Kamulah Keberuntunganku


30 hari menulis di bulan April - Hari ke-14 :Tema keberuntungan

Hari ke-14 :Tema keberuntungan

#30Hari_Menulis_Di_Bulan_April
Hari ke-14 => Tema Keberuntungan : Ceritakan Pengalaman Keberuntunngan Yang Pernah Kamu Alami

Hai..

Haduh, binggung mau nulis apa nih,…

Aku kira postingan dengan tema absurd jauh lebih sulit, ternyata tema kali ini justru yang paling sulit. Sebelumnya sudah aku bahas tentang kesialan yang pernah aku alami. Sejak awal, aku memang di juluki Si “Sial” oleh teman SMA ku dulu.

Memang bukan aku yang terkena dampak sialnya, merekalah yang sering terkena kesialan dan menyalahkan karena ulahku ada di antara mereka. Haduh, itu nyakitin banget saat itu, tapi udah aku anggap biasa, soalnya, jika merespon bully akan terus di bully. Jadi mending acuh tak acuh dan menganggapnya biasa aja.

Tapi perihal keberuntungan, rasanya agak susah untuk diceritakan, bahkan kupon undianpun tak pernah sekalipun aku beruntung memenangkan hadiah dari kupon tersebut.

Cukup lama aku memikirkan kembali tentang pengalaman keberuntungan yang pernah aku alami. Dengan flashback ke belakang, ternyata ada juga keberuntungan yang aku alami, walaupun sedikit memaksakan sih… !

Tapi, yuk menuju TKP 😀

Beruntung Tidak Kena Tampar

Di postingan sebelumnya, pernah aku cerita bahwa sewaktu masa SMA, Setengah kelas termasuk diriku, pernah bermasalah dengan Kepala Sekolah, bahkan diancam akan dikeluarkan dari sekolah.

Sebenarnya kasus tersebut tidak begitu serius, cuma masalahnya, kita bikin ulah dengan kepala sekolah. Mungkin kalau bikin ulahnya ke Guru hingga nangis sih masih terhitung kasus ringan. Hahahaha

Tapi pernah loh, kita bikin nangis guru bahasa inggris dan guru matematika sewaktu itu. Untuk kasus guru matematika, saat guru matematika ini marah perihal PR, dia mengucapkan kalimat ini “yang belum ngerjakan PR, Keluar!” .  Otomatis yang belum ngerjakan, terpaksa keluar dari kelas.

Tau tidak berapa siswa yang tidak ngerjakan?

Dari 38 siswa, hanya 4 orang yang mengerjakan, itupun 3 cowok dan 1 cewek yang ngerjakan. Ketua kelas dan bintang kelas (yang paling pinter) aja gak ngerjakan PR, apalagi kita yang notabennya jadi trouble maker di kelas, wkwkwkwk.

Akhirnya, Guru matematika tersebut nggak jadi nyuruh keluar, dan memberi tugas di buku Modul. Setelah itu guru tersebut meninggalkan kelas dengan isak tangis di wajahnya. Aslinya nggak tega juga melihat beliau nangis, selain gurunya cukup cantik (walau suaminya nggak ngeeh) juga bau parfumnya yang kelewat wangi. akhirnya kita satu kelas minta maaf saat pelajaran berikutnya.

Sama halnya dengan Guru bahasa inggris, sempat dia angkat tangan untuk ngajar kelas kita di semester kedua. Padahal dia termasuk guru yang ditakuti, sayang dia cewek, jadi wibawanya turun saat ngajar di kelas kita. hahaha.

Eits tunggu dulu, cerita beruntungnya mana? Hahaha, lupa mau cerita tentang tamparan itu.

Jadi sewaktu bermasalah dengan kepala sekolah, kasus tersebut terdengar di telinga Kepala Jurusan. Dia sosok guru yang paling di takuti di jurusan Informatika. Tapi dia terbukti sangat baik dan suka becanda saat ngajar di kelas kita. Walaupun dia tetap tegas kalau masalah serius.

Akhirnya, Kepala jurusan menghampiri kelas dan menyuruh berdiri sekitar 23 siswa yang terlibat kasus. Aku juga ikut didalam barisan tersebut. Ditanyailah satu persatu dari kanan ke kiri. Setiap ditanya, dan belum ada yang mengakui “Plak” begitulah tamparan ke pipi disetiap anak yang ditanyai.

Hingga 3 orang anak yang sudah ditampar masih belum ada yang mengakui. Barulah orang ke 4 yang mau ditampar, seseorang dari kami mengakui dialah yang bersalah. Akhirnya orang ke empat itu tidak jadi di gampar dan yang mengaku tersebut ikut kepala jurusan menuju ruangan BP untuk disidang.

Beruntung banget ada yang mengakui perbuatannya, karena aku berada di barisan nomer 6 dari kanan, sejujurnya, tak ada yang pernah menampar aku sejak kecil. Jika tidak ada yang mengaku, mungkin hal tersebut menjadi pengalamanku ditampar untuk pertama kali dalam hidupku. Hehehe

Hingga sekarang, Pipiku masih perawan dari segala tamparan, wkwkwkw.

Beruntung Keluar Dari Kelas Unggulan

Berada satu ruangan dengan banyak orang pintar itu tak selalu menyenangkan. Yah Begitulah yang aku rasakan.

