Tentang Persinggahan Sementara


30 hari menulis di bulan April - Hari ke 20 - Pengisi hati

Hari ke 20 – Pengisi hati

#30Hari_Menulis_Di_Bulan_April
Hari ke-20 => Tema Pengisi Hati : Ceritakan Siapa Yang Pernah Mengisi Hatimu

Yeah, hari ke-20…..

Tinggal 10 hari lagi Challenge yang melelahkan ini selesai.

Tema kali ini tentang seseorang yang pernah mengisi hatiku, ciyeee…. Nyeritain mantan, wkwkwkw.

Kurang tepat kayaknya kalau dibilang mantan, karena aku sendiri paling susah untuk berkomitment pacaran. Aku bukan penganut paham “Pacaran boleh berkali-kali, tapi pasangan hidup cuma satu dihati”.

Kalau bisa, jika memang aku terpaksa harus pacaran, maka aku usahakan dia lah pacar pertamaku dan terakhirku. Dialah mantan pacar satu-satunya sesaat aku sudah menikah dengannya. Dan Alhamdulillah, hal tersebut terwujud. Aku yang tak pernah pacaran, dan hanya sekali tunangan sekaligus ta’arufan hingga akhirnya kita memutuskan menikah setelah 8 bulan tunangan.

Tapi, sebelum bertemu dengannya, ada beberapa orang yang sempat singgah dihati. Pernah juga sampai terluka. *Eh kayaknya hanya istriku yang pernah membuatku luka, wkwkwkw. Mungkin karena itu aku terus mengejar istriku, karena dia udah bawa lari separuh hatiku, hahahaha

Ok, dibawah ini aku akan ceritakan orang-orang yang menjadi persinggahan sementara hatiku.

Cewek SD kelas 6

Sewaktu itu, aku baru lulus sekolah SMA dan masih menjadi pengangguran tanpa acara di rumah. karena sebal, akhirnya aku memutuskan untuk menyendiri disalah satu rumah sepupu di pegunungan. Aku menghabiskan hampir satu bulan disana.

Nah, dari sebulan lamanya disana, aku jatuh cinta pada seorang cewek yang masih duduk di kelas 6 SD.

Hah…! Pedofilia?

Dibilang begitu juga nggak masalah, soalnya aku juga binggung bagaimana mendiskripsikan tentang perasaan yang aku punya saat itu. Aku tau dia masih muda banget, masih SD gituloh, sedangkan aku sudah berusia 18 tahun. Sudah lulus sekolah, dan sudah bisa dikatakan sudah dewasa, karena sudah tidak belajar disekolah lagi, wkwkwk.

Ternyata, biarpun dia masih SD, tapi umurnya sudah 14 tahun. Kata sepupuku, dulu dia pernah berhenti sekolah karena alasan keluarganya lagi ada masalah. Biarpun seumuran segitu, tapi kalau dandan, itu udah luar biasa, kayak udah dewasa gitu wkwkwk. Selain itu, Dia juga sering jadi pemegang bendera saat ada acara marching band di desanya, jadi sedikit banyak, dia populer diantara para lelaki di desanya.

Yah, setidaknya , kita pernah deket walau cuma sebulan. Kita pernah menikmati indahnya pemandangan dilereng gunung bersama, menikmati buah alpukat dan rambutan bersama. Juga kenangan mendaki di gunung indrakila dan menginap semalam disana.

Dan setelah satu tahun tidak bertemu, karena aku mulai bekerja di Surabaya. Dia memberiku undangan pernikahannya, Padahal masih berumur 15 tahun. Ya untung saja kita udah terpisah, kalau tidak, bisa jadi aku berumur 19 tahun disuruh menikahinya, wkwkwkw.

Baca juga : Poin penting bagi pria saat pedekate dengan wanita

Cewek SMA Magang

Dulu, aku pernah membuat komitment kepada diri sendiri agar tidak menyukai seseorang di perusahaan yang sama, atau sebut saja “Cinlok”. Tapi bukan berarti untuk anak magang, wkwkwk

Terkadang setiap tahun, ada beberapa siswa sekolah SMK yang magang atau Praktek kerja industri (Prakerin) di tempat kerjaku. Kalau dulu, masih membolehkan yang magang cowok dan cewek, sedangkan sekitar 3 tahunan ini, hanya menerima siswa cowok saja, itupun cuma 2 sampai 4 orang saja.

Nah, sewaktu itu aku masih di produksi pegang mesin, sedangkan anak magang ini juga bantu-bantu di produksi. Kita sering ngobrol dan sekali-kali juga aku kerjain dia. Selang 2 bulan, kita semakin akrab hingga selesai masa magang.

Setelah magangpun kita juga masih sering sms-an, hingga akhirnya, aku pernah ngajak jalan ke malang. Yah sekedar refreshing, Diapun mau.

Jadi kita jalan aja seperti anak pacaran gitu, aku pegang tangannya, dia juga diam saja. terkadang aku memegang pundaknya saat jalan karena dia juga tidak terlalu tinggi. Yah karena kita tau, kita sama-sama menganggap hubungan kita tak lebih dari “Kakak-adik”.

