Perihal Sahabat Pena Yang Menginspirasi


Sahabat pena yang menginspirasi

Hari ke-24 – Sahabat pena

#30Hari_Menulis_Di_Bulan_April
Hari ke-24 => Tema Sahabat Pena : Ceritakan Sahabat Pena Yang Akrab Dan Mengispirasimu

Kurang 6 hari lagi, Hoorrray…

Jujur yah, tersiksa banget nulis dengan jadwal seperti ini. Udah kapok deh bikin Challenge kayak gini, wkwkwkw. Tapi harus tetep berjuang sampai akhir untuk sekarang.

Tema kali ini tentang sahabat pena yang lumayan akrab dan tentunya sangat menginspirasi banget, terutama dalam konsistensi menulis di blog ini juga. Berkat mereka, aku jadi betah untuk tetap berlama-lama di WordPress.

Siapakah mereka?

Jreeng jreng…. Hahahahaha

Arief Leksoi

Nama aslinya Arief Hidayatulloh, nama Arief Leksoi itu aku ambil dari nama facebooknya. Kita sudah kenal sejak lama. Bahkan sewaktu masih memakai blog yang lama juga.

Dia adalah mentor sekaligus teman yang cukup baik dalam berbagai hal. Kita tidak hanya sharing tentang dunia per-bloggeran, tapi kita juga sering sharing ilmu tentang konflik rumah tangga, tentang agama dan sebagainya. Dia enak banget di ajak ngobrol. Kita memang jarang bertemu, yah karena kesibukan kita masing-masing.

Dia lah tokoh dibalik berdirinya “Pennadiri” ini. Eh nggak ding…, aku cuma terinspirasi dengan blognya aja saat itu. Jadi aku memutuskan untuk mengakhiri blog lamaku dan membuat blog baru bernama “Pennadiri” ini.

Dalam dunia blogger, kita terpisah!, aku di WP dia di Blogspot., aku bikin artikel curhatan, dia membuat artikel trik dan tip, Aku pemula, dia udah lumayan profesional. Profesional disini karena blognya dia sudah menghasilkan pundi-pundi uang, juga dia kadang membuatkan web untuk orang sesuai SEO.

Aku belajar banyak darinya, yah Alhamdulillah juga,  blog ini belum genap 1 tahun dan sudah mencapai 40.000-an kunjungan. Start yang lumayan bagus ketimbang blog lamaku yang baru bisa menyamai traffick segitu dalam kurun waktu 2-3 tahunan.

Yah tentu tak lepas dari saran temanku itu, walau tidak semua aku bisa menerapkan karena WP sendiri susah untuk di utak-atik semacam blogspot. Setidaknya ada hasil yang terlihat ketika aku belajar SEO darinya.

Baca juga : Bagimana memotivasi diri agar Konsisten dalam menulis

Mbak Ida Nursilawati

Tadinya, aku bikin blog ini bukan untuk curhatan-curhatan murahanku aja. Tapi aku ingin membuat blog yang menarik dan isi artikelnya cukup berbobot. Tapi untuk membuat artikel seperti itu, tidaklah mudah, bahkan butuh beberapa hari untuk membuatnya. Entah cari referensinya, atau cari idenya saja juga cukup menyita banyak waktu. Alhasil, di bulan pertama artikel yang aku buat tidak begitu banyak.

Kemudian, kenal lah seorang blogger “mbak Ida” yang blognya berisi tentang keromantisannya dengan suaminya. Untung aku udah nikah, kalau masih single, pasti baper kalau mengunjungi blognya dia.

Awalnya, aku tidak ingin meniru bikin artikel semacam itu, selain keluar dari tujuanku membuat blog ini, juga rasanya agak aneh kalau mau ceritain hal semacam itu. Tapi buktinya, banyak yang like, banyak yang koment di blognya Mbak ida.

Nah, akhirnya cobalah bikin artikel curhatan-curhatan seperti itu, Dan responnya luar biasa, sejak saat itu blogku banyak dikunjungi orang, banyak yang follow juga, pun juga komentarnya juga menarik untuk dibalas.

Hingga akhirnya, aku sudah tidak memperdulikan tujuan utama membuat blog ini lagi, cuma aku tetap berpegang untuk membuat karya-karya dengan ide ku sendiri, ataupun ide dari orang lain tapi aku kembangkan sendiri dengan sudut pandangku. Yang jelas aku bahagia dan ingin terus berkarya (bercurhat) di sini.

