Sahabat Sejati  Itu, Pernah Menghirup Bau Kentut Bersama


30 hari menulis di bulan April tema persahabatan

Arti Persahabatan – 30 hari menulis

#30Hari_Menulis_Di_Bulan_April
Hari ke-9 => Tema Best Friends : Ceritakan Tentang Sahabat Terbaikmu

Judul yang gila… wkwkwkwk.

Mungkin efek bertambahnya umur kali yak, atau efek otak blank saat udah memasuki tantangan hari ke-9… xP

Entahlah, Yang jelas tema kali ini teruntuk sahabat-sahabatku yang bagaikan kelelawar.

Kok Kelelawar bang? Bukannya Kepompong?

Itu mah buat Sindentosca, sekarangkan berada di blogku, jadi terserah aku dong nyebutinnya seperti apa? Hahaha. Tapi memang kayaknya lebih tepat kalau pakai “Kelelawar” ketimbang kepompong deh.

Soalnya kelelawar lebih tepat untuk mengambarkan bagaimana pertualangan dan persahabatan kita yang pernah terjalin.

Four Musketeers

Kenangan juara piala tarkam, wkwkwkw

Yang pertama tentunya teman satu desa dong. Teman Sejomblo bersama, wkwkwk 😛

Sewaktu masih bujang, aku mempunyai 3 teman akrab yang selalu jalan bareng menghabiskan malam minggu berempat. Aku, Boy, Syawal dan iwan

Kita sama-sama mempunyai panggilan special, kalau aku, udah pernah aku bahas di postingan sebelumnya tentang nama panggilan, untuk temanku yang bernama Boy, kita memanggilnya “BABE dan disingkat B”. Untuk Syawal banyak yang manggil dia dengan sebuatan “Bapaknya” ada juga yang manggil “Suwal” (dalam kamus bahasa jawa:celana), Sedangkan si Iwan, sama saja dengan aku, dia dipanggil nama kebalikannya “Nawi”, karena dia sendiri sejatinya kelahiran Malang dan baru kenal saat kelas 2 SD.

Karena kedatangan Iwan ke desa, Persahabatan kita berempat ini terjalin. Dialah yang menciptakan hubungan yang sangat akrab ini. Sahabat bagaikan kelelawar. Yah, karena kita sering keluar malam berempat dan begadang tidak jelas di jalanan, wkwkwkwk.

Kita sama-sama menyukai hobi yang sama, yaitu sepak bola . Kita sama-sama menjadi tim inti dalam team sepak bola di desa, kita juga sering ikut kompetisi sepak bola tarkam bersama saat muda (SMA) dulu. Dan kita sama-sama pernah merasakan manisnya juara pertama dalam kompetisi tersebut.

Meskipun punya hobi yang sama, tapi Club Favorit jelas beda dong. Aku sejak SMP hingga sekarang masih mengidolakan Juventus, Syawal dan Boy sebagai Manchunian dan Si Iwan seorang Hala Madrid. Kita sering menghabiskan malam minggu di tempat penyewaan Playstation dengan taruhan harga diri sebagai pemenang Game, wkwkwkw. Hadiahnya bisa bermacam, kadang 2 botol Pocari sweet 2L, kadang Fanta, atau vocer kopi dan roti bakar di cafe langganan.

Tapi, ketika aku menikah dan si Syawal ngikutin jejak ku, hubungan kita tak begitu akrab seperti dulu. mungkin hanya aku saja yang tak punya waktu untuk mereka. Sedangkan si Syawal masih sering jalan sama kedua orang itu, karena dia merupakan ketua fans machester di kota ku.

Dan aku juga sudah jarang ikut main bola di lapangan, yah males aja kalau main bola di hujan-hujan begini. Mungkin kalau udah musim kemarau kali yak, aku mencoba ikutan lagi. Tapi tetap, persahabatan kami masih tetap terjaga walau waktu tak begitu mengizinkan kami bersama.