Sewaktu kelas 1 dan 2 SMP, aku sempat berada dalam kelas Unggulan, yang mana disekitarku dikelilingi anak-anak cerdas bin tajir. Sebenarnya enak juga satu kelas dengan mereka, soalnya jika ada ulangan harian maupun Ujian semester. Tak perlu repot-repot untuk mencari jawaban yang tak bisa aku kerjakan. Cukup tengok kanan, kiri, depan atau belakang, semua arah bisa jadi solusi dari jawaban yang aku butuhkan.

Tapi nggak enaknya banyak, aku gagal berkembang sewaktu di kelas unggulan tersebut. Sewaktu SD, aku cukup jadi pusat perhatian ketika ujian sekolah berlangsung, pun juga saat ada Pekerjaan rumah, teman sekalasku ada yang berbondong-bondong kerumahku untuk menjiplak semua PR yang sudah aku kerjakan. Tapi di kelas unggulan ini, justru aku merasa minder, dari tentang kecerdasan, materi dan cara pergaulan mereka yang sudah tidak bisa aku gapai.

Kebanyakan teman sekelasku dinaungi anak yang berada, dengan les privat sepulang sekolah, atau buku-buku yang mereka beli untuk sumber referensi kepintaran mereka.

Nah aku mah apa? Cuma tutup botol sprite yang bisanya di buang dikelas itu. Aku jadi malas belajar, bahkan aku merasa putus asa dalam kelas itu. Sepertinya dua tahun di kelas itu, aku merasa kehilangan diriku sendiri.

Di kelas tiga, akhirnya aku beruntung dikeluarkan dari kelas unggulan tersebut. Bukan karena nilaiku jelek, karena pada dasarnya nilaiku masih di bawah peringkat 10 besar. Tepatnya peringkat 13 dari peringkat kelas. Yang paling bawah yaitu peringkat 16. Biarpun peringkatku 13, bisa jadi dikelas lain aku bisa peringkat 5 besar loh.

Dan beruntungnya aku, kelas tiga aku di tempatkan di kelas yang notabennya dihuni oleh preman-preman sekolahan. Teman-temanku dikelas tiga kebanyakan kumpulan anak nakal, jadi, di kelasku, terkadang menjadi tempat ngumpulnya anak-anak nakal dari kelas lain.

Enaknya berada disekitar mereka adalah tentang kenyamanan. Kan tau sendiri anak-anak nakal tuh rasa solidaritasnya tinggi, apalagi dengan kawan sendiri. Di kelas itulah, aku tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, lebih berani dan yang peling penting dari kelas itu aku mempunyai banyak teman.

Sebelumnya, berada di kelas unggulan, serasa terisolir dan hanya bercanda dalam lingkup sekalas itu aja. Mungkin hanya saat extra kulikuler aja, aku bisa bersahabat dengan kelas lain yang sama-sama menyukai sepak bola. Dan dari kelas itu, aku di ajari bagaimana mengoda wanita, wkwkwkw.

Yah mungkin gegara pindah ke kelas itu, aku jadi ingin memutuskan untuk melanjutkan ke SMK ketimbang ke SMA yang paling di huni oleh kebanyakan teman SMP juga. Aku memutuskan untuk  pergi kesekolah yang cukup jauh, selain bisa mempunyai teman baru dan suasana baru, juga akan ada tempat baru untuk bisa bolos sekolah saat diperlukan. Hihihi.

Beruntung Mendapatkanmu

Beruntung Mendapatkanmu

Source image by Stocksnap.io

Mungkin sebuah keberuntungan aku bisa menikahimu.

Jujur saja, sempat aku putus asa untuk bisa mendekatimu. Selain ada 4 orang yang juga mendekatimu, juga terlihat mereka lebih ganteng dan sedikit lebih mapan dari pada aku. Terlebih lagi, aku juga pernah kau tolak karena kau hanya menganggapku seorang kakak.

Itu perih banget loh, wkwkwkw

Tapi kan, kalau udah jodoh, tak akan kemana?

Disaat aku sudah memutuskan untuk pergi jauh dari hatimu. Entah kenapa, Beberapa orang yang mendekatimu, juga tak lagi bersua untuk mengejarmu. Bahkan kau sendiri juga menjomblo untuk kebaikanmu.

Mungkin janji di jogja yang belum kau tepati, memicu untuk kita kembali menyambung hati yang pernah terpisah. Bagiku, Jogja tak lagi indah saat kau masih memikirkan orang lain dihatimu. Bahkan sempat aku terluka sedalam-dalamnya saat disitu. Tapi…

Tali takdir berkata lain, Dengan janji yang tak sempat tertepati kala itu, kembali mengisahkan kisah kita kembali untuk bertemu. Dan Cinta itu mulai tumbuh kembali.

Aku beruntung telah sabar menantimu kembali, dan aku beruntung jeda tungguku berbuah manis dengan mendapatkan hatimu kembali.

****

Yah,Diantara semua keberuntungan yang pernah aku alami dalam hidupku, mungkin keberuntungan terbesarku adalah saat aku mendapatkan cintaku kembali. Yah tentu memilikimu dalam sebuah ikatan suci adalah hal terindah yang penah aku impikan sejak dulu. 🙂

14 April 2017 ~ Ainur Irawan

Iklan

2 pemikiran pada “Kamulah Keberuntunganku

  1. Ping balik: Rencana 30 Hari Menulis Di Bulan April | Pennadiri

  2. Ping balik: Keberuntunganku Tidak Sebaik Mereka | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s