dari ibuku. Ditanyalah aku, ke pasar bersama siapa? Kok bisa terpisah dan berjalan sendiri dipasar? Dan sebagainya.

Ibukulah yang paling panik dan setelah menemukanku di penjual yang juga satu desa sama aku. Ibuku menangisi kejadian itu. Dia sangat takut kehilangan anak terganteng dan tersayang ini, wkwkwkw.

Tapi itu semua masih belum seberapa ketimbang pengalaman kakakku yang dua kali hilang di Gunung Sunan Muria dan di Tugu Pahlawan Surabaya. Saat itu kakakku juga masih berumur 7 tahun juga sama seperti aku hilang dipasar. Ya untung saja, saat di Muria, dia ditemukan oleh sesama rombongan satu bis ke wali songo. Juga saat di tugu pahlawan, kakakku ini diam di depannya orang jualan mainan, ceritanya dia ngambek gak dibolehin beli mainan, jadi tetep diem disitu hingga dibeliin.

Paling Suka Main Hujan-Hujanan

Kayaknya disetiap anak kecil pasti sama-sama menyukai hujan-hujanan. berlarian kesana kemari disaat hujan menguyur, main prosotan di lantai yang basah, juga bermain bola di lapangan yang tergenang air hujan.

Aku juga sangat menikmati dikala hujan seperti itu, dulu malah lebih extreem. Kalau hujan, aku mainnya di sungai besar, aku dan teman-teman membuat rakit dari batang pohon pisang. kita memakai kayu untuk menancapkan batang pohon pisang satu sama lain. Kita juga tak lupa mengikatnya biar tidak mudah lepas.

Setelah jadi rakit, barulah kita naikin dari sungai yang paling atas hingga paling bawah. setelah berada di bawah, tak mungkin juga kita mendayung di keadaan derasnya air sungai kala hujan mendera. akhirnya kita angkat rakit tersebut bersama-sama hingga ujung atas sungai.

Dulu sih, banjirnya sungai tidak seperti sekarang, selain airnya juga tidak begitu banyak sampah, juga tidak pernah sampai banjir bandang seperti sekarang.

Paling Suka Kalau Tidur Diluar Rumah

Saat masih kecil dulu, yang paling aku suka saat bulan ramadhan adalah ketika aku bisa tidur di luar rumah sembari menunggu waktu sahur. Dibilang tidur juga kurang tepat rasanya, karena menunggu waktu sahur itu lebih banyak aku tidak tidur.

Sehabis sholat Terawih, Sempat aku mengaji di musholla, setelah itu baru tadarus juga.

Serunya tu saat setelah Tadarus selesai, Kita mah ijin ke orang tua bilangnya tidur di Musholla, tapi pada kenyataanya itu hanya sebuah alasan saja. Yang terjadi adalah kita lebih banyak jagongan di jalan. Entah itu di rumah teman atau di sebuah gardu tempat poskamling.

Kita biasanya main seperti Catur untuk menghabiskan waktu, juga main Domino, main Kartu dan sebagainya. Dan ada hukuman juga saat salah satu kalah dalam permainan kartu, entah itu dengan menaruh penjepit pakaian ke telingah atau kulit bagian wajah, terkadang memakai tepung yang di coretkan ke muka. Pokoknya seru banget deh menghabiskan malam dengan bermain seperti itu.

Dan sering juga disaat kelaperan, kita mencoba ronda keliling kampung sambil membunyikan sesuatu untuk membangunkan orang sahur. Tapi kita juga mengawasi ada beberapa pohon mangga yang bisa kita ambil untuk mengisi kekosongan perut ini. Kadang juga kita bakar-bakar ikan kecil-kecil yang kita dapat sewaktu memancing kala siang hari. Atau mencari makanan ke musholla lain di desaku itu.

Pokoknya, Ramadhan zamanku dulu itu penuh dengan cerita, berbeda dengan zaman sekarang. Musholla hanya dipenuhi orang tua saja yang tadarus, anak mudanya udah sibuk dengan pacaran. Tengah malamnya juga sibuk berkutat dengan jalanan (Balap).

****

Terlalu indah untuk dilukiskan masa kecilku dulu, Aku sangat beruntung hidup di zaman itu, ketika sebuah persahabatan hanya bisa di lihat dengan tatap muka, bukan sebuah pesan singkat yang kadang tak sama pengertiannya.

07 April 2017 ~ Ainur Irawan

Iklan

30 pemikiran pada “Masa Kecilku, Masa Indahku

  1. Saya di usia 7 tahun sudah terinspirasi dengan film Mahabarata era 90′-an. Saya dan kakak membuat patah dan busur dari bambu. Tombak dan pedang dari batang ubi. Akhirnya “perang saudara” terjadi versi anak makassar. Haha.. nanti terhenti pada saat tombak batang ubi kakak saya menembus kelingking jari kaki saya. Jiajajaja..

    Disukai oleh 1 orang

  2. Saya diusia 7 tahun sudah menjadi ksatria 😊 , terinspirasi dari Mahabarata edisi 90′-an. Saya dan kakak saya membuat busur dan panah dari bambu serta tombak dan pedang dr batang ubi. Akhirx “perang saudara” edisi anak makassar terjadi mewakili kubu kurawa-pandawa. Perang saudara bisa dihentikan setelah tombak pustaka “yudistira” kakak saya menembus jari kelingking kiri kaki saya.. haha…

    Suka

  3. Iyaa, indaah bgt masa kecilku tanpa game online 😂 balapan sepeda ontel sm anak-annak, main masak masakan, cri buah keres bareng, mbolang ntah kmna hbis plg skolah jm 3an bru blik k rmh buat ngaji, duuuh tulisanny buat kgn msa kecil 😆

    Disukai oleh 1 orang

  4. Mmm…kl Cinta wktu kcil, kl lg ngambeg, suka ngumpet di kolam ikan besar di belakang rumah. Kolam berukuran 7mtr x 7mtr dan sedalam 5mtr dr prmukaan tanah itu jd tmpat favoritnya Cinta. Airnya cuma setengah meter saja, jadi ada tangga yg sengaja dibuat ayah untuk turun kesana. Kbtulan krn dekat sungai, kolam itu dipenuhi udang2 kecil yg entah muncul drmna, kolamnya sngat bening, ada kura2 seukuran laptop 14 inch, dan di sepanjang tangga dipenuhi bunga paku2an yg muncul sndiri. Bisa kebayang ga mas Nur? Tempat itu seperti negeri dongeng buat Cinta. Miniatur buatan ayah yg super keren! Kadangkala isi ikannya akan berganti2 sesuai selera ayah, dan kadang Cinta jg ikut memberikan ide. Sungguh menyenangkan mas Nur.

    Ah sayangnya…kolam besar itu sudah tak ada lagi.

    Suatu saat, jikan Cinta sudah menikah, ingin mmbuat hal yg sama sprti yg ayah Cinta lakukan, pst sngat menyenangkan hihi.

    Btw, ada yg sama mas Nur…msa kecil Cinta jg suka hujan2an. Menyenangkan memang 😍

    Suka

  5. Ping balik: Rencana 30 Hari Menulis Di Bulan April | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s