The Genk of Basecamp

Persahabtan bagaikan kelelawar

The Avengers

Pernah aku bahas sahabatku di basecamp, Mereka adalah teman terbaik yang pernah aku punyai. Kalau waktu SMA sih banyak juga yang bernaung di Basecamp. Tapi semenjak sudah lulus sekolah dan pada merantau atau kuliah. Penghuninya hanya tinggal 5 orang saja.

Aan sebagai tuan rumah di basecamp, pernah aku singgung dia di postingan ini, Denny merupakan Bos besar karena banyak duitnya, Ujek yang super cool dengan imagenya sok kegantengannya, Aris dengan bulu ditubuhnya, wkwkwkw.

Kebiasaan kita di basecamp tetap sama sejak SMA dulu, Gamers. Pernah dulu saat besoknya mau menghadapi UAN, Justru aku belajar di basecamp bersama kelima orang itu (tambah satu orang lagi yang sekarang sudah almarhum). Belajar sambil nge-game, wkwkwkwk.

Jadi disetiap kita mampir ke basecamp, berarti malamnya harus begadang sampai pagi. Selain Game sepak bola, main kartu adalah cara yang tepat untuk menghabiskan malam disana dengan kopi panas dan roti bakar buatan Ibu (Ibunya Aan), Yummmi..

Pernah juga aku seminggu menginap disana, bukan aku saja sih, hampir 12 orang yang menginap disana. Cuma aku dan kelima orang ini yang paling sering menginap disana. Mungkin karena itu, Waktu SMA, basecamp ini aku anggap rumah keduaku.

Tapi semenjak aku menikah dan si Aris juga menikah, mungkin hanya ujek dan Denny saja yang kadang menginap disana. Tapi, setiap Lebaran, aku sempatkan untuk selalu kesana, untuk silaturohmi dengan Ibu dan Bapakknya Aan. Bagiku, mereka berdua sudah ku anggap Ibu keduaku karena terlalu baik untukku di zaman SMA dulu.

Mengingat kenangan itu, Rasanya ingin kembali ke masa itu, Masa Indah bersama para Sahabatku. ^_^

Sang Motivator

Kuswanto El-zein

Kuswanto El-zein

Teman desa udah, teman sekolah udah, sekarang waktunya bahas teman satu perusahaan.

Sang Motivator…!

Yah, Nama dunia mayanya adalah Kuswanto El-zein. Sesosok rekan kerja yang bijaksana, Kakak kelas waktu SMA, juga Sahabat terbaik yang pernah aku miliki.

Dia sosok pria dengan kepintaran yang luar biasa (baca: lebih pintar dari aku). Dia yang mengajariku tentang banyak hal, dari pekerjaan, merubah karakter, juga masalah percintaan dulu.

Dia merupakan tempat yang cocok untuk buat curhat, selain pintar dalam menjaga rahasia, juga pemikirannya dan wawasannya yang cukup luas, jadi sangat menyenangkan untuk dibuat sesi tanya jawab.

Rasanya, aku sangat mengaguminya. Ingin sekali aku menjadi seperti dia, tapi aku mengurungkan niat tersebut. Karena aku ingin menjadi diri sendiri yang seutuhnya, aku tak mau jadi folower selamanya, aku ingin  lebih memperbaiki diri bukan karena orang lain tapi karena sesuatu dalam diri ku sendiri yang memutuskan untuk sebuah perubahan yang lebih baik lagi.

Tapi, aku ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya mas Kus ini, Jika aku tidak bertemu dengannya, mungkin kehidupanku masih berkutat dengan rasa pemalu dan takut akan sesuatu yang terus menghantui dipikaranku. Karena motivasimu, aku jauh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan lebih baik.

*****

Yah, itulah sahabat terbaik yang masih mengisi relung hati yang masih kusisahkan 1/8 bagiannya. Soalnya yang 7/8 sudah aku kasihkan ke Istri dan keluarga. Wkwkwkwk. Semoga persahabatan kita tetap terjaga hingga di akhirat nanti. Aamiin

09  April 2017 ~ Ainur Irawan

Iklan

22 pemikiran pada “Sahabat Sejati  Itu, Pernah Menghirup Bau Kentut Bersama

  1. Ping balik: Rencana 30 Hari Menulis Di Bulan April | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s