Baca juga : Haruskah tetap berkarya di WordPress

Cinta Nungki Lestari

Si cinta ini juga termasuk orang yang menyemangatiku di awal-awal membuat blog. Ya bisa dilihat perolehan si cinta ini menduduki posisi teratas dalam berkomentar di blogku ini. Hahahaha #kamsahamnida ya cinta

Kayaknya bukan hanya di blogku saja deh, disetiap aku blogwalking di blognya teman-teman lain juga tak lepas dari corat-coretnya si cinta di komentar. Apalagi artikel tersebut mengandung unsur galau dan kesedihan yang meng-baperkan perasaan. Aku yakin deh, pasti nama cinta ini akan terukir di kolom komentar.Hihihihihi

Dia juga yang membujukku untuk membuat artikel puisi beberapa bulan yang lalu. Sempat bikin puisi sih, Jadi sok meromantiskan dan mempuitiskan diri gitu. Padahal aku mah nggak romantis kata istri. Tapi nggak apa-apa nggak romantis, yang penting setia :D.

Cuma emang dasarannya aku nggak puitis, juga nggak kaya akan kata diksi. Jadi ya kayak gitu itu, Puisinya hambar tak ada rasa #Kurang garam.

Dari semua yang kulalui, aku sangat berterima kasih banget dengan sahabat penaku yang satu ini, selain hangat, juga sangat mencerahkan dengan semangatnya itu. Dan banyak juga artikel yang aku buat itu berasal dari membaca tulisannya si cinta ini. Bukan tentang ide yang dimuat oleh cinta, tapi lebih banyak dari isi artikel yang tak sengaja mencerahkanku tentang suatu ide dan aku kembangkan sendiri menjadi sebuah judul baru.

Arin Dan Mas Toro

Pada awalnya, sempat aku menganggap si Arin dan Mas Toro ini adalah adik kakak. Dari hangatnya hubungan mereka dalam berkomentar di blog masing-masing. Pernah baca juga disaat mereka membuat artikel cerita pendek yang sambung menyambung, saat itu ada Bu Dyah juga.

Sempat aku ingin meniru gaya menulis si Arin dengan diksinya yang tak mudah aku pahami, akhirnya gagal juga. Pun juga membuat artikel seperti mas Toro yang terlihat alurnya mengalir kayak sungai, Pun akhirnya gagal juga.

Akhirnya aku membuat gayaku sendiri, yaitu gaya menulis bebas sak karepe dewe, hahaha. Ya, Dengan gaya bebas seperti itu, membuatku semakin produktif, bukan masalah mengusahakan punya anak, tapi tentang membuat tulisan disini semakin banyak.

******

Maaf untuk yang tidak kusebutkan, seperti mas Shiq4, Mbak Nisa Nyablak,  Moomo Taro, Mbk Umi dan yang lainnya juga. Kalian semua begitu menyenangkan, hingga akhirnya aku sangat nyaman dan bahagia untuk tetap berkarya (curhat) disini.

Hanya saja, mereka berlima sedikit special, merekalah yang pertama mengikuti blog ini, mereka juga yang membangun rasa percaya diriku untuk mencoba hal-hal baru. Jadi tak salah juga aku mengucapkan banyak terima kasih pada mereka.

24 April 2017 ~ Ainur Irawan

Iklan

22 pemikiran pada “Perihal Sahabat Pena Yang Menginspirasi


  1. https://polldaddy.com/js/rating/rating.jsHmmm judulnya sangat menarik perhatianku lho mas. Mas Nur tahu kenapa? Kata sahabat pena sangat lekat dengan kehidupanku karena suamiku (yg sdh almarhum) dulunya adalah sahabat penaku dan beliau jg sangat menginspirasiku. Tapi sahabat pena yg dimaksud bukan via blog seperti yag mas Nur tuliskan ini. Dulu belum ada/belum mengenal internet jadi sahabat pena itu sahabat yg memasang foto di koran untuk mencari kenalan. Dan komunukasinya lewat surat menyurat he..he…akhirnya jadi suami. Eh maaf jd menceritakan diri sendiri.
    Btw, kalau di blog mas Nur termasuk salah satu yang menginspirasiku, selain mas Shiq, mas desfortin dan yang lainnya, terutama waktu mas Nur menuliskan rencana mau nulis tantangan 1 bulan. Di situ saya mjd lebih ngeh ternyata banyak hal disekitar kita yang bisa dituliskan

    Disukai oleh 2 orang

  2. Ping balik: Jodoh Dari Sahabat Pena Versi Lama – SINAU NGEBLOG

  3. Ping balik: Rencana 30 Hari Menulis Di Bulan April | Pennadiri

  4. Ping balik: Beberapa Sumber Inspirasi Untuk Menghasilkan  Ide Dalam Membuat Artikel | Pennadiri

Tinggalkan Sebuah komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s