Kita beberapa kali jalan bareng, entah aku yang sengaja ngajak dia jalan, atau dia sendiri yang meminta untuk dianterin kesuatu tempat. Hingga setelah dia masuk kuliah, baru disitulah kita sudah jarang bertemu.

Tapi, setelah selang beberapa lamanya kita tak bertemu, dia chat  aku kembali. Yah sekedar menanyakan kabar. Dan dia juga menanyakan tentang statusku perihal kejombloan. Dia juga menceritakan senangnya kebersamaan kita dahulu, aku juga merasa kehilangan teman debat saat dia menghilang.

Hingga akhirnya dia menanyakan tentang “Mau tidak jadi pacarnya”. Alasannya sih karena ada cowok di kuliahnya yang sering mengganggunya lantaran cowok tersebut juga suka kepada dia. Aku terdiam sebentar, dan merasa kasihan juga. Mungkin dulu aku terlalu memberi harapan yang jelas palsu kepadanya. Kemudian aku menolaknya, karena saat itu aku baru bertunangan dengan istriku juga.

Hingga sekarang, kita tak pernah bertatap muka maupun sekedar chat satu sama lain. Biarpun sering juga aku melihat status Facebooknya di beranda facebookku, mungkin sekedar like tanpa koment sudah cukup untuk mengisyaratkan bahwa aku juga mendoakan yang terbaik untuk dia. Semoga

Anak Kuliahan

Pernah juga aku berkenalan dengan cewek kuliahan disalah satu kampus swasta. Ya memang kebetulan aku punya teman yang iseng ngenalin dengan cewek tersebut. Kita juga tukar nomor hape untuk bisa kenal lebih dekat dan kebetulan waktu itu aku masih always single, dan dia juga baru putus dengan pacarnya.

Enaknya dengan anak kuliahan itu, lebih banyak omong, hahaha. Entah emang kebetulan yang aku kenal itu hobby ngomong atau udah kebiasan ngomong. Jadi enak aja di ajak ngobrol ngalor ngidul.

Sempat beberpa kali aku ngajak dia jalan. Entah jalan-jalan di suatu mall (jalan-jalan saja, nggak pake belanja). Juga pernah juga jalan ke sebuah tempat wisata.

Tapi yah gitu, tak ada rasa ingin untuk berkomitment semacam pacaran atau menikah. Soalnya aku tak melihat ada “Tuhan” dimatanya (terinspirasi dari film Rab Ne Bana De Jodi).

Seorang Janda

Jujur saja, aku tidak harus membeda-bedakan antara yang janda maupun dengan yang gadis. Jika memang jodohnya janda, ya tinggal menyukuri aja. Kayak si Boy yang rela menikahi wanita janda yang sudah beranak. Padahal si Boy ini ganteng banget kalau kata sebagian wanita.

Pernah dia berkata “Emang nggak masalah berteman dengan janda?”. Ya nggak masalah lah. Emang harus cari gadis melulu apa untuk dijadikan teman, nah wong zaman sekarang banyak juga kan yang mengaku gadis tapi udah tidak perawan.

Baca juga : Seberapa penting Keperjakaan bagi pria lajang

Sebenarnya bukan kontek dia gadis atau janda saat itu. Aku udah terlalu lama takut untuk mendekati wanita sejak kecil. Jadi aku mencoba mencari dan mempelajari bagaimana sih wanita itu sebenarnya.

Jadi, aku semacam melakukan riset bagaimana menghadapi wanita dengan type-type tertentu. Entah itu cewek SMA, cewek Kuliahan, cewek pekerja, cewek tetangga dan cewek yang lainnya.

Dan semua cewek yang dekat denganku dulu, tak pernah sekalipun aku mengajak ke rumahku. Bukan karena aku malu nunjukin rumahku, karena jika ada cewek yang kerumahku, berarti itulah calon istri yang ingin aku kenalkan dengan orang tuaku.

Istrikulah adalah cewek pertama yang pernah aku ajak kerumahku, dan beberapa waktu kemudian, aku mengajak keluargaku untuk meminang dia untukku.

*****

Yah begitulah kisah khilafku dulu. disaat mencari jati diri yang sebenarnya, tanpa sengaja beberapa kali aku melakukan banyak kesalahan. Tentu karena hal demikian, aku sedikit jauh dari jodoh yang aku harapkan.

Hingga akhirnya aku mendalami kegalauan dan kekosongan hati sampai beberapa bulan, hingga akhirnya kita di pertemukan. Ya disaat kamu menerima pinanganku, disitulah awal aku memulai hidupku dengan sebaik-baiknya untuk kebaikanku dan juga untuk kebaikanmu.

20 April 2017 ~ Ainur Irawan

Iklan

2 pemikiran pada “Tentang Persinggahan Sementara

  1. Ping balik: Rencana 30 Hari Menulis Di Bulan April | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s